web analytics

Pabrik Terbesar Narkoba Jenis Baru ‘Tembakau Gorila’ Berhasil Diungkap

Sulutlink.com – Jakarta, Keuntungan yang menggiurkan dalam praktek bisnis Narkoba, membuat para oknum yang tidak bertanggung jawab terus menurunkan diverfikasi narkoba jenis lain, salah satunya kehadiran Narkoba jenis baru adalah ‘ Tembakau Gorilla’.

Aparat penegak hukum pun tidak tinggal dalam memberantas peredaran Narkoba di Indonesia, salah satunya Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap Pabrik pembuatan narkoba jenis baru atau dikenal tembakau cap Gorila di Surabaya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Moch Iriawan ungkap Pabrik tembakau cap gorila, diamankan pula Barang bukti dan para pelaku (foto. wartakota/BP)

Pembongkoran bisnis narkoba jenis baru itu berawal dari seorang pengguna tembakau cap gorila. Setelah itu, diketahui di mana keberadaan pabrik pembuatan tembakau cap gorila.

Praktek yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun belakangan ini memiliki untung hingga Rp 9 miliar.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan mengatakan tembakau ini efeknya sama kaya gorilla dan sudah ada Permenkes yang melarang peredaran barang ini yang dikategorikan Narkoba jenis baru.

” Tembakau jenis ini lebih dari ganja, karena kan kimia. Perbedaannya karena racikan pelaku, sehingga akan berbeda dengan barang lainnya,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa penemuan pabrik tembakau cap Gorila ini merupakan yang terbesar di Indonesia, pelaku atau pemilik dari pabrik di Surabaya itu merupakan ahli di bidang kimia. Karena berbekal ilmu tentang kimia, kata dia, pelaku mencampurkan tembakau dengan campuran zat kimia 5-fluoro-ADB.

” Ini kira-kira yang kita dapatkan yang terbesar di Indonesia. Dari pelaku pertama kita tangkap3 linting atau kemasan, kemudian 10 dan naik hingga ke Pabriknya di Surabaya,” kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017).

Iriawan menambahkan “Pelaku adalah sarjana kimia, mudah-mudahan setelah ini tak ada lagi peredaran tembakau gorila di Indonesia. Karena, sementara baru ada satu pabrik ini. Kalau ada lagi, berarti ada pabrik lain lagi,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Rico Afinta mengatakan, pemilik pabrik disuruh oleh seorang pria berinisial AS yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dari pihak  kepolisian.

“Tersangka WT mengaku sudah membuat tembakau Gorilla selama setahun terakhir, dari bulan Januari 2016 sampai dengan bulan November 2016 ini atas perintah AS (DPO) dengan keutungan hingga Rp. 9 miliar,” kata Nico.

Pengungkapan ini berawal dari tertangkapnya WT  Gunung Sari, Surabaya. Selanjutnya FR ditangkap di Tangerang Selatan kemudian menyusul RY dan RF yang ditangkap di Jalan H Muhajir, Pondok Labu, Depok, Jawa Barat.

Ada pun untuk para tersangka tembakau gorila tersebut, kata dia akan dikenakan Pasal Pasal 114 ayat (2) subsider dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2017 dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup.

Diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap peredaran narkoba terlebih lagi narkoba jenis baru yang marak dipasarkan dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar serta keluarga agar tidak atas bahaya peredaran narkoba yang sudah massif  di Indonesia, kegiatan mencengah lebih baik daripada pengobatan. (bjl)

sumber. Wartakota/Bintang Pradewo

About Redaksi 2

Check Also

Personel Polres Talaud Beserta Jajaran Amankan Jalannya Kegiatan Gerbangdutas yang Dihadiri Langsung Menko Polhukam Mahfud MD

Talaud, Sulutlink.com – Personel Polres Kepulauan Talaud dan jajaran mengamankan jalannya kegiatan Gerakan Pembangunan Terpadu …