web analytics

KOMISI III DPRD BAKAL HADIRKAN BALAI WILAYAH SUNGAI TERKAIT DUA BENDUNGAN DI SULUT

 

Arsip: Foto Bendungan Kuwil Minut dan Bendungan Lolak Bolmong (**).

October 25 . 2022 adm.SL.

Manado.sulutlink.com – Menghadirkan Balai Sungai Wilayah I Sulawesi ini terkait progres Dua Bendungan yang ada di Sulut yaitu Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow yang pengerjaannya sejak 2016 sampai hari ini belum beroperasi sehingga membuat Komisi III DPRD Sulut angkat suara.

Melalui Wakil Ketua DPRD Sulut, James Arthur Kojongian Kordinator Komisi III mengatakan akan lakukan pemanggilan kepada beberapa instansi terkait antara lain Balai Sungai Wilayah I Sulawesi,” tegas JAK kepada wartawan, di ruang kerjanya Senin (24/10/2022).

” Ya, akan dibahas dengan Komisi III di Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal dua bendungan ini. Ini dilakukan kata JAK guna memperoleh informasi perkembangannya.

Diketahui kementrian PUPR estimasi, pertengahan tahun 2022 bahwa kedua bendungan ini sudah bisa difungsikan tapi kelihatannya meleset,” imbuh Politisi Golkar ini.

JAK mengingatkan setidaknya kedua bendungan ini sudah urgent difungsikan.

“Bendungan Kuwil Kawangkoan utamanya bertujuan untuk pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya agar tidak terjadi banjir bandang seperti pada tahun 2014 silam,” ungkapnya.

Sementara itu, penegasan serupa juga disampaikan oleh ketua Komisi III Berty Kapojos.

“Berdasar pada laporan Balai Sungai penyelesaiannya ditahun 2022. Padahal Mega proyek multi years ini sudah menelan anggaran besar, namun target penyelesaian terus saja bergeser tiap tahunnya,” jelas Berty Kapojos saat ditemui diruang kerjanya.

Lanjut kata Berty Kapojos, Komisi III akan melakukan pemanggilan terhadap Balai Sungai Wilayah I Sulawesi.

“Komisi III akan memanggil Balai Sungai, namun setelah selesai tahapan pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2022,” ungkap Kapojos.

“Memang dijanjikan Balai Sungai selesai Agustus tahun 2022 tuntas, tapi melihat keadaan lapangan masih ragu,” tutur Kapojos.

Seperti diketahui, Bendungan Kuwil Kawangkoan ini memiliki kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi.

Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – DMT (KSO), paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – PT. Nindya Karya (KSO).

Bendungan ini letaknya berada diatas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama adalah tampungan air dalam Danau Tondano dan kedua, Bendungan Kuwil Kawangkoan.

Sementara itu, Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,5 hektar, yang direncanakan saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 MW.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua paket yakni paket pertama senilai Rp830 miliar dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk. Selanjutnya untuk Paket II senilai Rp821 miliar dikerjakan kontraktor PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO).(**/Rel).

About DeProS Red

Check Also

KPU SOSIALISASIKAN PEMUTAHIRAN DATA PEMILU 2024, KERAHKAN PANTARLIH 15 KABUPATEN KOTA SE SULUT

  Februari 1.2023. Admin: karel tangka Sulutlink.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara …