web analytics

“Hirup Lem Eha-Bond di Belakang Kami”

Manado, Sulutlink.com – Tidak sadar dengan bahaya penyalahgunaan Lem Eha Bond yang mengakibat candu seperti Rokok, Alkohol dan Narkotika lainnya, banyak remaja, generasi muda yang terjerumus dalam kebiasaan buruk. Orang Tua yang berharap anak-anak menjadi orang yang berguna dan membahagiakan keluarga tentu menjadi khawatir. “Di depan kami menyatakan akan berubah baik. Tapi, hirup lem Eha-Bond di belakang kami”, kata seorang ibu yang mengakui perilaku anaknya saat kegiatan Dukungan Keluarga Layanan Pascarehabilitasi yang digulir Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara di Kantor BNN Rabu, 15 Mei 2019 ini.

Namun, ibu ini bersyukur, dengan pendampingan dari BNN Prov. Sulut, saat ini sudah banyak kemajuan. Ibu Lusi –bukan nama sebenarnya, berterima kasih kepada BNN Prov. Sulut. Ini diutarakan kepada Jeinner J. Rawung, S.Psi., M.Pd yang menjadi Fasilitator dan mengulas materi ‘ Komunikasi Efektif’.

Memang, dampak buruk candu Lem Eha-Bond tidak jauh berbeda dengan zat adiktif lainnya. Hal yang mengerikan bisa membuat keadaan buruk bagi kesehatan si penyalahguna. Lem untuk barang dan benda, justru masuk ke saluran pernafasan, yang dapat mengakibatkan Kerusakan Otak, saraf, paru-paru, pola berpikir, membuat sukar belajar, melemahkan otot, depresi sampai keinginan bunuh diri, sakit kepala dan lainnya.

Rawung dalam kegiatan ‘Family Support Group’ itu, memotivasi orang tua dari Rehabilitan untuk terus berupaya berbicara dari hati ke hati dengan anak-anak, menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat mereka dan menguatkan ketika anak-anak khawatir, terus mengingatkan hal yang baik, plus tidak putus-putusnya berdoa sebelum mengajak anak berbicara bersama.

“Saya percaya ibu-ibu semua bisa, apalagi ini bulan Baik (Ramadhan) bagi yang muslim”, kata Rawung yang juga adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Psikologi UKIT Tomohon YPTK GMIM itu. Beberapa Fasilitator yang terus eksis memotivasi keluarga Rehabilitan, selain Founder Psikologi Brilliant Indonesia itu ada juga Psikolog Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Prov. Sulut Elis Ratnawati, S.Psi., M.Si. Kegiatan itu diorganisasi oleh Bidang Rehabilitasi yang dipimpin Kepala Bidang Dr. Reinne G. Wowiling, MARS dan Kepala Seksi Pascarehabilitasi BNNP Sulut Dr. Cintami.

About netzen Redaksi

Check Also

Banggarr DPRD Beber Keluhan Komunitas Petani Sulut Terkait Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Sulutlink.com –   Terkait apa yang  dikeluhkan oleh komunitas petani  yang disampaikan pada saat reses para …