web analytics

Filipina Tinggalkan ASEAN dan Mendekat ke China

Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte, menawarkan negosiasi bilateral dengan Beijing yang selama ini bersitegang dengan Manila terkait sengketa teritorial di Laut China Selatan.

Sikap tersebut tidak saja bertentangan dengan strategi rumpunASEAN. Duterte juga ingin menjauhkan Amerika Serikat dari kawasan, seperti dilaporkan Deutche Welle, Kamis (2/6/2016).

Beijing menyambut tawaran negosiasi bilateral yang diajukan pemerintahan baru Filipina terkait isu Laut China Selatan.

Hubungan kedua negara belakangan memanas setelah sikap agresif Beijing dalam sengketa teritorial tersebut.

Sikap Filipina mulai melunak menyusul kemenangan Duterte dalam pemilu presiden bulan lalu.

“Kita punya perjanjian dengan Barat. Namun, saya ingin semua orang tahu bahwa kami akan mengambil jalan sendiri,” tutur Duterte.

Pandangan sang Presiden terpilih itu berseberangan dengan kebijakan Washington. “Kami tidak akan bergantung pada AS,” ujarnya.

Belum lama ini Filipina menandatangani perjanjian pertahanan dengan AS untuk membangun lima pangkalan militer untuk angkatan laut.

China sejak awal menginginkan konflik di Laut China Selatan diselesaikan lewat jalur bilateral. Sebaliknya, ASEANmenginginkan pembahasan multilateral.

Beijing dikhawatirkan akan menggunakan pengaruhnya untuk menekan negara-negara ASEAN lainnya yang ikut bertikai, seperti Malaysia, Brunei, dan Vietnam.

Duterte yang awalnya mendukung negosiasi multilateral kini malah berbalik arah.

Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay mengklaim sang Presiden menginginkan agar perundingan bilateral dengan China dilanjutkan.

Februari silam Duterte mengatakan akan menyudahi konflik dengan China selama mendapat ganjaran yang setimpal.

“Bangun jalur kereta api untuk kami seperti yang kalian bangun di Afrika. Baru kemudian kita bisa melupakan konflik ini,” kata Duterte seperti dilansir Washington Post.

Mantan Wali Kota Davao itu bahkan mengklaim Filipina tidak membutuhkan campur tangan pengadilan arbitrase internasional.

Padahal, Filipina yang telah mendorong masalah itu ke pengadilan arbitrase internasional dan saat ini sedang menggodok gugatan Manila terkait sengketa Laut China Selatan.

“Saya punya posisi serupa dengan China. Saya tidak ingin menuntaskan sebuah konflik lewat pengadilan internasional,” kata Duterte. (Kompas)

121412820160510cal-Rodrigo1-Digong-Duterte780x390

About Echel

Check Also

Polres Kepulauan Talaud Sosialiasikan Prokes dan Bagikan Masker Gratis pada Operasi Zebra Samrat Hari Ke-11

Talaud, Sulutlink.com – Satlantas Polres Kepulauan Talaud laksanaan Operasi Zebra Samrat hari ke-11 dengan menggelar …