web analytics

CONTROL SHOWING CUE BID TO SLAM


Oleh : Bert Toar Polii
Salah satu konvensi yang wajib dikuasai dalam permainan bridge adalah konvensi yang disebut cue-bidding. Konvensi ini akan sangat bermanfaat terutama dalam usaha partnership menggapai slam dan membutuhkan top honor di lokasi yang tepat.
Semua pemain pasti sudah mengenal Gerber, Blackwood atau Roman Key Card Blackwood yang lebih maju lagi untuk menanyakan jumlah Ace atau King. Namun dengan konvensi ini hanya diketahui jumlah Ace atau K. Konvensi ini tidak bisa memberikan informasi secara spesifik A atau K tersebut apakah berada di warna spade, heart, Diamond atau Club.
Sebagai contoh ketika pegang S AQxx maka yang dibutuhkan SK bukan King yang lain. Nah dengan Blackwood hal ini jelas tidak terjawab karena yang dijawab hanya jumlah A dan K.
Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini adalah dengan cue-bidding. Konvensi ini sebenarnya sudah lama sekali karena ditemukan tahun 1929 oleh Sidney Lenz.
Walaupun ini termasuk dalam 25 konvensi yang wajib diketahui seperti yang tertulis dalam buku “25 bridge convention you should know” dari Barbara Seagram & Marc Smith tapi ternyata masih banyak pemain yang belum mengenalnya.
Ini tercermin dari pertanyaan seorang pemain tentang konvensi ini tadi pagi. Padahal pemain ini setahu saya sudah cukup lama mengenal bridge dan rajin ikut pertandingan.
Mari kita lihat mekanisme control showing cuebid dalam praktek.
Apabila dalam permainan antara partnership telah menemukan “agreed suit” (warna yang disetujui sebagian trump) dan telah setuju untuk bid game maka tentunya tidak ada gunanya lagi bid natural dan ini yang disebut cue-bid menunjukkan control disuit tersebut (biasanya Ace atau void) disusul second round control ( King atau singleton) yang bertujuan untuk mencoba mengajak bid slam jika memungkinkan.
Biasanya cue-bid dilakukan pada level 4 tetapi mungkin juga dimulai pada level 3.
Mari kita lihat beberapa contoh dibawah ini.
1 2 3
B T B T B T
1D 2S 1H 3H 1NT 3S
3S 4C 3S 4D
Penawaran terakhir dari sequense diatas adalah cuebid.

  1. Timur tak mungkin ingin bermain di Club setelah barat support spade. Bid 4C dari Timur menunjukkan Club Ace dan slam interest.
  2. Bid 3S dari barat adalah cue-bid menunjukan SA
  3. Tidak mungkin barat menunjukkan D suit. 4D disini merupakan “advanced cuebid” yang menunjukan fit S dan ingin mengajak ke slam dan menunjukkan pegang first round control di D tapi tidak ada first round control di C. Salah satu aturan dari cue-bidding adalah tunjukan control “up the line”.
    Jangan bingung dengan squense-squense dibawah ini :
    4 5
    B T B T
    1S 2S 1H 2D
    3D 3D 3NT
    4D 4H
  4. Partnership belum ada persetujuan untuk bid game maka bid 3D adalah trial bid bukan cue bid.
  5. Bid 4H dari timur bukanlah cue bid tetapi menunjukkan dukungan yang ditunda terhadap warna opener, mengingat mencari 10 trick di H lebih mudah dapat daripada 11 trick jika bid 5D.
    Perbedaan yang lain :
    1S 2H
    4H 4S
    Disini 4S dari Timur adalah cue bid karena sesudah ada persetujuan untuk main game di H. Kalau disimpulkan cue bid adalah penyampaian pesan seperti ini :
    Mempunyai ekstra kekuatan dan pegang first round control di suit yang dibid sekaligus menanyakan prospek untuk bid slam.
    Jawaban dari pasangan yang melakukan cue bid adalah : dengan pegangan minimum dan tidak ada slam interest sign off di agreed suit.
    Jika ia mempunyai ekstra value dan setuju dengan kedudukan control ia bisa langsung bid slam, atau melakukan cue bid.
    Contoh :
    Barat Timur SK7
    1S 2H HKQJ52
    4H ? D763
    CA83
    Mengetahui berapa Ace yang dimiliki Barat tidak membantu Timur untuk menentukan bid slam atau tidak. Barat memerlukan informasi mengenai spesific Ace atau dengan kata lain kartu timur diatas perlu Ace atau control yang bisa singleton atau void.
    Pada contoh ini timur membutuhkan control di D untuk bisa berhasil bid slam.
    a. AQJ64 1S 2H
    A953 4H 5C
    J5 5H
    KQ
    Karena tidak ada control di D Barat sign off 5H. b. AQJ64 1S 2H
    A983 4H 5C .
    KQ 6H
    95
    Dengan Second Round Control di D barat langsung bid 6H. c. AQJ64 1S 2H
    A983 4H 5C
    K5 5S 6S
    K9 6NT Contoh ini agak sulit. Pegang 2K dimana minor Barat terlalu kuat sign off di 5H tetapi ia tidak tahu mana slam yang terbaik 6H atau 6NT.
    Cue bid 5S memberikan sedikit informasi bagi timur dan ketika timur raise 6S, Barat telah mengetahui bahwa kontrak slam harus dimainkan oleh barat. Bid 6S dari timur bukan ingin bermain grandslam karena barat tidak cue-bid diamond. Barat bid 6NT.
    d. AQJ64 1S 2H
    A983 4H 5C
    A 5D 5S .
    954 5NT 7H
    Setelah mendengar cue-bid 5D maka timur cue-bid 5S yang jelas grand slam try.. Timur bid 5NT grand slam force dan timur langsung bid grand slam karena pegang dua top honor.. e. A9864 1S 2H
    A983 4H 5C
    AK 5D 5S
    95 6D 6H
    Sebagai yang bukan penentu, ia harus memberitahukan pegangannya dengan bid 6D menunjukan DK. f. QJ864 1S 2H A983 4H 5C AK 5D 5S K5 6H Disini karena opener tahu bahwa Timur tidak pegang SA karena tidak cue-bid 4S maka ia langsung sign off 6H tanpa perlu memberi tahu pegang CK.
    Yang dibahas diatas hanya dasarnya saja, karena dalam perkembangannya sudah banyak variant yang tercipta. Seperti ada aturan hanya boleh cue-bid kalau pegang maksimum dan sebaliknya ada yang wajib cuebid. Terus ada yang cuebid up the line tidak perduli second round control lebih dulu.

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Nick Lomban dari Fraksi Partai Nasdem Mengapresiasi DPRD Sulut dan Pemprov Terus Bersinergitas Percepatan Penanganan PEN

Sulutlink .com – Menurut Politisi dapil Bitung Minahasa Utara ini bahwa dimasa pandemi, semangat pemerintah …