web analytics

India Terobos Dominasi Eropa, 2 Tim USA Gagal ke 8 Besar

Oleh : Bert Toar Polii


Sulutlink.com
– Pertandingan terakhir dari The 45th World Bridge Team 2021 yang berlangsung di Salsomaggiore, Italia berlangsung sungguh menegangkan.

Kecuali di The Venice Cup dimana 8 peserta babak knock-out telah memastikan diri sebelum session terakhir, di tiga nomor lainnya masih seru menentukan tim yang akan lolos.
India akhirnya berasil mengusik dominasi Eropa setelah berhasil menjadi peringkat 5 di d’Orsi Senior Trophy.
Selain Eropa dan India di babak knock-out 8 besar, USA mengirimkan 6 tim dari 8 tim yang ikut.
USA gagal mengirimkan dua wakil di Venice Cup dan Wuhan Cup.
Kalau kita melihat pada hasil dari The 44th World Bridge Team Championships 2019 di Wuhan, China, pada babak 8 besar ada China di Bermuda Bowl, China dan Jepang di Venice Cup, India, China dan China Taipei di d’Orsi Trophy dan China di Wuhan Cup.
Akibat pandemic covid-19, China, Jepang dan China Taipei memilih mundur termasuk Indonesia yang sebenarnya berpeluang di Venice Cup dan Wuhan Cup.
.
The Bermuda Bowl
Peringkat akhir Bermuda Bowl akhirnya tidak banyak berubah. Setelah menyelesaikan 23 session babak penyisihan, Swiss salah satu favorit juara tetap memimpin di tempat teratas. Mereka disusul Belanda di peringkat kedua..
Tempat ketiga masih didududuki salah satu regu favorit USA2. Menariknya di tempat keempat tampil regu kejutan Hongaria.
Ditempat kelima Inggeris menyusul Italia, Norwegia dan terakhir USA1,
USA1 di babak terakhir hamper saja tergelincir karena Denmark saingannya sempat mengejutkan mengalahkan USA2 sedangkan USA1 dibekuk China Hongkong. Sampai Board 14 China Hongkong unggul 32-10 Imp sedangkan Denmark vs USA2 sampai board 12 Denmark unggul 28-5 imp. Pada posisi ini Denmark telah menyalip USA1. Untung saja di board sisa kedua tim USA mampu meraih skor sehingga USA1 tidak jadi tersingkir.
Drama belum berakhir karena dengan lolosnya Hongaria diperingkat 4 membuat pening kepala Non Playing Captain (NPC) dari tim yang berada diperingkat 1-3 karena mereka harus memilih 4 tim tangguh Inggeris, Italia, Norwegia dan USA1.
Sesuai dugaan penulis Swiss akan memilih Inggeris kemudian Belanda dengan berat hati memilih Italia itu juga pilihan yang wajar karena Italia hanya memiliki dua pasangan yang kuat.
USA2 tentu saja harus memilih Norwegia karena tidak mungkin memilih USA1. Akibatnya USA1 harus berhadapan dengan regu kejutan Hongaria.
Selanjutnya sesuai aturan Swiss sebagai juara berhak memilih bracket yang akan dihadapi di semi final dan mereka memilih bracket USA2 vs Norwegia.
Hal ini bisa saja tidak terjadi kalau kedua tim USA lolos ke semi final. Karena sesuai aturan mereka harus saling berhadapan dan Swiss harus berhadapan dengan pemenang Italia vs Belanda.
Babak 8 besar akan berlangsung dua hari memainkan 6 session.

The Venice Cup
Di The Venice Cup, pertarungan session terakhir berlangsung tidak terlalu menegangkan karena peserta 8 besar sudah ditentukan setelah berakhirnya session 22.
Perbedaan sekitar 12 VP antara peringkat 8 Perancis dan peringkat 9 Norwegia membuat praktis hanya keajaiban yang bisa merubah peringkat 8 besar.
Polandia keluar sebagai juara dengan meraih 352.04 VP tertinggi dari 4 nomor yang dipertandingkan.
Sepertinya tahun ini akan menjadi milik Polandia. Namun di babak knock-out semua bisa saja terjadi.
Inggeris menyusul ditempat kedua dengan skor 304.29 atau selisih hamper 2 match. Suatu hasil fantastis untuk event sekelas Venice Cup.
Tempat ketiga tampil Swedia disusul USA2, Turki, Italia , Denmark dan Perancis.
Polandia kemudian memilih Denmark, Inggeris menjatuhkan pilihan kepad Perancis. Disusul Swedia memilih Italia dan USA2 harus berhadapan dengan Turki.
Polandia memilih braket USA2 vs Turki di semi final
d’Orsi Tropy

