web analytics

Manguni Minahasa Buat Kejutan di TIFF

franky kowaas
Franky Kowaas bagai burung Manguni bertengker di atas panggung TIFF saat mendarat.

Sosok Tuama 1000 Nyali yang disandangkan kepada Franky Kowaas tidak berlebihan. Ini manusia nekat dengan resiko super tinggi. Namun menurut Franky, aksi beresiko tinggi ini selalu diperhitungkan dengan matang dan disiplin.

Di tengah arena Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2016 ini (8/8), Franky terbang paralayang dari puncak Gunung Mahawu dari ketinggian 1.365 meter di atas permukaan laut. Setelah melayang-layang bagaikan burang rajawali di langit Tomohon, dia merapat ke arena TIFF.

Dia merendah dan mendekati kerumunan manusia yang tumpah ruah di jalan dan pekarangan. Arena pendaratan hampir tidak mempunyai spot untuk mendarat.

Skenario awalnya, Franky akan mendarat di depat panggung kehormatan. Tapi dia tidak melihat spot yang bisa didarati. Keputusan harus diambil dalam beberapa detik. Mendarat di depan panggung bisa mencederai banyak orang.

 “Tidak mungkin saya mendarat di depan panggung, banyak orang lalu-lalang, bisa banyak yang cedera.” cerita Franky usai mendarat.

 franky kowaas 2Dengan perhitungan tajam dan naluri yang tinggi, dia segera mengambil keputusan yang tidak beresiko bagi penonton walaupun beresiko bagi dirinya mendarat di atas panggung.


“Naluri saya menuntun saya ke atas panggung, memang tidak ada tempat terbuka. Atap panggung utama menjadi pilihan”. tambahnya.

Dalam sorotan ribuan pasang mata yang mendebarkan Franky mendarat mulus di atas atap panggung utama. Massa penonton bertepuk sorak. Tamu undangan di panggung utama sempat terkejut. Rupanya ada “burung manguni” bertengger di atas bubungan panggung. Dialah Franky Kowaas. Tuama 1000 Nyali.

franky kowaas 3
Franky Kowaas ketika turun dari bumbungan, bersama Jusuf Kalengkongan, salah satu panitia yang dibuat kaget dan kagum ketika dia mendarat.

Penontonpun dibuat kaget dan kagum. “Saya kaget waktu sebelum mendarat. Sudah di atas RS Bethesda. Parasutnya juga lebar dari jalan. Laluada 2 kabel listrik melintang di jalan. Dan ada 2 drone berdesing-desing di atas parade. Hahaha… Eh kaget dia langsung belok di atas tenda. Tidak habis-habis nekatnya. Hahaha…” ujar John Tasirin, salah satu penoton yang kaget dan kagum saat itu.

(jw/ds)

Editor: Denny Sondakh

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Pembangunan Gedung GMIM YARDEN Singkil/Kampung Islam Berlanjut

Manado, Sulutlink.com – Pembangunan gedung Gereja, jemaat GMIM Yarden Singkil Kampung Islam, Tuminting, dengan Pdt. …