web analytics

Jurani Rurubua Apresiasi Keluhan dari Masyarakat, Ini Kebijakan Bapak Presiden JOKOWI

Foto: JURANI RURUBUA

Jurani Rurubua, Apresiasi Keluhan dari Masyarakat Terkait Pelajar Belajar Daring, Ini Kebijakan Bapak Presiden JOKOWI

MANADO,  (sulutlink.com) – Politisi PSI Jurani Rurubua, apresiasi siswa pelajar belajar daring. Pasalnya karena sudah ada himbauan bapak presiden JOKO WIDODO ‘melalui subsidi dana bos untuk sekolah-sekolah  kepada siswa  dalam bentuk pengembalian biaya kuota.

Dikutip dari beberapa tanggapannya;  Jurani Rurubua, menerima laporan masyarakat keterkaitannya dengan kebijakan presiden agar para siswa pelajar di gratiskan belajar daring.

Mencermati apa yang di keluhkan masyarakat, Jurani mempertanyakan kebijakan bapak presiden tentang program siswa pelajar belajar daring oleh pemerintah provinsi dan kabupaten kota jalan atau tidak,” ungkap Jurani kepada wartawan (Selasa 18/8/2020) yang lalu.

Kayaknya, (menduga) red,  pemerintah provinsi dan kabupaten kota kurang memback up apa yg disampaikan bapak presiden.

Jadi itukan tergantung dengan surat keputusan. Cuma kan kami ini anggota dewan kota. Komisi 4 yg sebenarnya menangani ini. Kan saya di komisi 3. Cuman kalau melihat situasi ini, sebenarnya mesti ada kebijakan dari menteri langsung memberikan arahan. Jadi bisa di koordinasikan  ke kabupaten kota juga,” ucap Jurani

Karena sekarang juga riskan.
Pak Nadiem juga memberikan vidio yang kalau zona hijau dan kuning sudah boleh, tapi harus ada ijin keluar orang tua.

Kalau orang tua tidak punya ijin, tidak bisa datang. Itu hak orang tua. Jadi dilema keputusan ini. Jadi memang dari pusat lagi. Kalau kami kan anggota kabupaten kota dan bukan komisi yang bersangkutan.
Tapi kalau saya si sebenarnya yang penting apakah siap sekolahnya,” sambung Jurani

Karena kalau mau dimasukan sekolah juga tapi nantinya berdampak pada kesehatan anak dan lain-lain, jadi kalau memang sekolah  itu sudah siap, ya sudah bagus.

Menurut Jurani, karena apa, survey membuktikan sekolah-sekolah saja yang terutama wc banyak yang tidak bagus. Toilet sekarang di sekolah saja tidak terurus, apalagi tempat cuci tangan, mau sediakan ruang protokol kesehatan yang ideal saja belum bisa. Apalagi ini banyak siswanya.

tambah Jurani, Saya sekarang sementara kuliah di unima dan unsrat. Sedangkan dosen sudah sampaikan ke kami secara daring, tidak masuk. Itu kuliah. Komunikasi secara WA juga tidak masuk. Lebih bagus memang kalau secara langsung.

Jurani, kalau khusus kota manado, (dugaan),red’ kayaknya dari dinas pendidikan juga belum secara tegas mengingatkan kepada sekolah-sekolah untuk menganggarkan dana bos dan subsidinya. Itu kan sudah ada himbauan langsung dari bapak presiden.

“Sebenarnya kalau saya pun melihat, ada juga kendala di mana ada pengeluhan setelah saya reses, ada masyarakat yg mengeluh begini, “Ibu kadangkala kami sudah berkelahi sesama orang tua”
Jadi ada orang tua yg memang tidak mampu, lalu pinjam hp tetangga. Saat pulang orang tua yang satunya bilang begini;
pinjam-pinjam jo tu kuota, biar cuma 10 ribu tidak kase.” Akhirnya sudah baku ambe (terjadilah perdebatan antara orang tua)

Menurut Jurani, Mendikbud ada 8 program, salah satunya mengembalikan uang kuota kepada anak-anak dan orang tua. Tapi sampai sekarang terus terang,  belum memperoleh itu. Itu bagaimana ?

Sebenarnya itu dari pihak sekolah yang harus mengkoordinasikan hal itu. Dinas pendidikan juga harus lebih pro aktif,” imbuhnya

Tapi apakah tidak ada pemanggilan untuk kadis-kadis agar datang?

Sebenarnya harus. Cuma kan pemanggilan begitu bukan dari komisi kami. Tapi komisi 4,” tandas Jurani (***/Karel)

About DeProS Red

Check Also

Berty Kapojos Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sulut Tahun 2022

Minut, Sulutlink.com – Anggota DPRD Provinsi Sulut Berty Kapojos, S.Sos, gelar kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper) …