Di kategori senior pertandingan session terakhir masih seru karena ada 6 negara yang berebut 1 tempat tersisa Bulgaria, Islandia, Italia, Turki dan Argentina.
Hasil akhir Bulgaria yang memenangkan persaingan dan bertengger di peringkat 8.

USA1 yang diperkuat pemain flamboyant Zia Mahmood yang berpasangan dengan salah seorang pemain bridge terbaik dunia Jeff Mecstroth keluar sebagai juara.
Mereka disusul Denmark, Polandia, Perancis kemudian India satu-satunya yang bukan dari Zone Eropa yang lolos ke babak 8 besar.
Sesudah India menyusul Swedia dan USA2.
USA1 sebagai juara pastilah memilih India sebagai lawannya walaupun mereka berada diperingkat 5.
Ini hal biasa di kejuaraan dunia dimana USA atau negara dari zone Eropa akan menjatuhkan pilihan pertama kepada negara diluar zonenya untuk dipilih sebagai pilihan pertama.
Penulis sudah mengalaminya tahun 2011 di The Venice Cup 2011 yang berlangsung di Veldhoven Belanda sebagai NPC tim putri.
Saat pertemuan kapten saya kebetulan duduk bersebelahan dengan juaranya tim USA karena kebetulan pelatih tim USA adalah Erick Kokish yang juga mantan pelatih timnas Indonesia.
Ketika NPC tim USA sebagai juara ditanya mau pilih siapa ia dengan lantang menyebut Indonesia.
Pilihannya ternyata salah karena mereka kalah. Semoga India bernasib sama dengan Indonesia waktu itu.
Denmark memilih USA2, suatu pilihan yang wajar ketimbang memilih sesame negara Eropa,
Poland memilih Bulgaria dan Perancis melawan Swedia.
USA1 memilih bracket Polandia vs Bulgaria, Tapi sama seperti di Bermuda Bowl bisa tidak terjadi jika dua tim USA lolos ke semi final.

The Wuhan Cup
Pada nomor mixed team praktis 7 tim yang akan lolos sudah kelihatan.
Session terakhir hanya memperebutkan peringkat 8 antara Latvia, Denmark dan Australia.
Sebenarnya Denmark lebih diuntungkan karena melawan Argentina yang berada di peringkat 16. Latvia harus berhadapan dengan Israel peringkat 12 dan Australia harus berhadapan dengan Belgia peringkat 3.
Penulis sempat mengfavoritkan Denmark yang akan lolos dan sampai board 10 iya, Denmark unggul 25-7 imp. Sayangnya pada board ke 11 Denmark membuat blunder bid 7D dimana DA berada di lawan dan kalah 14 imp. Latvia menang dari Israel dan lolos.

Perancis tampil ditempat teratas disusul USA1, Belgia, Polandia, Italia, Rumania, Latvia dan Jerman.
Perancis sedikit aneh memilih Rumania sebagai lawannya di 8 besar. Karena Rumania adalah peringkat 3 The Wuhan Cup 2019. Mari kita tunggu, Padahal kalau pertimbangan carry-over seharusnya yang dipilih Italia. USA1 jelas memilih Latvia. Belgia memilih Jerman dan Italia harus berhadapan dengan Polandia.
Perancis memilih bracket Polandia vs Italia.
Buat penggemar Challenge di BBO, beberapa pemain Rumania adalah penggemar Challenge dan sering jadi lawan penulis.

About Redaksi 2

Check Also

Tim DPRD Sulut Pimpinan Fransiscus Silangen Mengakhiri Kemenangan 3-0 Atas Tim Forward di Stadion Koni Sario Manado

  Sulutlink.com – Jalin Persahabatan melalui Pertandingan yang mempertemukan Tim Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) …