web analytics

Industri Rumah Kayu Sulut Makin Berkembang – Perlu Dukungan Pemerintah

Industri rumah kayu di Sulawesi Utara diperkirakan dimulai sejak tahun 1970an. Pada awalnya industri rumah kayu ini hanya untuk konsumsi lokal di Sulawesi Utara. Namun lebih 25 tahun yang lalu terus menggeliat hingga saat ini bahkan terus berkembang. Hal ini disebabkan karena para turis mancanegara yang berkunjung menyaksikan secara langsung bentuk rumah yang artistik dan kualitasnya yang baik.

Sebut saja industri rumah kayu di Woloan – Tomohon yang terus bertahan bahkan cenderung berkembang meskipun meliwati krisis ekonomi global.  Menurut Ferdy Runtu warga Woloan yang sejak lama menggeluti usaha rumah kayu ini, produksi rumah kayunya bukan saja dibeli oleh warga Sulawesi Utara namun sudah sampai ke mancanegara.

Menurut Danny salah satu tukang yang sementara bekerja mengatakan teman-temannya sekarang ini ada di Dubai untuk memasang rumah yang dibeli warga sana. Lebih lanjut menurut Danny,  rumah kayu yang mereka kerjakan sudah sampai ke Belanda, Qatar, Jepang, Cina, Australia, dan beberapa Negara yang lain.

Lebih lanjut menurut Ferdy, rumah kayu yang dia usahakan memang harganya terus merangkak naik karena harga kayu yang semakin tinggi. Saat ini untuk rumah tinggal harganya berkisar Rp. 3 juta per meter sedangkan untuk Gazebo dengan ukuran 3 x 3 dijual dengan harga berkisar Rp. 25 juta.

Exif_JPEG_420
Industri Rumah Kayu

Industri rumah kayu ini bukan hanya di Woloan saja tetapi industry ini berkembang juga di Mokobang, Modoinding, Minahasa Selatan dan juga di Tombasian Bawah, Kawangkoan. Ketiga desa penghasil rumah kayu ini memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya industry rumah kayu asal Mokobang memiliki akses lebih mudah dalam memperoleh kayu namun cukup jauh dari Kota Manado.  Untuk desa Tombasian Bawah berada di tengah Sulawesi Utara dengan akses ke Manado dan akses mendapatkan bahan baku lebih mudah dibandingkan dengan dari desa Woloan namun lokasinya juga berada di tengah, sedangkan desa Woloan relative dekat dengan Manado dan Bitung namun relativf sulit mendapatkan bahan baku utama yaitu kayu. Soal harga ketiga tempat ini tetap bersaing, tinggal kualitasnya saja harus tetap ditingkatkan.

Menurut Petrus, salah satu pengusaha rumah kayu, beliau berharap dukungan pemerintah dalam mengembangkan industri rumah kayu yang menurutnya masuk sebagai kategori industry kecil.  Diharapkan juga untuk perijinan dapat dipermudah sehingga pengiriman ke luar negeri dapat lebih lancar begitu pula dengan pengiriman antar daerah.

Exif_JPEG_420
Rumah Kayu di Woloan Tomohon

About Echel

Check Also

Personel Polres Talaud Beserta Jajaran Amankan Jalannya Kegiatan Gerbangdutas yang Dihadiri Langsung Menko Polhukam Mahfud MD

Talaud, Sulutlink.com – Personel Polres Kepulauan Talaud dan jajaran mengamankan jalannya kegiatan Gerakan Pembangunan Terpadu …