web analytics

Memahami Vaksin Booster Secara Benar

Oleh : Bert Toar Polii


Sulutlink.com
– Ternyata setelah tukang bridge mengikuti percakapan di berbagai WA Group menemukan kenyataan bahwa masih banyak yang bingung tentang vaksin booster yang sering disebut vaksin dosis ketiga.
Malah seorang teman menanyakan secara khusus tentang apa yang terjadi setelah saya di vaksin booster.
Setelah saya jelaskan, ia langsung membalas, besok ia akan segera pergi untuk di vaksin booster.
Karena hal ini, tukang bridge berusaha mempelajari tentang apa sih manfaat vaksin booster dan bagaimana memahami agar jelas serta tentu saja bagaimana efek sampingnya.
Ini untuk mencegah agar tidak ragu untuk segera vaksin booster yang sudah digratiskan oleh pemerintah.
Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu, hasil studi menunjukkan telah terjadi penurunan antibodi pada 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis primer lengkap, sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.
Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) menganjurkan pemberian vaksinasi booster untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun.
“Vaksinasi booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis Lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan,” katanya Kamis (13/1) di Jakarta.
Jadi dengan demikian Vaksin booster adalah vaksin tambahan yang dapat memberikan perlindungan kuat bagi masyarakat yang telah di vaksin dua kali sebelumnya. Vaksin booster tidak bisa selalu dimaknai sebagai vaksin dosis ketiga.
Mengapa? Karena ada vaksin yang dosis primer lengkap cukup sekali seperti vaksin Johnson and Johnson. Memang pada umumnya yang digunakan adalah vaksin yang membutuhkan dua dosis seperti Sinovac, Moderna, Pfizer, dan sebagainya.
Menurut surat edaran Kemenkes tentang pemberian vaksin booster dijelaskan sebagai berikut :
Vaksinasi booster dilakukan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme Homolog, yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya. Sementara itu, mekanisme Heterolog, yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Jenis vaksin yang digunakan antara lain, untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml).
Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis(0,15 ml).
Penyuntikan dilakukan secara intramuskular di lengan atas. Penyuntikan half dose dilakukan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai 0,3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0,15 ml dan 0,25 ml. Bagi daerah yang belum menerima jarum suntik sekali pakai ini, maka dapat memanfaatkan yang tersedia.
Tukang Bridge telah mendapatkan vaksin booster pada tanggal 14 Januari 2022. Karena sebelumnya di vaksin Sinovac maka kali ini mendapat separuh dosis (0.15) vaksin pfizer.
Mengenai efek samping telah dijelaskan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin booster ini juga memiliki efek samping seperti dosis primer.
Inilah efek samping masing-masing jenis vaksin booster :
Sinovac :
Efek samping tersebut tidak berbahaya dan dapat pulih kembali menurut kepala BPOM.

Efek samping dari penyuntikan vaksin booster ini adalah nyeri pada tempat suntikan, kelelahan, nyeri kepala, sakit otot, nyeri sendi dan demam.
AstraZeneca
Efek samping paling umum dari vaksin ini adalah nyeri pada bekas suntikan, tidak enak badan, merasa lelah, menggigil atau demam, sakit kepala, mual, dan nyeri sendi.
Moderna.
Adapun efek samping terbanyak yang dilaporkan adalah nyeri di tempat suntikan. Efek samping lainnya seperti demam, pegal, mual, dan lain-lain lebih rendah lagi laporannya.
Zifivax Vaksin booster
Efek samping kerap muncul dari vaksin ini adalah nyeri pada tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot, batuk mual, serta diare dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2.
Semoga bermanfaat.

About Redaksi 2

Check Also

Ketum PB Gabsi Miranda S Goeltom Kunjungi Seleknas AG 2022

Oleh : Bert Toar Polii Sulutlink.com – Seleknas Asian Games 2022 untuk menentukan tim putra …