web analytics

DPRD Sulut Gelar Paripurna RPJMD, Gubenur Olly Paparkan Target Pemprov Tahun 2021-2026

On may 31 2021

“DPRD Sulut mendukung Pembentukan RPJMD Pemprov Sulut”

Manado – sulutlink.com – DPRD Sulut menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut Tahun 2021 – 2026, dihadiri langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey, di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Sulut, Selasa (28/5) yang lalu.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulut Fransiscus A. Silangen didampingi Para Pimpinan Wakil Ketua dan Anggota DPRD

Gubernur Olly Dondokambey, memaparkan panjang lebar tentang Rancangan Awal RPJMD yang berdasarkan visi, misi, dan program kepemimpinan  Olly – Steven selama periode kedua, tentu Rancangan ini disusun berpedoman pada RPJPD serta memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).


“Di periode kedua ini, Saya bersama saudara Steven Kandouw akan dilaksanakan hingga tahun 2024, namun RPJMD Sulawesi Utara tetap disusun untuk jangka waktu 5 tahun ke depan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku sebagai dasar penyusunan RPJMD,” ucap Gubernur.

Gubernur Olly mengemukakan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan periode pertama kepemimpinan kami,  Sulawesi Utara telah meraih berbagai keberhasilan nyata dengan dibuktikan lewat beberapa indikator makro yang menunjukkan capaian pembangunan dalam selang waktu 2016 – 2019, yang berada di atas rata-rata capaian pembangunan nasional.

“Namun, keberhasilan tersebut mengalami perlambatan akibat terjadinya bencana non-alam berupa pandemi Covid-19 yang mengharuskan Pemerintah Provinsi Sulut mengubah arah kebijakan dan fokus pembangunan pada 2020 hingga saat ini,” ungkap Gubernur.

Akibat dampak pandemi Covid-19, lanjut Gubernur, bahwa angka kemiskinan di Sulut mengalami sedikit kenaikan, dari 7,5 persen di tahun 2019 menjadi 7,78 persen pada tahun 2020. Kenaikan angka kemiskinan tertinggi terjadi di Kota Manado, demikian pula dengan tingkat pengangguran terbuka dari 15 kabupaten/kota, 13 di antaranya mengalami kenaikan kecuali Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Bolaangmongondow Selatan.

Lanjutnya, kinerja pembangunan Sulut pada tahun 2020 mengalami kontraksi hingga berada pada angka 0,99%, khususnya yang terjadi di 6 kabupaten kota, dimana kontraksi terbesar dialami oleh Kota Manado yang mencapai 3,13%,” jelasnya.

“Hal ini direspon dengan mengarahkan fokus pembangunan daerah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 seperti program Padat Karya Tunai serta pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Gubernur Olly.

Terkait gambaran umum keuangan daerah, Gubernur mengurai lebih lanjut,  bahwa Pemprov Sulut telah melaksanakan pengelolaan keuangan daerah secara profesional, sehingga oleh BPK RI selama periode pertama kepemimpinan Olly – Steven, dimana Pemprov Sulut telah 7 kali berturut-turut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Menurut Gubernur, dari sisi pendapatan, telah terjadi peningkatan dalam belanja daerah secara umum pada tahun 2016 – 2020 yakni dari 2,91 Triliun di 2016 menjadi 4,07 Triliun pada tahun 2021, atau mengalami peningkatan ± 40%,” tambahnya.

Dari hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 2016-2020, Gubernur menjelaskan bahwa beberapa permasalahan pembangunan yang akan menjadi perhatian maupun pelaksanakan pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah, antara lain yaitu ;

Pertama, Aspek pelayanan dasar dan kesejahteraan sosial
Lebih difokuskan pada upaya peningkatan rata-rata lama sekolah dan rata-rata harapan lama sekolah, menurunkan angka stunting dan mengatasi penyakit demam berdarah dan TBC, meningkatkan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas, lansia, anak dan perempuan, menurunkan jumlah penduduk miskin yang masih tinggi di beberapa kabupaten/kota;

Kedua, Aspek lingkungan hidup
Memberikan perhatian khusus untuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan sampah regional dan limbah medis;

Ketiga, Aspek ekonomi ;

Keempat, Aspek infrastruktur ;

Kelima, Aspek hukum dan tata kelola .

