web analytics

Jagung Hibridah JH37 Inovasi Anak Bangsa, Lumentut: Boleh Membuka Lapangan Pekerjaan Kepada Petani

Penangkar Benih Jagung Varietas JH37 Kabupaten Minahasa, Maikel Lumentut

Minahasa-Sulutlink.com-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa terus mengembangkan kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan untuk mendukung ketersediaan benih secara nasional dalam hal ini Jagung yang merupakan varietas unggulan yaitu Benih Jagung Hibrida JH 37.

Salahsatu bukti dari ketersediaan Pangan yaitu Panen Raya jagung Varietas JH 37 yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani yang ada di Kec Remboken Kabupaten Minahasa Jumat (11/09), beberapa waktu yang lalu

Kegiatan yang di sponsori oleh Balit Sereal Maros, PT TWIN dan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa yang melibatkan kelompok tani dan Pengelola penangkar benih jagung JH 37 Kabupaten Minahasa ini membuktikan bahwa Jagung JH 37 sangat menguntungkan dan sangat diminati oleh petani.

Pengelola sekaligus penangkar Benih JH 37 Maikel Lumentut menjelaskan bahwa Benih Jagung JH 37Karya Anak Bangsa mampu memproduksi benih sendiri tanpa harus mengimport dari negara lain.

“Untuk memperoleh bibit yang berkwalitas tanpa harus import dari luar negeri maka kami dipercayakan untuk melakukan penangkaran bibit jagung yang berkwalitas varietas JH 37” Ujar Maikel kepada awak media pada Sabtu (19/09) di Remboken.

Ia menambahkan bahwa bibit jagung varietas JH37 berbeda dengan bibit jagung hibrida lainnya. “Dari Segi Hasil JH37 lebih banyak, dan juga kami pihak penangkar langsung membeli kepada Petani dengan harga yang tinggi sehingga petani akan lebih giat dalam hal menanam jagung JH37.” Pungkasnya.

“Kami sebagai pengelola sekaligus penangkar yang dipercayakan merasa terbantu dengan bantuan ini, secara tidak langsung kami juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi petani dalam proses pengolahan, tanam, sampai panen, sehingga dapat meningkatkan perekonomian di tingkat petani karena hasil glondongan kering sawah (GKS) langsung diopkup oleh lisensor yang bekerja sama, dalam hal ini PT. TWINN” ujar Maikel.

Harapannya selaku petani penangkar selanjutnya adalah supaya benih jagung hibrida hasil panen ini dapat dimanfaatkan oleh petani dan kegiatan korporasi ini terus diberikan untuk melatih petani-petani penangkar benih di Sulawesi Utara.

Diketahuj jagung Hibrida jenis lainnya masih diimport dari luar negeri. (Prokla)

About Prokla

Check Also

Raih Tujuh Kali WTP Berturut-Turut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Terima Penghargaan Kementrian Keuangan

Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si secara virtual lewat zoom meeting mengikuti acara …