web analytics

Ketua Fraksi Nyiur Melambai Wenny Lumentut, Minta Oknum Siswa Pelaku Penikaman Terhadap Gurunya Dihukum Seberat-beratnya

Deprov, Sulutlink.com – Peristiwa penikaman yang terjadi pada Senin, (21/102019) terhadap korban Alexander Pangkey, Guru di SMK Ichthus, Manado, masih terus bergulir dan menjadi keprihatinan pihak publik, LSM, maupun lembaga legislatif diantaranya Ketua Fraksi Nyiur Melambai Wenny Lumentut.

Ditanya terkait peristiwa penikaman oleh oknum siswa terhadap gurunya, pihaknya menilai bahwa Oknum siswa pelaku penikaman terhadap Gurunya itu adalah perbuatan terkutuk, mental so rusak,”ucap Lumentut kepada wartawan, Rabu, 23/10/2019 tadi siang

“Oleh sebab itu dari fraksi nyiur melambai, sebagai Ketua fraksi saya mengingatkan agar orang tua lebih proaktif terhadap perkembangan anak-anaknya yang sekolah dan selalu serius memperhatikan terutama lingkungan. Karena pengaruh lingkungan tidak baik anaknya jadi beringas. Orang tua harus mendidik anaknya, mengawasi anaknya. Jangan anaknya menjadi terlantar.

“Karena lingkungan tidak baik anaknya jadi beringas. Oleh karena itu mulai dari sekarang lebih proaktif, mengawasi anaknya yang sekolah.

“Masyarakat sulut nyanda ada tu kalakuan-kalakuan bagitu. Itu cuma ada di tampa laeng. Jadi saya minta oknum siswa pelaku penikaman terhadap gurunya itu, dihukum seberat-beratnya,” tandas Wenny Lumentut, Politisi Partai Gerindra.

Berikut kutipan kronologi kejadian; Diketahui peristiwa yang terjadi di halaman sekolah, Senin (21/10/2019), korban sempat mendapat perawatan intensif di ruangan resusitasi selama 10 jam. Namun, korban mengembuskan napas terakhir, Selasa dini hari 22/10/2019 (red).

Informasi dari pihak rumah sakit, korban meninggal akibat pendarahan hebat. Setelah meninggal, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi.

Kematian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Istri korban, Silvia Walalangi mengaku masih syok mengetahui sang suami meninggal, apalagi penyebabnya karena ditikam oleh siswa.

“Silvia berharap agar siswa yang menikam suaminya hingga tewas, mendapat hukuman setimpal. Perbuatan  sang siswa yang menusuk suaminya 14 kali hingga luka parah dinilai terbilang sadis,”

“Suami saya mati bukan karena sakit, tapi karena penganiayaan dengan senjata tajam hingga 14 tusukan. Kami berharap mendapat keadilan, proses hukum berjalan dengan bagus, adil, dan transparan. Pelaku mesti dihukum setimpal karena telah menghilangkan nyawa suami saya,” kata Silvia

Diketahui, korban ditusuk oleh siswa SMK Ichthus di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Senin (21/10/2019). Pelaku menusuk gurunya dengan pisau hingga kritis setelah ditegur lantaran kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Kasus penganiayaan ini bermula saat korban Alexander Pangkey, mendapati pelaku berinisial FF (16), sedang merokok.

Korban lantas menegurnya. Namun, ternyata teguran tersebut direspons negatif oleh pelaku. Pelaku pulang ke rumah ternyata mengambil sebilah senjata tajam, kemudian kembali lagi ke sekolah.

Saat sang guru akan meninggalkan sekolah dengan kendaraan bermotor, pelaku mengejarnya dan langsung menghujani korban dengan senjata tajam di sekujur tubuh (*)

(Karel) Oktober 23/10/2019

About Skt Biro Deprov

Check Also

Gubernur Olly Lepas Kontingen Sulut Menuju PON XX Papua Tahun 2021

Sulutlink – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw melepas …