Selain dari beberapa permasalahan tersebut, dalam proses penyusunan RPJMD ini juga memperhatikan beberapa isu strategis pembangunan, mulai dari isu global, nasional, hingga isu daerah antara lain pandemi Covid-19, termasuk juga tujuan pembangunan berkelanjutan, revolusi industri, transformasi ekonomi, implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, pengembangan Sulut sebagai Superhub di kawasan Indonesia Timur, kebijakan pengembangan destinasi pariwisata super prioritas di Likupang, pengembangan kawasan perbatasan dan kepulauan, serta transformasi digital.

Berikut catatan penting yang dikemukakan  Gubernur Olly Dondokambey, tentang Rancangan Awal RPJMD Sulut terkait Target Pemprov 5 Tahun mendatang sebagai berikut;

Diketahui bersama, berdasarkan visi pembangunan Sulut 2021 – 2026, Sulut Maju dan Sejahtera Sebagai Pintu Gerbang Indonesia di Kawasan Asia Pasifik “, maka, prioritas pembangunan daerah oleh Pemprov Sulut selama 5 tahun;

Pertama, Pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dampak pandemi Covid-19

Kedua, Pembangunan dan perluasan konektivitas

Ketiga, Meningkatkan sarana pendidikan yang layak dan adaptif teknologi serta dukungan serta dukungan bagi generasi milenial

Keempat, Meningkatkan soliditas dan peran tokoh agama dalam menjaga harmonisasi kerukunan yang telah terbina dengan baik

Kelima,  Melanjutkan dan meningkatkan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan

Keenam, Melanjutkan dan meningkatkan kualitas sektor pariwisata

Ketujuh, Percepatan pembangunan KEK

Kedelapan, Memperbanyak fasilitas pelayanan kesehatan

Kesembilan, Iklim investasi dan usaha yang makin kondusif dengan kemudahan regulasi dan sistem perizinan

Kesepuluh,  Percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik

Untuk itu, dalam mengukur pencapaian visi-misi daerah maka diperlukan sejumlah indikator dalam rancangan awal RPJMD yang dirumuskan dalam indikator kinerja utama daerah Provinsi Sulawesi Utara, yang kemudian menjadi target pembangunan daerah mulai tahun 2021 hingga tahun 2026.

Berikut target-target dimaksud, antara lain;

Pertama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 72 pada 2021 menjadi 76 pada 2026.

Kedua, Indeks penggunaan gender dari 94,53 menjadi 94,80.

Ketiga,  Penurunan stunting dari 21,2% menjadi 12%.

Keempat, Pertumbuhan ekonomi dari 6,6 menjadi 6,5.

Kelima, Angka kemiskinan dari 7,6 menjadi 5,37.

Keenam, Pengangguran terbuka dari 7,37 menjadi 5,5.

Ketujuh, Indeks infrastruktur dari 0,880 menjadi 0,915.

Kedelapan Indeks kesesuaian pemanfaatan ruang dari 0,53 menjadi 0,95.

Kesembilan,  Indeks kualitas lingkungan hidup 70,51 menjadi 72,1.

Kesepuluh, Akses air minum dari 90% menjadi 100%.

Kesebelas, Akses sanitasi layak 82% menjadi 90%.

Keduabelas,  Opini WTP dari BPK atas laporan keuangan tetap dapat dipertahankan.

Ketigabelas, Indeks reformasi birokrasi dari 56 menjadi 57,50.

Keempatbelas, Indeks e-government tetap 100%.

Gubernur Olly menyatakan dan berharap,  mudah-mudahan di akhir pemerintahan kami pada tahun 2024, target-target ini sudah tercapai semua dan semoga sinergitas yang sudah terbangun selama ini tetap dapat kita pertahankan, demi kemajuan Provinsi Sulawesi Utara yang sama-sama kita cintai” tandas Gubernur Olly Dondokambey

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Para Perwakilan Forkopimda  serta Para Kepala OPD di lingkup Pemprov Sulut. (admin2.sl.kst)

About DeProS Red

Check Also

Ketua KONI Sulut Singgung Millennium Sport Underwater Saat Lantik Pengurus KONI Bitung 2021-2025

Wakil Gubernur Sulut Steven O.E Kandouw selaku Ketua Umum KONI Sulawesi Utara melantik ketua dan …