web analytics

Demi Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih, KPK Membuka Diri Jika DPRD Ingin Meminta Bantuan Atau Pendampingan

 

Sulutlink.com – Eli Kusumastuti Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan antikorupsi.” kata Ely dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut, Jumat (15/7).

“Kebijakan dari hulu ke hilir itu harus dibuat dengan transparan, akuntabel, dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan pihak manapun. Agar tercipta praktik dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi,” ucap Ely.

Saat memaparkan materi diskusi dengan para legislator, Eli menekankan, upaya pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan secara sporadis. Atas dasar itu, KPK melihat peran anggota dewan sangat besar dan perlu dimanfaatkan demi kebaikan masyarakat luas.” Imbuh Eli.

“Periode saat ini, anggota dewan akan disibukkan dengan agenda penyusunan anggaran untuk APBD 2023 mendatang, mulai dari penyusunan, persetujuan, hingga pengesahan, merupakan titik kunci kesejahteraan masyarakat dan harus dilakukan dengan benar,” tandas Eli.

Ely, mengingatkan rancangan anggaran perlu memperhatikan kehati-hatian. Karena jika proses ini salah langkah akan menimbulkan celah tindak pidana korupsi yang bisa dimanfaatkan oleh para oknum.

Selain itu, demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, KPK membuka diri jika DPRD Sulut ingin meminta bantuan atau pendampingan.

Apalagi program supervisi KPK fokus dengan pencegahan celah korupsi dalam penganggaran, pengadaan barang dan jasa, perizinan, manajemen ASN, manajemen aset daerah, Optimalisasi Pajak Daerah (OPD), APIP, dan tata kelola dana desa.

“KPK tidak berniat mencari-cari kesalahan. Ketika kami berkoordinasi untuk pencegahan, kami tidak ada niat menangkap. Kami justru ingin bersama-
sama mengemban amanah membangun Sulut bebas dari korupsi,” tukas Ely.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK Wahyudi, meminta anggota dewan untuk melakukan fungsi pengawasan lebih ketat di wilayah Sulawesi Utara. Sebabnya, banyak permasalahan tentang aset pemerintah yang kegunaannya tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Misalnya, di Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow terdapat rumah dinas bupati dan wakil bupati yang sejak dibangun hingga saat ini tidak pernah digunakan. Hal ini harus menjadi perhatian karena bangunan tersebut dibangun menggunakan uang rakyat yang jumlahnya tidak sedikit.

DPRD, menurut Wahyudi harus melakukan kajian dan meminta keterangan dari berbagai pihak mempertanggungjawabkan tentang aset pemerintah ini. Jangan sampai di kemudian hari penataan aset pemerintah terhambat karena ada gugatan hukum dari pihak yang mengklaim atas keberadaan tanah dan bangunan tersebut.

“Ada juga Balai Diklat yang sampai hari ini tidak digunakan. Ini tidak ada manfaat bagi rakyat dan merugikan karena biaya pembangunannya miliaran rupiah,” kata Wahyudi.

KPK juga menyoroti tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulut yang belum optimal. Ia meminta anggota legislatif mendorong target PAD berdasarkan potensi bukan realisasi dari tahun sebelumnya.

“Ada sembilan penerbangan langsung namun ternyata tidak ada peningkatan wisatawan asing secara signifikan. Kami berharap melalui dewan bisa dipastikan target PAD berapa? Harus dibedah PAD dari apa saja? Pajak, berapa hotel, berapa resto, berapa tempat hiburan, dan potensinya berapa,” ungkapnya.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fransiscus A. Silangen menyampaikan terima kasih kepada KPK karena telah memberikan arahan kepada anggota dewan. Hal ini perlu dijadikan renungan bersama bagi seluruh pihak agar ke depan bisa melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi lebih baik.

“Pesan moral ini harus dikhayati. Hal ini demi terciptanya cita-cita Sulawesi Utara bebas dari korupsi,” pungkas FAS.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua DPRD Victor Mailangkay, James Arthur Kojongian, dan Billy Lombok. Turut hadir pula seluruh Ketua DPRD dan anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara baik secara luring maupun daring. **/REL.

About DeProS Red

Check Also

BUPATI FDW DAN WABUP PYR HADIRI SOFT OPENING GEDUNG REKTORAT UKIT DAN PEMBUKAAN SMST GMIM KE-35

Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH bersama Wabup Pdt. Petra Yani Rembang,menghadiri Soft Opening …