web analytics

Covid-19 di Mitra Naik Level II, Ketua Satgas Minta Patuhi Prokes dan Batasi Kerumunan!

Minahasa Tenggara, Sulutlink.com – Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) berdasarkan data dari satgas Covid-19 Provinsi Sulut, Kabupaten Mitra sudah masuk dalam level-II kasus Covid-19. Meski demikian, aktivitas masyarakat tidak diberhentikan, namun dibatasi jumlah dari peserta itu sendiri.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mitra, yang juga merupakan Plt. Asisten I bagian Pemerintahan dan Kesra Arnold Mokosolang kepada sejumlah awak media mengatakan, di level II ini ada langkah- langkah strategis yang oleh Pemerintah Daerah berkaitan dengan pembatasan- pembatasan kegiatan masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan berkumpul dibatasi dalam satu ruangan sebesar 75 Persen, dari kapasitas ruangan yang ada. Baik kegiatan keAgamaan, kegiatan suka, maupun dalam kegiatan duka,” ujar mantan Kadis PMD tersebut, Rabu 16 Februari 2022.

Mokosolangpun menjelaskan, kami satgas Covid-19 Kabupaten hanya memberikan ijin bagi warga masyarakat yang melaksanakan kegiatan. Kami membatasi, para peserta ataupun jumlah undangan.

“Kegiatan pesta kalau dibatasi memang diakui agak menyulitkan bagi masyarakat untuk melaksanakan acara dengan hanya dibatasi udangannya sebanyak 50 orang,” pungkasnya.

Ditambahnya, tetapi 50 orang tersebut kalau dihitung dalam satu tenda kalau dalam acara tersebut paling tinggi dua tenda. Jadi, setiap 1 tenda bisa di isi sebanyak 25 orang dikalikan dua tenda menjadi 50 orang.

“Adapun tujuan dari pembatasan tersebut, hanya 50 orang. Ini gunanya untuk sebagai pembatasan, kerumunan orang,” ucapnya.

Diterangkan lebih lanjut seorang lelaki yang memiliki sikap tegas tersebut menuturkan, penyebaran Omicron itu dia rentan pada kerumunan orang. Dimana banyak orang berkumpul, jadi pertemuan disitu itu lebih rentan untuk penyebarannya.

“Kami juga membatasi waktu kegiatan, dimana waktu pelaksanaan disaat ini kita di level II saat ini kita dibatasan pukul 21:00 wita atau jam 9 malam. Itu semua sudah bubar, tidak ada lagi kegiatan,” tegas Mokosolang.

Kalaupun tidak mengikuti aturan yang telah di tetapkan, dikatakan Mokosolang petugas satgas desa serta satgas Kecamatan akan bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk mengamankan.

“Tidak boleh lagi ada kegiatan di atas jam sembilan malam,” ucap Mokosolang.

Kemudian dilanjutkan Mokosolang, dalam acara tidak diijinkan menggunakan karaoke dalam setiap acara yang telah diijinkan oleh satgas Kabupaten Mitra.

“Karena saya melihat, banyak masyarakat membuat surat ijin tidak menggunakan karaoke. Tetapi dalam praktek tetap mereka menggunakan karaoke, bahkan sampai lewat jam 9 malam. Ini kami perketat,” tuturnya.

Karena itu, Mokosolang memerintahkan para Hukum Tua, Camat serta perangkat desa tetap terus pantau. Kalau masih ada acara karaoke diatas jam 9 malam, segera dibubarkan.

“Namun saya memintakan setiap kegiatan diwajibkan peserta atau warga yang ikut dalam acara harus menggunakan masker. Saya memintakan pada hukum Tua jika kedapatan masyarakat yang tidak menggunakan masker untuk dikeluarkan dari acara,” terangnya.

Mokosolangpun memintakan, para hukum tua segera dicairkan dana 8 persen dana desa untuk pengadaan pembelian masker. Masker tersebut yang dianggarkan tersebut segera di sebarkan kepada masyarakat, jangan sampai tidak di sebarkan.

“Bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif baik itu dari antigen ataupun pcr, saat ini kami berlakukan penanganan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Tetapi dalam pengawasan yang ketat pihak puskesmas terdekat,” tutupnya.

About Redaksi 2

Check Also

Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di Seleknas AG 2022

Oleh : Bert Toar Polii Sulutlink.com – Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di …