web analytics

Jangan Gunakan Double Sembarangan

Manado, Sulutlink.com – Double dalam permainan bridge menjadi sarana untuk digunakan memberitahukan suatu kondisi tertentu baik itu mengenai suatu pegangan atau mengenai informasi untuk lead dan bahkan dimanfaatkan menentukan sacriface atau double ketika lawan bid slam. Diawal bidding kita mengenal istilah take-out double kemudian ada negative double dan responsive double selanjutnya ada maksimal double dan optional double, belum lagi ada lead directing double, lightner double dan negative atau positive double dan masih banyak lagi yang lain. Tapi yang paling sering digunakan adalah penalty double. Sayang sekali masih banyak pemain yang menggunakan penalty double secara sembarangan tanpa menyadari kekeliruannya seperti yang terjadi pada papan dibawah ini:

3/S/TB S 876
S J
D AK8652
C 732

S 1053 S AKQJ942
S KQ742 S 10865
D J43 D 9
C K5 C 9

S –
S A93
D Q107
C AQJ10864
Barat Utara Timur Selatan
Memed Bert T Polii
2C Pas
3C 3S 4S Dbl ?
Pass Pass Rdbl Pass
6C //
Double sembarangan dari barat membantu Memed Hendrawan yang kalau barat pass akan kesulitan untuk memilih sig off 5C atau bid 6C. Setelah Bert T Polii melakukan redouble memanfaatkan double dari barat yang berarti void spade maka Memed dengan tenang bid 6C. Kontrak 6C dengan mudah bikin.
Di meja Denny Sacul dan Munawar terjadi penawaran yang cukup unik.
Barat Utara Timur Selatan
Denny Sacul Munawar S
1D Pass
Pass ? 3S 4C 4S
5C Pass Pass Dbl
//
Sulit menyalahkan double Denny Sacul karena lawan sudah pass di 1D akhirnya melaju ke game. Kontrak 5C double berakhir plus 1.
Papan ini muncul pada babak penyisihan 1 session 1 Kejurnas Antar Perkumpulan.2008 di Banten.
Kenapa penulis memilih untuk menampilkan tulisan ini, selain untuk mengenang Almarhum Memed Hendrawan dan juga Almarhum Munawar Sawiruddin juga untuk memberikan pelajaran kepada para pemain muda agar segera mempelajari dasar-dasar penggunaan double. Sepertinya masih banyak pemain muda kita yang belum menguasai secara benar tentang penggunaan double. Kapan itu take-out, kapan penalty dan kapan dalam arti yang lain.
Penulis pernah melakukan kesalahan ini ketika bertanding di New Delhi tahun 80an. Ketika itu penulis dan partner membantu pasangan Taiwan untuk bid grand slam akibat double dari pasangan kami secara sembarangan. Double sembarangan kami memabntu mereka berbagi informasi sehingga bisa bid grand slam.

Oleh : Bert Toar Polii

About Redaksi 2

Check Also

Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di Seleknas AG 2022

Oleh : Bert Toar Polii Sulutlink.com – Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di …