web analytics

Gerakan ISIS di Filipina Selatan, menjadi Perhatian Khusus Laskar Manguni Indonesia – SULUT

laskar-manguni-2MANADO, sulutlink.com – Saat ditemui di “MABES LMI”, Rabu (14/12) dan berbincang-bincang bersama Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI) Pdt Hanny Pantouw STh, beliau menyatakan dengan tegas, bahwa dalam menyikapi pernyataan Pangilma TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyebut saat ini kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sedang membangun basis di Filipina Selatan, ini sudah menjadi “Tanda Awas” bagi NKRI, terlebih khusus masyarakat di Sulawesi Utara.

“Pernyataan Panglima TNI ini harus ditanggapi serius. Jangan dianggap enteng . ISIS sudah membangun basisnya di Filipina Selatan yang jaraknya sudah sangat dekat dengan Sulut”, tegasnya.

Menurutnya, pernyataan Panglima TNI itu menjadi warning bagi masyarakat Sulut untuk selalu waspada, khususnya saat merayakan Natal. “Hari Besar Natal di Sulut sudah dekat, Aparat dan semua elemen masyarakat harus siaga satu saat perayakan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Pantouw menjelaskan, bahwa gerak-gerik ISIS dalam beraksi sulit diketahui, karena mereka bisa melakukan penyamaran dan itu bisa dilakukan secara profesional. “Kadangkala mereka hadir dengan sikap yang alim, menjadi orang yang baik, yang santun dan sebagainya, tapi sewaktu-waktu bisa berubah menjadi radikal bahkan sampai saat melakukan bom bunuh diri, bagi mereka itu adalah perbuatan terpuji. Banyak bukti sudah terjadi didaerah lain, jangan sampai itu terjadi di Sulut,” paparnya.

Untuk itu, Pantouw meminta semua pihak tanpa kecuali untuk ambil bagian dalam memberantas aksi terorisme yang sewaktu-waktu terjadi. “Kita jangan tunggu terjadi baru kita mulai mengobati. Mulai sekarang harus diwaspadai. Tugas ini bukan hanya dilakukan pihak Kepolisian dan TNI tetapi tugas semua warga Sulut. Mari kita menjadi mitra yang baik bagi polisi dan tentara dalam menumpas teroris,” pintanya.

laskar-manguniDitambahkan pula, secara tegas Pantouw menyatakan organisasi yang dipimpinnya menjadi garda terdepan dan menjadi mitra pemerintah dan aparat Kepolisian dan TNI dalam memberantas aksi teroris yang kapan saja bisa menghancurkan.

Pantaouw mengajak semua masyarakat, “Mari kita semua bergandengan tangan dan membangun komitmen bersama bahwa melawan teroris bukan hanya tugas dari Kepolisian dan TNI, tetapi juga tugas semua warga Sulut. Dan LMI selalu siap menjadi organisasi adat untuk menghadapi aksi dari teroris,” imbuhnya. (DKL)

About Redaksi 2

Check Also

Polsek Eris Gelar Operasi Yustisi Prokes di Enam Desa Demi Cegah Penyebaran Covid-19

Tondano, Sulutlink.com – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, Polsek Eris terus menggencarkan kegiatan operasi yustisi …