web analytics

Untuk Mengatasi Banjir Di Tondano, Berikut Langkah yang akan dilakukan JWS

banjir-rinegetan-1-768x576
Banjir yang melanda di Kampung Baru Rinegetan – Tondano Barat, pada waktu yang lalu (12/2/2017). Foto : ist

Sulutlink.com – Tondano, Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Tondano Raya menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Minahasa dan harus segera dilakukan tindakan agar tidak terjadi lagi hal yang sama.

Guna mengatasi hal tersebut, Bupati Minahasa Drs. Jantje Wowiling Sajow MSi mengambil sejumlah langkah perencaan. Menurut Bupati Minahasa saluran air yang sudah menyempit akan dibuat lebar sekitar 7 meter dengan kedalaman 2-3 meter.

“Saluran airnya kita akan buat tembus sampai di danau, kita akan menggunakan dana pergeseran untuk danau sekitar Rp 3 miliar dan dana dari Provinsi untuk drainase sekitar Rp 2,9 miliar, itu pasti cukup,” jelas Bupati Minahasa saat diwawancarai beberapa wartwan.

Kemudian beberapa saluran air seperti di Toubeke juga sudah dibersihkan dan nantinya akan diteruskan sampai ke danau.

” Beberapa jalan yang dilalui untuk pembuatan salauran air akan dipotong agar tembus, selain itu di sisi saluran akan dibuat trotoar sekitar 5 meter untuk jalan,” jelas dia.

Beberapa bangunan yang berdiri di atas saluran air juga akan dibongkar. Rumah-rumah disekitar danau Tondano yang terus terendam air nantinya akan dipindahkan jika sudah dibuat jalan lingkar danau.

” Namun sebelum dibongkar jelas kita akan melalui pemberitahuan, dan ganti rugi,” jelasnya.

JWS panggilan akrab sang Bupati Minahasa juga menambahkan, “Nanti keliling danau Tondano akan dibuat jalan, dananya kata Presiden sekitar Rp 500 miliar, otomatis yang akan dilewati rumahnya akan dipindahkan dengan diberikan ganti rugi, juga dengan rumah yang di daerah rendah harus dipindahkan tidak ada solusi lain,” ungkapnya.

JWS juga menjelaskan untuk pemetaan wilayah yang sudah tidak produktif, nantinya akan diubah untuk dijadikan tempat usaha dan yang masih produktif tidak boleh diganggu.”Kalau diganggu ya melanggar undang-undang, serta pemilik lahan akan disuruh mengganti tiga kali lipat lahan yang dialihfungsikan, tapi kalau bangun tempat kos juga tidak boleh merusak lingkungan,” tegasnya. (bjl/bsb)

About Redaksi 2

Check Also

Kasus Sembuh Sulut Meningkat, Kabupaten Minahasa Terbanyak!

Manado, Sulutlink.com – Jumlah kesembuhan harian pasien Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) naik siginifikan …