web analytics

Merdeka Belajar di Kepulauan, Terkendala Fasilitas Yang Belum Memadai

Drs. WINSULANGI SALINDEHO

Manado, Sulutlink.com – Merdeka Belajar yang di canangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menurut Winsulangi Salindeho merupakan program yang sangat dinanti-nantikan masyarakat Kepulauan khususnya di Nusa Utara. Sekalipun masih ada kendala fasilitas yang belum memadai.

Lanjutnya, program ‘Merdeka Belajar’ ini dinilainya cara ampuh mengatasi pembelajaran siswa ditengah pandemi covid-19 dimana pembelajaran mengedepankan sistem digitalisasi mempermudah peserta didik untuk belajar.

Oleh karenanya ditanggapi Anggota DPRD Sulut Winsulangi Salindeho,   Ia menilai spirit itu harus direalisasi dan paling terutama di wilayah kepulauan karena sudah sejak lama ditunggu-tunggu masyarakat Nusa Utara, sekalipun demikian yang terjadi ke depan adalah masalah fasilitas yang belum memadai, jadi penyebab.

“Kami mengingatkan,  tentang betapa pentingnya penyediaan fasilitas yang diharapkan bisa menunjang pendidikan di Nusa Utara,  karena hal tersebut sangat terasa terutama di masa pandemi Corona Virus-19,” tegas yang akrab disapa OPO ini.

“Kami berharap “Merdeka Belajar” di daerah kepulauan, sekarang era pandemi, semua belajar mengajar dilakukan melalui program digitalisasi yang kini banyak sekali hambatan bagi anak-anak di kepulauan,” harap Salindeho, Jumat (7/5), pekan lalu,  di ruang kerjanya.

Jadi persoalannya disini, dimana di daerah kepulauan memang masih sangat sulit mendapat layanan listrik, kemudian di daerah kepulauan membutuhkan tower agar ada signal, belum lagi jarak antara daerah kepulauan yang satu ke daerah kepulauan yang lain sangatlah jauh sehingga komunikasi sangat menyulitkan para siswa.

Dihimbau pemerintah sampaikan himbauan lewat dana BOS (bantuan operasional sekolah), bagikan kuota pulsa bagi siswa. Sama saja, untuk apa dapat pulsa kalau signal tidak berfungsi,” ujar Salindeho.

Tentu apabila fasilitas yang disebutkan diatas jadi perhatian dan diseriusi oleh pemerintah maka dengan demikian,  perwujudan “Merdeka Belaja” ini, khususnya daerah kepulauan perlu dikeroyok bersama, dan semua stakeholder harus terlibat dalam mengupayakan ketersediaan fasilitas bagi kelancaran pendidikan di kepulauan,” tandasnya.

“Jadi Merdeka Belajar ini harus dikeroyok bersama. Jangan hanya dimonopoli kemendikbud. Harus libatkan juga seperti PLN (Perusahaan Listrik Negara), Layanan operator Telkomsel dan lain-lainya,” tandas politisi Partai Golongan Karya ini.

Salindeho menekankan program Merdeka Belajar ini berarti Kemendikbud memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak ini untuk memilih sesuai dengan kemampuannya.

“Peluang mendapat kesempatan untuk anak-anak dapat memilih, dia belajar apa, tidak lagi tergantung kepada angka. Contoh angkanya di matematika cuma dapat 6, tapi pelajaran yang lain mungkin bagus.

“Jadi ditentukan oleh bakat dari anak tapi kadang tidak matching dengan kemauan orang tua. Orang tua sering memaksakan apa yang mereka inginkan ke anak,” pungkas Salindeho.

Edit: kst

About DeProS Red

Check Also

Tiga Tahun Kepemimpinan James Sumendap – Jocke Legi Terus Bawa Perubahan dan Prestasi

Minahasa Tenggara. Sulutlink – Tiga Tahun Kepemimpinan James Sumendap – Jocke Legi (JS-Oke) di Kabupaten …