web analytics

Diduga Gunakan B-3, Oknum Pengusaha Tambang JM Dilapor ke-Polda Sulut

Tong pengolahan emas (ilustrasi)

MANADO, sulutlink.com– Dugaan illegal Minning dengan menggunakan bahan berbahaya dan beracun (B-3) kembal terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Kejahatan lingkungan ditenggarai oleh oknum pengusaha tambang emas berinisial JM alias Mamoto ini, telah dilapor resmi ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) oleh Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (Barmas).

Ketua Umum Barmas Dicky Maengkom mengatakan, Oknum JM kabarnya melakukan pengolahan biji-biji emas dengan sinaidia dan juga mercury (air perak). Pun media pengolahan yang dipakai sebanyak tiga tong besar diameter 2,8 meter setinggi 6 meter. Dan mirisnya lokasi pengolahan emas yang menghasilkan limbah B-3 itu, berdekatan dengan permukiman warga Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Boltim.

“Limbah sisa-sisa olahan dibuang langsung ke Kuala Putih di Desa Modayag. Ini merupakan kejahatan lingkungan yang harus segera dihentikan oleh pemangku kewenangan,” tandas Maengkom seusai melapor ke Polda Sulut, Rabu, (06/1/2021).

Barmas resmi melapor oknum Mamonto ke Polda Sulut via Dit Intelkam Polda Sulut dan diterima oleh staf Vanesa Matindas karena aktivitas pengolahan emas yang menghasilkan limbah B-3 yang dibuang langsung ke Kuala Putih. Aktivitas tersebut dilakukan Mamonto sejak 2015 silam di Desa Modayag, berdekatan dengan pemukiman warga.

Atas perbuatannya, Mamonto terancam dikenai pasal 60 jo pasal 104 UU nomor 30 tahun 1997 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup (PPLH), bahwa setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan-atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Bersangkutan terancam pidana penjara paling lama tiga tahun, dan denda paling banyak tiga (3) miliar rupiah.

Pengolahan hasil tambang oknum Mamonto ditengarai sumber pencemaran lingkungan terutama Kuala Putih yang mengaliri Desa Modayag tanpa memiliki bak penampung limbah yang dibuang langsung ke aliran sungai.

Dicky berpendapat, setiap orang memiliki hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diatur pasal 28 H ayat 1 dan pasal 33 ayat 4 UUD 1945 yang dijabarkan lebih lanjut pasal 65 ayat 2 UU nomor 32 tahun 2009.

“Oleh karena itu, kami meminta Pak Kapolda Sulut Irjen Panca Putra untuk mengambil tindakan tegas menutup aktivitas pengolahan hasil tambang di Desa Modayag sekaligus menindak oknum pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Seperti diketahui, setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) (***)

About Redaktur

Check Also

Gubernur Sulut Bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Lakukan Kick Off Pemagangan DPSP di KEK Likupang

Manado, Sulutlink.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah …