web analytics

Kejayaan Amerika Serikat Tercoreng di Wuhan


Oleh : Bert Toar Polii
Kejayaan Amerika Serikat di cabang olahraga bridge tercoreng di Wuhan. Amerika Serikat khusus dalam event World Bridge Team Championships mendapat keistimewaan khusus oleh World Bridge Federation dengan memberikan kuota dua tim. Pertimbangan ini diambil karena Amerika Serikat memiliki jumlah anggota terbanyak didunia yang otomatis juga mempunyai banyak pemain terbaik.
Selama ini memang terbukti, dimana sering ada dua tim Amerika Serikat di semi final. WBF membuat aturan kedua tim Amerika Serikat kalau lolos ke babak semi final mereka harus saling berhadapan. Dengan demikian tidak ada final sesama Amerika Serikat.
Namun di Wuhan dari 4 nomor yang dipertandingkan dimana mereka mengirimkan 4 wakilnya, tinggal ada dua tim yang berlaga di semi final.


Dengan hasil ini, bias dikatakan Amerika Serikat tercoreng bahkan prestasi mereka ini sama dengan prestasi dari Eropa Timur yang mengirimkan tiga wakil di semi final, yaitu Rumania, Russia dan Polandia.
Belanda dan Inggeris Berjaya mengirimkan 3 wakil di semi final dan kejutan besar diciptakan oleh India. Kejutan lain adalah tumbangnya salah satu favorit di Bermuda Bowl juara dunia 2013 Italia oleh Norwegia. Hal yang sama juga terjadi dengan Perancis dan Italia yang kali ini tidak mengirimkan wakilnya di semi final. Sukses terbesar diraih Belanda yang meraih hasil maksimal dengan meloloskan 3 wakilnya. Inggeris memang meloloskan 3 wakilnya tapi mereka ikut di 4 nomor pertandingan.
The 44th World Bridge Team Champioship mempertandingkan 4 nomor pertandingan, Bermuda Bowl untuk Open Team, Venice Cup untuk Women Team, d’Orsi Trophy untuk senior team dan Wuhan Cup untuk Mixed Team.
Event ini mirip World Cup dalam sepakbola karena hanya diikuti 24 negara yang telah diseleksi dulu sebelumnya di wilayah masing-masing.
Pertarungan babak semi final akan berlangsung dua hari mulai hari ini seperti skema di bawah artikel ini.
Indonesia Buat Kejutan di WTOT
Sementara itu Tim Indonesia Open yang diperkuat oleh Robert Tobing, Noldy George, Franky karwur, Jemmy Bojoh, Stefanus Supeno dan Leslie Gontha dengan NPC Kamto tampil mengejutkan di 12th World Transnational Open Team Championship (WTOT). Setelah menyelesaikan 10 session dari rencana 15 session mereka menempati peringkat kedua dibawah Shen.
Tim Indonesia Mixed yang diperkuat Lusje Bojoh, Conny F Sumampouw, Ernis Sefita, Taufik Asbi, Denny Sacul dan Anthony Soebroto dengan NPC Santje Panelewen berada di peringkat 10. Tim Indonesia Senior yang diperkuat Henky Lasut, Eddy Manoppo, Bambang Hartono, Tanudjan Sugiarto, Apin Nurhalim dan Bert Toar Polii serta NPC Paulus Sugandi masih tercecer di peringkat 20.
Masih tersisa 5 session hari ini dan peringkat 1-32 terbaik lolos ke babak knock-out 32 besar.
Hari ini event ini menjadi bertambah berat karena ada 9 tim yang kalah dari babak quarter final Bermuda Bowl, Venice Cup, d’Orsi Trophy dan Wuhan Cup ikut turun bertanding. Sesuai peraturan pertandingan ke 9 tim ini mendapat angka seperti peringkat 32.
Peringkat 32 mendapat 110.51 VP sehingga ada 10 tim yang meraih angka yang sama. Tim Indonesia senior meraih 115.01 di peringkat 20.
5 session terakhir hari ini akan menjadi pertarungan keras yang sangat menentukan.
1 SHEN 143.34
2 INDONESIA Open 136.56
3 CRE8IVE 133.26
4 RUSSIA Open 131.87
5 POLMANY 130.27
6 SIVY A 126.63
7 SWISS TEAM 125.19
8 BRIDGESCANNER 124.76
9 INDONESIA Mixed 124.60
10 REIGNWOOD 124.47

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara Gelar Roling pejabat Di Lingkungan Pemkab Mitra.

Mitra – sulutllink. Com – Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH,MH hari ini, …