web analytics

Merasa Dirugikan dan Pencemaran Nama Baik, JAK: Melalui Pengacaranya Adukan Akun ‘Mulu Rica Rica dan Lambe Turah’ ke Polda Sulut

Ad2.sulutlink.com.hkm 5 l 2 l 2021

Manado – Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian melalui dua pengacaranya Nicky Lumingas, SH dan Ruby Rumpesak, SH Jumat (5/1/21) melayangkan aduan ke Subdit Cyber Crime Polda Sulut terkait postingan akun ‘Mulu Rica-Rica’ serta ‘Lambe Turah’ di media sosial (medsos) Facebook dan Instagram terkait unggahan rekaman yang dianggap merugikan dirinya secara pribadi.

Melalui press rilis yang diterima wartawan, setidaknya terdapat empat poin yang menjadi pokok keberatan yang disampaikan JAK lewat pengacaranya ke Polda Sulut.

Menurutnya apa yang disampaikan kedua akun di medsos tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi.

Berikut pernyataan JAK melalui pengacaranya Nicky Lumingas, SH dan Ruby Rumpesak, SH melalui press realese yang diterima wartawan Jumat (5/1-21) siang.

‘Melalui Press Release ini saya ingin menyampaikan kepada bapak ibu masyarakat Sulawesi Utara bahwa ;

  1. Pada sekitar tanggal 26 Januari 2021 atau setidaknya pada bulan Januari 2021 saya mendapati Video Rekaman suara berdurasi 1 (satu Menit, 55 (lima puluh lima) detik (bukti. terlampir) yang diunggah oleh Fanpage Facebook bernama “Mulu Rica-nica” dan akun Instagram bernama “Lambe Turah Kawanua” yang mana dalam video rekaman suara tersebut memuat hal-hal sebagai berikut :
    Bahwa saya merupakan juri di ajang pemilihan Putra Putri Tomohon tahun 2018
  2. Bahwa pada tahun 2019 atau 2018 akhir saya menyuruh seorang perempuan bernama Angel untuk menggugurkan kandungan dengan imbalan memberikan uang sebesar 1 (satu) Milyar

Bahwa untuk kedua kalinya saya menyuruh perempuan bernama Angel agar menggugurkan kandungannya dengan imbalan memberikan mobil Toyota Fortuner

  1. Saya menyatakan bahwa isi video rekaman suare tersebut adalah tidak benar dan tidak mempunyai dasar hukum yang kuat sehingga isi dari video rekaman suara tersebut mengandung berita bohong (hoax):
  2. Bahwa lewat pemberitaan yang ada (bukyi terlampir), Ikatan Putra Putri Tomohon telah mengklarifikasi bahwa saya tidak pernah terlibat dalam ajang pemilihan Putra Putri Tomohon baik sebagai Pengurus, Panitia Panitia maupun Juri dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2019, dengan demikian bahwa isi dari video rekaman suara tersebut adalah tidak benar dan mengandung berita bohong (hoax)
  3. Oleh karena adanya video tersebut saya pribadi dan keluarga besar saya merasa sangat dirugikan karena telah mencemarkan nama baik saya.

Untuk itu dengan adanya video rekaman suara tersebut yang diunggah oleh akun tersebut diatas saya ingin memproses hukum
sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku.

Demikian Press Release ini saya buat. Atas perhatian saya ucapkan terima kasih.”

Sementara itu Ka Subdit Cyber Crime Polda Sulut Kompol Dody Hariansyah saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima aduan tersebut. **/SL

About DeProS Red

Check Also

Tiga Tahun Kepemimpinan James Sumendap – Jocke Legi Terus Bawa Perubahan dan Prestasi

Minahasa Tenggara. Sulutlink – Tiga Tahun Kepemimpinan James Sumendap – Jocke Legi (JS-Oke) di Kabupaten …