web analytics

Hasil Lawatan Presiden Jokowi dari Negeri Kangguru

Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, saat melakukan lawatan Kenegaraan ke Australia, Sabtu-Minggu (25-26/2/2017) Foto: Biro Pers Setpres

Sulutlink.com, Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo telah mengunjungi Australia, Sabtu-Minggu (25-26/2/2017). Rencana kunjungan kenegaraan ini sebenarnya direncanakan pada November 2016 lalu, namun dibatalkan karena saat itu di Jakarta sedang ada aksi demo 411.

Dalam lawatan yang berlansung selama dua hari di negeri Kangguru  tersebut, telah mencapai banyak kesepakatan dengan Perdana Menteri Malcom Turnbull.

Presiden Jokowi menguraikan kesepakatan tersebut dalam kerja sama yang dijalin meliputi, ekonomi, politik, hukum, dan keamanan, serta peningkatan hubungan rakyat antarnegara.

Dari akun facebook milik Jokowi dipaparkan, dalam bidang ekonomi, pemimpin kedua negara sepakat menyelesaikan kesepakatan ekonomi IACEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) pada akhir tahun 2017.

“Kami sepakat agar negosiasi IACEPA dapat diselesaikan tahun 2017,” kata Jokowi dalam konferensi pers bersama PM Australia Malcolm Turnbull, di Kirribilli House, kediaman resmi PM Australia di Sydney, Minggu (26/2) pagi.

Kerja sama IACEPA, fokus pada sektor-sektor yang sangat signifikan bagi kedua negara. Sektor tersebut adalah jasa keuangan, jasa pendidikan, dan jasa tenaga kerja.

Di bidang perdagangan, Indonesia mendapatkan akses untuk pasar herbisida dan pestisida. Nilai impor Australia untuk kedua jenis zat kimia pembasmi hama tersebut mencapai US$1,3-1,5 miliar atau setara Rp19,5 triliun. ” Dulu, karena hambatan tarif nilai ekspor dua zat pembasmi hama itu hanya sekitar US$50 juta,” tulisnya dikutip dari akun tersebut.

Pemerintah juga telah menetapkan relaksasi berat sapi. Sebelumnya, sapi yang boleh masuk adalah sapi dengan bobot maksimal 350 kg, kini menjadi 440 kg. Dengan begitu, harga sapi bakalan turun US$1 per kg.

Di bidang investasi, nilai investasi dari investor Australia sebesar Rp39 triliun dalam 3-5 tahun ke depan. Sektor yang disuntik investasi adalah pertambangan, wisata bahari, infrastruktur, prasarana air, hingga ekonomi digital.

Hubungan hukum dan pertahanan kedua yang sempat panas karena hukuman mati warga Australia, April 2015 dan masalah pelecehan Pancasila, awal bulan lalu, kini dibangun kembali.

“Presiden Jokowi dan saya setuju melanjutkan kembali seluruh kerja sama pertahanan, baik dalam penukaran (perwira), pelatihan, maupun kegiatan lainnya,” kata Turnbull, seperti dikutip dari Setkab.go.id.

Sedangkan Indonesia, akan menyamakan tarif bea masuk gula Australia dengan gula dari ASEAN. “Ini dilakukan untuk menghindari ketergantungan impor gula dari satu negara,” tulis akun Jokowi.

Lalu di bidang hukum dan keamanan, Indonesia dan Australia sepakat meningkatkan kerja sama penanggulangan kejahatan lintas negara, terorisme dan IUU Fishing (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing).

Australia, kata dia, berkomitmen atas kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia. “Sebagai sesama negara maritim, Indonesia dan Australia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama maritim,” kata Turnbull.

Saat ini di tahun 2017, Pemerintah Australia berencana akan membuka konsulat jenderal baru di Surabaya. (red.)

 

About Redaksi 2

Check Also

Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara Gelar Roling pejabat Di Lingkungan Pemkab Mitra.

Mitra – sulutllink. Com – Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH,MH hari ini, …