web analytics

Jangan Preemptive Dua Kali Itu Dosa Besar

Oleh : Bert Toar Polii

Ketika kita buka weak two atau preemptive maka dengan sendirinya kita telah menelanjangi pegangan kita baik buat partner maupun lawan.
Jelas semua tahu bahwa pegangan kita lemah tapi mempunyai suit yang bagus.
Walaupun ketiga pemain lainnya mengetahui tapi tentu saja akan sulit bereaksi di tingkat yang sudah tinggi. Mereka harus menebak dan kadang-kadang benar tapi sering juga salah.
Namun ketika kita buka preemptive dan pada kesempatan berikutnya kita bid lagi maka anda telah melanggar salah satu pegangan dalam bermain bridge, yaitu membuat lawan yang membuat keputusan terakhir.
Dengan anda bid lagi, bisa saja anda mengangkat lawan yang sudah di jurang atau menyelamatkan mereka dari kecelakaan.

Sebagai caontoh, anda buka 2S dengan pegangan S KQJxxx Hx D Q109x C xx
Lawan overcall 3H dan partner bid 3S kemudian lawan sebelah kanan anda bid 4H.
Walaupun anda mungkin merasa bagus pegangan anda karena singleton H tapi ada sudah tidak punya hak untuk bid. Tugas anda hanya satu, yaitu Pass.
Ketika anda bid lagi 4S maka partner anda akan mendapat tambahan satu lawan. Seperti kita tahu dalam bridge ada istilah LHO dan RHO atau Left Hand Opponent dan Right Hand Opponent. Nah tindakanmu bid sekali lagi membuat partner mempunyai CHO atau Centre Hand Opponent.
Masalahnya muncul ketika bid 3S adalah strategi partner agar lawan bid 4H dan akan melakukan penalty double.

Beberapa pendekatan Filosofis dalam bermain bridge yang penting di sini – dan pelanggarannya menjadikan ini sebagai dosa besar:
• Bid secepat mungkin dengan tangan yang lemah dan selanjutnya diam;
• Jika Anda bisa, cobalah untuk menggambarkan tangan Anda dalam satu penawaran;
• Buat lawan yang menebak terakhir;
• Membantu pasangan membuat keputusan yang baik (jangan jadi lawannya);
• Beri kesempatan kepada partner untuk membuat keputusan yang baik dan tepat.

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Meidy Tinangon Jadi Nara Sumber Pada Rapat Fasilitasi dan Pembinaan Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

  ” Demokrasi dan Wawasan Kebangsaan: Pemilu 2024 sebagai Sarana Integrasi Bangsa” Januari 27.2023.admin.karel tangka …