web analytics

Diberhentikan Tanpa Alasan, 24 Perangkat Desa di Minsel Cari Keadilan Ke PTUN

Manado, Sulutlink.com – 24 orang perangkat desa dari delapan desa di Minahasa Selatan (Minsel) datangi PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) berkonsultasi ke Posbakum (Pos Bantuan Hukum) untuk mencari keadilan atas pemecatan sepihak tanpa alasan oleh Kepala Desa. Kamis (17/06/2021), Pengadilan Terpadu, Mapanget Kima Atas.

“Pemberhentian para perangkat desa oleh pejabat kepala desa, tidak sesuai dengan mekanisme dan prosedur. Ada rasa ketidakadilan karena sampai saat ini tidak ada alasan yang jelas atas pemecatan . Diduga ada tekanan politik, untuk kepentingan pemenangan pilkada yang kemarin. Alih alih perangkat desa disebut tidak loyal kerja, ada terlibat dalam pilkada atau pendukung, sehingga mekanisme dilanggar oleh pejabat kepala desa, dengan mengganti perangkat desa yang baru,” Beber
Karmen Kasenda, sebagai Ketua BPD di Desa Kinamang, juga Sekertaris LSM LAKI Minsel, ketika diwawancarai awak media Sulutlink. Com.

“Kami datang ke PTUN sifatnya konsultasi dan selanjutnya langkah langkah untuk mencari keadilan, diharapkan ketika persyaratan lengkap masuk dalam gugatan, satu harapan tegakkan undang undang, ” Kunci Kasenda.

Pada kesempatan itu, Youke Mamahit dari Desa Tumani Selatan, Pala Jaga III mengungkapkan kekecewaan-Nya, sudah bekerja baik tapi oleh Kepala Desa malah menggantikannya dengan orang lain.

“Diberhentikan secara sepihak, tentunya kecewa, ada kerja bagus. Pada 21 Maret masih ada bawa makanan yang dimintakan pejabat dalam rangka Rakor. Baru baru ini, lima April datang apel ternyata sudah ada orang lain yang hadir, sangat disayangkan karena selama ini perangkat desa lama yang kerja. Kami berkeberatan tentunya, “.

Menurut-Nya, bahkan Camat pun menolak menandatangani surat yang disodorkan Kades atas pemberhentian tanpa alasan.

“Camat minta harus mencantumkan dengan alasan. Saat Kades membawa surat ajuan pemberhentian, camat menolak karena tanpa alasan, cantumkan alasan dan akan dievaluasi,” Ungkap Youke menirukan kembali apa yang dikatakan Camat, Meyti Pangauw sewaktu mereka berbincang langsung dengan camat pada pertengahan bulan Mei lalu.

Sementara itu, Ketua Posbakum PTUN Manado, Adv.E.K.Tindangen,SH,CPM,CPrM,CPCLE mengatakan jika Kepala Desa jangan semena-mena melanggar aturan, atau membuat aturan sendiri.

“Sudah Jelas ada Surat Ederan dari Menteri Dalam Negeri RI Untuk Para Bupati dan Walikota No. 140/1682/SJ Tanggal 2 Maret 2021 tentang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah desa ,Sudah jelas aturannya yang di beberkan dalam surat edaran Mendagri tersebut, janganlah ada Kepala desa yang melanggar aturan yang sudah di tetapkan dengan membuat aturan sendiri.

Apa lagi keputusannya memberhentikan perangkat desa dimaksud tanpa alasan dan bukti jelas perangkat desa sudah melanggar peraturan yang tetapkan, karena kepala desa dapat di seret ke ranah Hukum, ” terang Tindangen bersama Advokat Supratman Baluntu SH, Flora Parera SH.

“Kami sudah mendapat laporan dari beberapa perangkat desa yang tidak mendapat SK Pemberhentian tapi sudah ada pengganti perangkat desa baru.

Untuk itu dari Posbakum Sulawesi Utara yg bertugas di Pengadilan Tata Usaha Negara Manado akan membentuk Tim Investigasi untuk mendapatkan Informasi Rill terhadap para kepala desa , dan juga akan bekerjasama dengan Tim Monitoring dan Evaluasi Kementrian desa untuk bersama sama turun lapangan dan juga akan mendorong Inspektorat provinsi untuk Audit beberapa desa, kami sudah kantongi, yang ada penyimpangan anggaran Negara untuk pembangunan Desa, ” Tegas Tindangen Yang juga Ketua IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia) Sulut, sembari menambahkan Ikatan Advokat Indonesia Pusat juga akan turut membantu memfasilitasi dengan Kementrian desa dan lembaga Penegak Hukum lainnya.

Dari informasi yang dirangkum, Berikut nama Desa dan Kepala Desa dari 24 orang perangkat desa yang menyambangi PTUN :

  1. Desa Kakenturan Modinding
    Kades : Meyti Tulong
  2. Desa Tumanik Selatan, Kecamatan Maesaan
    Kades : Ibu Meyke Lombogia
  3. Desa Tumani Utara
    Kades : Tirsa Sondakh
  4. Desa Liningaan
    Kades : Jenly Sumarauw
  5. Desa Kinamang I
    Kades : Theresia Mamahit
  6. Desa Kinamang
    Kades : Ibu Afnie Sambeka
  7. Desa Mopolo I Kecamatan Ranoyapo
    Kades : Noldi Lumenta
  8. Desa Mopolo
    Kades : Franklin Mokoagouw

Serly Tasiam

About Redaksi 2

Check Also

Sulawesi Utara di PON XX Papua, Kandouw: Target, Wajib Melebihi Capaian Medali PON Jabar

MANADO, Sulutlink.com – Ketua Umum KONI Steven Kandouw menegaskan target Sulut untuk PON XX Papua …