web analytics

Inilah Yang Perlu Diketahui Orang Tua Tentang Varian Delta Terhadap Anak-anak

Doc. Pinterest (@pngtree)

Sulutlink.com – Varian Delta sangat menular dan terus menyebar, banyak orang tua yang khawatir tentang hal ini bagi anak-anak mereka yang tidak divaksinasi.

Data menunjukan anak-anak sebagian besar telah terhindar dari komplikasi serius COVID-19 selama pandemi, sementara lebih dari 4 juta anak telah tertular SARS-CoV-2, sebagian besar kasusnya ringan, jarang menyebabkan rawat inap ataupun kematian.

Berbagai laporan tentang adanya anak-anak yang dirawat di unit perawatan intensif dan banyak anak yang didiagnosis dengan COVID-19 namun nyatanya tingkat rawat inap dan risiko penyakit parah belum meningkat di antara anak-anak. Hal ini dibuktikan melalui data terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika.

Para ahli penyakit menular tidak terkejut melihat kasus meningkat di kalangan anak muda karena jutaan orang tetap tidak divaksinasi dan kembali ke kegiatan rutin mereka bersama komunitas mereka.

Mengutip Healthline, Dr. Amesh Adalja, pakar penyakit menular dan sarjana senior di Johns Hopkins University Center for Health Security sampaikan anak-anak terhindar dari konsekuensi parah COVID-19 dan kecil kemungkinannya untuk menyebarkannya, dan saya pikir itu tetap berlaku untuk varian delta meskipun ada berita utama yang menakutkan.

Delta adalah varian yang lebih menular dan diperkirakan akan memicu wabah di daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah dan karena banyak anak yang tidak divaksinasi, mereka tetap rentan tertular virus.

Anak-anak juga lebih sering beraktivitas sosial daripada orang dewasa karena risikonya yang rendah untuk sakit parah akibat COVID-19.

“Masyarakat tidak perlu heran dengan kasus-kasus tersebut, karena virus ini tidak akan hilang atau diberantas,” kata Adalja.

Menurut Adalja pihaknya tidak akan mendorong virus ini ke titik nol, namun mereka bertujuan untuk menghilangkan kempampuan virus untuk sebabkan penyakit parah hingga kematian.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) , anak-anak masih memiliki risiko rendah untuk sakit parah akibat COVID-19.

Data terbaru menunjukkan bahwa anak-anak menyumbang sekitar 1,3 hingga 3,6 persen dari total rawat inap yang dilaporkan, dan sekitar 0,1 hingga 1,9 persen dari semua kasus COVID-19 pada anak-anak mengakibatkan rawat inap.

Hal ini dibenarkan Dr. Monica Gandhi, spesialis penyakit menular dari University of California, San Francisco, menurutnya rawat inap tidak meningkat pada anak-anak akibat varian delta, sehingga mereka tampaknya masih berisiko rendah COVID-19 bahkan dengan varian ini.

Namun beberapa ahli juga sampaikan bahwa sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak yang memiliki masalah medis memiliki risiko komplikasi yang lebih besar.

Cara paling efektif untuk menjaga anak-anak tetap aman adalah dengan lebih banyak orang dewasa yang divaksinasi dan mengurangi peluang penyebaran virus corona disekitar anda.

(edit:ryn)

About Redaksi 2

Check Also

Wakili Danramil 1302-11/Ratahan, Sertu Ibrahim K Hilibala Hadiri Rapat Khusus Tindak Lanjut PPKM Mikro

Minahasa Tenggara, Sulutlink.com – Rapat mengenai tindak lanjut PPKM Mikro yang dilaksanakan oleh Tim Satgas …

Leave a Reply