web analytics

Di Ajang Konferensi Wartawan Dunia 2017, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Diperkenalkan

Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa saat menghadiri Ajang Konferensi Wartawan Dunia 2017. Foto.ist

Korea Selatan, Sekitar 100 wartawan dari 55 negara menghadiri Konferensi Wartawan Dunia 2017 yang diselenggarakan secara marathon di Seoul, Pyeongchang, Suwon, Busan dan Incheon dari tanggal 2 hingga 8 April 2017.

Dalam kesempatan itu Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa memperkenalkan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang didirikan baru-baru ini dan tengah membangun jaringan hingga ke tingkat provinsi dan kota di Indonesia. Teguh dipercaya oleh sejumlah pengelola media siber untuk memimpin organisasi itu.

Menurut Teguh cara terbaik memerangi kabar bohong, terutama yang disebarkan di dunia siber, adalah dengan meningkatkan profesionalitas perusahaan dan wartawan media siber.

“Komunitas pers di Indonesia memahami persoalan ini. Sejak beberapa tahun belakangan kami menggalakkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” ujar Teguh dalam diskusi di arena Konferensi Wartawan Dunia 2017 yang diselenggarakan Asosiasi Wartawan Korea (JAK) di Busan, Korea Selatan, Kamis malam (6/4/2017).

Menurut Teguh, membangun asosiasi perusahaan media massa berbasis internet dapat mendorong profesionalitas perusahaan media siber yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

“Kami berharap dan bekerja keras agar organisasi ini dapat menjadi ujung tombak memerangi efek samping yang destruktif itu,” tambahnya lagi.

Seperti diketahui,  perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap ruang publik di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Individu tidak lagi menjadi audiens yang pasif. Dengan akses luas ke dunia maya, setiap individu juga bisa menjadi produsen informasi.

Lanskap baru ini mempermudah pertukaran informasi, termasuk kabar bohong atau hoax. Indonesia yang memiliki 250 juta penduduk dan diperkirakan 135 juta di antaranya memiliki koneksi ke dunia siber, menghadapi dilema.

Di satu sisi informasi dapat disebarkan dengan cepat dan massif. Di sisi lain, teknologi komunikasi dan informasi juga dapat digunakan untuk menyebarkan kabar bohong, ujaran kebencian dan fitnah, pun dengan cepat dan massif. (red./bsb)

About Redaksi 2

Check Also

Polisi Terus Awasi Distribusi BBM di Kepulauan Talaud

Talaud, Sulutlink.com – Pihak Kepolisian Resor Kepulauan Talaud melalui Polsek Melonguane menggelar patroli dialogis dalam …