Hainan Bridge Festival Kembali Digelar

Dokumentasi Hainan Bridge Festival 2019

Sulutlink.com – Selama berkecimpung di olahraga bridge puluhan tahun, ada satu turnamen yang menarik perhatian penulis.
Hainan Bridge Festival di kota Sanya, China nama turnamen tersebut. Mengapa menarik, karena turnamen ini mengkombinasikan parawisata dengan olahraga bridge karena bervariasinya nomor pertandingan dan diselanggrakan pada siang hari. Kecuali event tambahan yg disediakan khusus pada malam hari untuk yang tidak ingin berwisata.
Sanya yang benar-benar sebagian meniru Bali sehingga sering dipelesetkan sebagai Balinya, China adalah kota yang mengutamakan wisata pantai.
Mulai dikenal di dunia bridge ketika menjadi tuan rumah World Bridge Series pada tahun 2014.
Selanjutnya pada tahun 2017 ia mengegerkan dunia bridge ketika menggelar turnamen bridge internasional dengan hadiah yang besar, sekitar Rp. 4 milyar.
Turnamen ini kemudian menjadi kalender tetap akhir tahun. Ramai pesertanya karena tanggal pertandinganpun telah diberitahukan jauh-jauh hari sebelumnya. Ditambah lagi tahun 2018 mereka bekerjasama dengan International Bridge Press Association untuk menghelat penyerahan IPBA Award pada acara upacara pembukaan turnamen.
Untuk 2021 sudah ditetapkan mulai tanggal 30 September – 11 Oktober 2021..
Ada beberapa jenis pertandingan yang dipertandingkan di event ini dengan 4 turnamen utama, yaitu Open Team, Open Pairs, Mixed Team dan Senior Team. Selanjutnya ada MP Pairs, IMP Pairs, BAM Team dan dua nomor istimewa, yaitu Guru-murid, orang tua-anak dan Three Bid Team yang hanya ada di China. Mengenai pertandingan pasangan guru-murid, pelatih dengan anak didiknya serta orang tua dengan anaknya telah diadopsi oleh World Bridge Federation.
Turnamen Three Bid sendiri adalah ciptaan China dimana kontrak akhir hanya ditentukan oleh 3 kali bid dari masing-masing pemain. Namun pass, double dan redouble tidak dihitung. Pesertanya sendiri cukup banyak. Beberapa pemain Indonesia pernah ikut event ini, salah satunya Rustam Effendy yang ketika itu berpasangan dengan Franky Karwur sangat tertarik untuk bisa ikut event ini.
Selain event diatas, setiap malam ada event tambahan, kejuaraan pasangan yang dimulai pukul 20.00 dan biasanya berakhir pukul 22.00 karena hanya memainkan 16 papan. Tapi setiap malam sekitar 80-100 pasangan meramaikan event ini.
Jadwal tiap hari sudah ditetapakan, pagi mulai pukul 10.00, siang mulai pukul 14.00 dan memainkan 22-24 board setiap sessi.
Walaupun pesertanya banyak, perhitungan hasil cepat sekali karena seluruh meja menggunakan bridgemate dan juga disetiap meja sudah disediakan satu set board yang akan dimainkan. Tidak ada perpindahan board. Karena seluruh meja memainkan board yang sama maka ditengah pertandingan bisa diberikan break untuk minum atau merokok atau sekedar istirahat.
Memang peralatan mereka melimpah sehingga bisa melakukan seperti itu. Turnamen Director cukup banyak dan gesit mengatur jalannya pertandingan.
Dari sisi permainan, umumnya peserta levelnya cukup baik sehingga enak untuk dijadikan lawan.
Persoalan utama disini adalah masalah Bahasa. Tapi karena umumnya pemain China hanya menggunakan dua sistim, Natural dan Precision sehingga kendala Bahasa bisa teratasi.
Satu hal yang cukup mengagumkan adalah sistim yang mereka gunakan itu sama. Kalau Precision pasti Weak NT dan 2{ itu Stayman Non Forcing, 2} Stayman Game Forcing dan 2[/] Non Forcing
Dari sisi ini terlihat mereka sudah bisa mengajarkan satu sistim yang seragam buat seluruh pemainnya. Dengan demikian mereka tidak ada kesulitan jika harus bertukar partner.
Ini mungkin yang perlu kita tiru.

Oleh : Bert Toar Polii

You must be logged in to post a comment Login