web analytics

Fenomena Musik Advent Pasca Festival Paduan Suara  Lagu Sion & Lomba Cipta Lagu Rohani 2019

Pasca kegitan Festival Lagu-lagu Sion lewat Paduan Suara dan analisis hasil Cipta Lagu-lagu Rohani kalangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) 2019 yang diselengarakan oleh Departemen Musik Universitas Klabat (UNKLAB), saya coba membuat catatan kecil menyangkup konsep apresiasi, lagu Advent.

Apresiasi yang merupakan cabang ilmu seni adalah ilmu yang mempelajari cara-cara memahami suatu karya seni. Karna suatu karya seni yang tercipta bukan hanya produk individu tetapi produk kolosal. Latar individu pencipta saat itu menyangkut musikalitas seseorang terlebih dorongan batin dalam ekspresikan pengalaman hidupnya, latar sosial budaya lingkungan makro dan micro, serta tekanan atau permasalah yg mendorong ide kreatifnya. Jadi apresiasi dapat tercipta jika kita pahami dengan benar latar individu, proses kreatifitasnya, serta lingkungan yang mendorong proses itu.

Dalam kacamata festival maka kita harus mampu pahami latar belakang penciptaan lagu itu baru bisa mengapresiasi dengan baik. Misalnya lagu “Hampirlah Malam” abide with me adalah ekspresi pergumulan dan keberanian iman pencipta sambut kematiannya agar jangan putus harap dan bergantung terus pada Yesus dalam proses kematiannya. Artinya apresiasi dimana kita harus mampu bawa ide creator, dangan situasi zaman saat itu pada sekarang.

Musik adalah ekspresi ide lewat bunyi. Ide dapat terbentuk dari intuisi aristic seorang berkreasi (teks) berproses dengan  kondisi lingkungan sosiabudaya(konteks). Intuisi artistic tercipta sejak seseorang merespon bunyi dari lingkungannya sejak lahir. Jadi kualitas suatu karya tercipta dapat dilihat dari kapasitas musical seseorang dalam merespon lingkungan kontekstualnya. Jika intuisi artisticnya lebih ke jazz maka karya yang tercipta akan ke jazz walau itu dalam form rohani atau kata-kata dari injil (scripture song) demikain juga dengan ganre Pop ataupun Gospel. Untuk itu lingkungan keluarga sejak dini sangat mempengaruhi makanan jiwa (bunyi) keluarganya menjadi budaya keluarga dan terbaik jika menjadi budaya masyarakat.

Gereja Advent ideolginya adalah kumpulan umat penanti kedatangan Yesus yang Kedua kali yang mewartakan Advent dan meyakinkan kepada manusia lain di bumi. Berbeda dengan ideologi ideology denominasi lain. Dalam hal musik, konsepnya bahwa music Advent adalah music yang berisi nyanyian-nyanyian akan kedatangan Yesus ke dua kali (Advent), nyanyian-nyanyian yang meyakinkan, dan mewartakan bahwa Yesus pasti akan datang. Jadi musik Advent adalah musik yang berisi nyanyian-nyanyian ekspresi akan kedatangan Yesus ke 2 kali dengan menggunakan berbagai genre musikalnya yang terbentuk dari budaya keluarganya (masyarakat). Makanya The Geither yang Adventis lebih Advent dari karya-karya Heritage sekarang, dan No More Night menjadi lagu favorit kebanyakan orang Advent.

Sekarang ini telah terkumpul kurang lebih 30 karya lagu yang telah dikirim oleh pencipta lagu di Tanah Minahasa dan sekitarnya. Lagu-lagu tercipta didominasi genre Pop dan Hymn Gospel. Pop terbagi atas pop biasa dengan progresif akor I – III – IV – V – II – I dan pop kreatif anak milenial seperti juga pada “Scripture Songs” yang kaya akan ritmis, harmoni, fariasi bentuk, bahkan modulasi bergerak adaptasi dengan teks lagu yang sudah ada tanpa aturan tatanan lirik biasanya. Ini biasanya karya anak-anak generasi milenial dan diapresiasi mereka juga.  Demikian juga dengan Pop biasa,  penciptanya yang senang dengan lagu-lagu popular sering terinspirasi lewat beat-beat keyboard dan gitar.

