web analytics

Karyawan BRI Dikuliahi Bisnis Tinutuan & Klapertat

IMG_20170426_145353Sulutlink, Manado.  Corporat University Bank BRI membekali karyawan ritelnya tentang bisnis Kuliner khas Manado yaitu Bubur Manado alias Tinutuan dan Kue Klapertat.

Kegiatan di Hotel Swessbel Manado (26/4) berupa seminar sehari profile bisnis mikro mengangkat prospek usaha kuliner khas Manado yaitu Tinutuan dan Klapertat, yang diprakarsai BRI Corporate University Regional Kampus Makasar  yang diikuti karyawan di Unit – unit  BRI di Wilayah Kantor Manado yang kesehariannya berhadapan langsung dengan pelaku UMKM.

Menurut Slamet Ristanto Head of Campus Regional Kampus Makasar BRI Corporate University, sasaranya agar peserta seminar mendapat pengetahuan lebih mendalam tentang seluk beluk bisnis kuliner asli Manado ini, sehingga kedepan lebih berani melakukan terobosan pasar disektor bisnis kuliner Tinutuan dan Klapertat yang sedang naik daun saat ini dengan mengait lebih banyak pelaku UMKM bersama BRI Ritel.

Alasan dipilihnya Kuliner Tinutuan dan Klapertat, dengan melihat peluang bisnisnya yang sangat besar seiring kemajuan sektor pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara yang tidak lepas dari sektor kuliner.

Kata Slamet, diharapkan Tinutuan dan Klapertat tidak hanya dikenal di Sulawesi Utara tetapi dapat dipromosi lebih luas lagi di tingkat Nasional hingga Internasional.

BRI pada posisi tidak hanya memberi uang kepada pelaku UKM tetapi juga mendidik mereka agar lebih berhasil dan lebih besar usahanya.

Ditambahkan Bagyo Mujiharjo, Dean Of Mikro Banking Academy sebagai salah satu program study (Fakultas ) di BRI Corporate University ( Corpus ) memberi pendidikan kepada 130 Ribu karyawan BRI melalui Webbinar, Seminar dan BRISmart

Seminar juga menghadirkan pelaku usaha UKM agar karyawan tambah wawasan dan keberanian  dalam mengambil keputusan dilapangan dan materi pelajaran dapat diakses secara on line yang disiapkan oleh BRI Corporate University seperti Webbinar dan BRISmart.

Diakui Mujiharjo untuk sementara masih fokus pada pendidikan internal karyawan BRI, juga termasuk anak perusahaan. Standar kurikulum Nasional juga diberlakukan sesuai tingkat posisi jabatan yang akan ditawarkan bagi karyawan tersebut.

Untuk kemungkinan kerja sama dengan institusi atau lembaga bisnis di luar BRI,  menurut Mujiharjo harus dilakukan kajian labih dalam utamanya terkait kesiapan BRI Corpus baik tenaga pengajar dan fasilitas fisiklainnya.

Selama ini tenaga pengajar umumnya dari internal BRI yang telah berpengalaman dibidangnya, namun ada juga tenaga pengajar dari luar BRI yang tentu keahliannya tidak dimiliki BRI, jelas Mujiharjo diakhir wawancara dengan media ini.  (Jansen)

 

About Redaksi 2

Check Also

Pengprov Gabsi DKI Manfaatkan Bridge Centre Bulungan Secara Maksimal

Pengprov Gabsi DKI memanfaatkan Bridge Centre Bulungan secara maksimal setelah selesai di renovasi oleh Pemda …