web analytics

Melihat sikap Rizieq Syihab sebagai saksi di Persidangan Ke-12 Ahok

Capture
Sidang ke-12 terdakwa Basuki Tjahaja Purnama /Ahok, dengan menghadirka saksi ahli imam besar FPI Habib Rizieq Syihab, Selsa 28/2/2017 (foto. detikcom)

Jakarta, Sidang lanjutan ke-12 dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama /Ahok yang digelar di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017), dimulai sekitar pukul 09.10 WIB dan berakhir pukul 14.10 WIB. Dengan menghadirkan saksi ahli pertama imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Dalam persidangan itu, Habib Rizieq Syihab menegaskan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu sudah menodai agama. Ahok disebut secara sistematis menodai agama Islam karena beberapa kali menyebut Surat Al Maidah 51.

Habib Rizieq menyebut ada 6 unsur dalam pernyataan Ahok yang menodai agama Islam dan kitab suci Alquran. Enam ungkapan tersebut adalah ‘jangan percaya sama orang’, ‘nggak pilih saya’, ‘dibohongi pakai Al-Maidah 51’, ‘macam-macam itu’, ‘takut masuk neraka’, ‘dibodohi gitu’. Pernyataan ini disampaiakan Ahok saat bertemu warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

“Keenam unsur ini jadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisah, kalau dipisah nanti bisa jadi berbeda-beda. Itulah sebabnya keenam ini saya rajut jadi satu untuk mengambil kesimpulan terdakwa memang menodai Alquran, menodai agama Islam,” tegas Rizieq, dikutip dari halaman detik.com.

Seusai sidang Humphrey Djemat, tim penasehat hukum Ahok menilai saksi ahli agama Rizieq Shihab memiliki masalah pribadi dengan kliennya.

Humphrey mengatakan ‘ketidaksukaan’ Rizieq Shihab terlihat ketika dia selesai memberikan keterangan ahli saat sidang lanjutan dengan terdakwa Ahok.

Menurut Humphrey, usai memberikan kesaksian, Rizieq Shihab sama sekali tidak menyalami kubu Ahok.

“Kita bisa lihat dari gesture orang, waktu keluar tadi semuanya disalaminkan. Kecuali bagian kita tidak disalamin. Nah kalau ahli lain semua disalamin atau dia tidak usah salamin semuanya,” kata Humphrey Djemat di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selaa (28/2/2017).

Humphrey mengatakan sikap atau gesture menunjukkan hati orang tersebut.

Menurut Humphrey, sudah bukan rahasia lagi mengenai tanda-tanda ketidaksukaan Rizieq Shihab kepada Ahok jauh sebelum kasus penistaan terhadap Surat Al-Maidah ke-51 yang dilakukan Ahok.

Humphey menyoroti sikap Rizieq Shihab yang tidak menyalami penasihat hukum dan terdakwa penoda agama Basuki Tjahaja Purnama usai sidang.

” Gesture orang itu ya gerakan tubuh sudah menunjukkan hatinya. Coba saja semua disalamin, bukan kita pengen disalamin. Enggak. Di pengadilan saja yang semua mata bisa melihat bisa kelihatan, gesture itu memang ada masalah pribadi. Jadi bukan lagi jadi rahasia umum tapi fakta,” tukas politikus Partai Persatuan Pembangunan itu, kepada sejumlah wartawan. (red.)

About Redaksi 2

Check Also

Galatia Karamoy Banjir Dukungan Di Ajang Grand Final Putri Kebudayaan Indonesia

Sulutlink – Galatia Karamoy asal Minahasa menjadi perwakilan sulut di ajang Putri Kebudayaan Indonesia, yang …