Selain itu ada juga karya Hymn Gospel yang telah diaransemen dalam bentuk tiga dan suara baik untuk sejenis (Male Choir) dan koor campuran. Penggunaan silabis (satu kata satu nada) dan bentuk sanjak strofik (berbait) dan rima suara dalam bentuk yang simetris menghiasi karya-karya cipta ini. Biasanya mereka adalah pencipta-pencipta senior ada dalam masyarakat gereja kita. Sering karya-karya mereka disebut Lagu Tempo Doeloe, Lagu Advent.

Dari beberapa karya yang muncul, hampir tidak ada yang bergenre etnik, baik gaya Mazani ataupun Makaaruyen, maupun gaya Masambo dan Masamper yang mayoritas masyarakat Advent di Minahasa. Hal ini perlu dikaji dan dibicarakan nanti. Mengapa music tradisi belum terekspresi ke dalam nyanyian-nyanyian gereja kita? Apa masalahnya? Padahal paduan suara di Gereja kita sekarang ini banyak membawakan lagu-lagu bergaya etnic amerika, Afro amerika, serta beberapa nyanyian dari gaya tanah Batak? Selain itu fenomena lainnya dari 30-an karya yang masuk tema lagu yang diekspresikan dinominasi dengan tema ucapan syukur atas berkat dan kasih sayang Tuhan, selain itu tema Scripture song yang berisi untaian ayat Alkitab dan Roh Nubuat sebagai media pengingat dan hafalan. Musik yang bertemakan Advent atau kerinduan kedatangan Yesus hanya satu karya saja. Padahal ini merupakan misi gereja kita. Mengapa? Apakah ini pertanda Spirit Advent mulai memudar pada anggota gereja kita? Ini perlu kajian yang lebih dalam.

Anjuran.

  1. Menyangkut Kegiatan Festival Lagu Sion sebaiknya perlu diungkap latar penciptaan lagu baik syair maupun liriknya agar jemaat dapat mengapresiasi dengan baik.
  2. Mengenai penjurian, sebaiknya semua pencipta diberikan penghargaan yang sama agar tidak berbau kompetisi .
  3. Kita perlu menghindar dengan istilah pemenang atau lagu terbaik karena sangat berdampak bagi standard musik gereja. Karena kegiatan ini menurut saya baru dalam mengali potensi kreatifitas mencipta pada anggota jemaat.
  4. Karya-karya ini sebaiknya dilokakaryakan dan direvisi menjadi Karya Musik Advent.
  5. Gereja Advent di Uni kita khususnya harus mempunyai komisi/komite musik yang bertugas bukan sebagai hakim atas karya-karya musik, tetapi sebagai mediator.
  6. UNKLAB sebaiknya mempunyai Progdi Musik Gereja ataupun Progdi Pendidikan Musik sebagai penghasil guru-guru musik Adventis.

Penulis : Dr. Glenie Latuni, M.Sn (Akademisi Universitas Negeri Manad0 – UNIMA)

Berikut nama-nama Pencipta dan Karya Lagu Ciptaan (Total 35 Lagu) :
1. Natalia Tilaar > Engkau Selalu Ada.
2. Ventje Pungus > Di Taman Getsemani & Tuhan Itu Baik.
3. Krisnawati Sibuea > Sabar.
4. Jeinner J. Rawung > Keindahan Sa-BAT & Utuslah Aku.
5. Hanny Sualang > Karena Kasih-Nya & Slamatkan Jiwa-Jiwa.
6. Jacky Pangemanan > Kasih Yang Sejati.
7. Frans Makalew > Janganlah Gelisah Hatimu, Tuhan Gembalaku, Tugas Kaum Pria Advent, Ucapan Bahagia Yesus, Akulah Yang Memilih Kamu & Biji Mata Kesayangan Tuhan.
8. Reynaldo Luas > Puji Syukur Pada Allah & Yesus Kau Sungguh Baik.
9. Boy Otay > Allah Itu Tempat Perlindungan & Penolong Yang Setia.
10. Sonny Nelwan > Sekarang Aku Milikmu & Ku Memuji Selamanya
11. Pdt. Jimson Rantung > MengasihiMu, KeagunganMu & Dengarkan Seruanku.
12. Bradly Ratu Lana > Yesus Segera Datang.
13. Fendi Mambu > Hari Sabat Sampai di Sorga.
14. Yohanis Menda > Telah Hampir Siang.

red007

About netzen Redaksi

Check Also

KBP Pertahankan Gelar di Liga Bridge Indonesia Seri 2

Regu KBP yang diperkuat para pemain nasional, yaitu Denny Sacul/Franky Karwur, Lusje Bojoh/Taufik Asbi serta …