web analytics

Parawisata Sawah Potensi Yang Perlu Digali di Tondano

Oleh : Bert Toar Polii


Sulutlink.com
– Kemarin penulis mendapat pesan melalui WA dari Bob Senduk pemilik salah satu objek wisata di area persawahan di Tondano yaitu Lekou Wangko.
Ia menyampaikan parawisata sawah sangat potensial di Tondano tapi sayang tidak ada irigasi yang memadai untuk pengairan. Di Tondano Utara dan Barat ada kurang lebih 700 hektar sawah di daerah Roong, Koya, Tataaran, Patar dan Tounsaru, sayang hanya kurang lebih 100 hektar yg digarap.
Apa yang disampaikan Bob Senduk tidak salah karena kita ambil contoh dua tempat parawisata sawah yang belum lama digarap tapi langsung sukses.

Pertama kita lihat yang di Bantul, Yogyakarta. Jelajah Sawah Pertanian Bowongan (JSPB) berada di Mangunan, Dlingo, Bantul. Pengunjung bisa lihat aktivitas para petani bercocok tanam dan ada jembatan bambu sepanjang 500 meter yang mengelilingi sawah.
Diawali tahun 2016 dimana Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko yang memiliki ide untuk menjadikan desanya menjadi sebuah desa wisata. Ia mengajak karang taruna desa bersama-sama dengan anggotanya memanfaatkan joglo yang berada di tengah sawah menjadi sebuah café.
Joglo yang awalnya digunakan untuk tempat latihan musik dan tari anak-anak karang taruna karena letaknya sangat strategis di tengah sawah dan memiliki background pemandangan gunung cocok dibuat menjadi tempat wisata. Akhirnya jadilah café sawah.
Pada awal berdirinya kafe ini hanya memiliki 1 bangunan saja. Akan tetapi, sekarang sudah berkembang hingga beberapa bangunan, seperti pusat oleh-oleh, tempat untuk ATV, Manduro, The Roud 78 (wisata naik kuda), lumbung padi, guest house, tempat parkir, musholla dan toilet umum.
Untuk tempat pusat oleh-oleh di sini yang berjualan merupakan warga sekitar yang menyewa tempat ini. Toko oleh-oleh ini menjual baju, buah-buahan, sayur, ketela keju, minuman dan makanan.
Yang kedua adalah Agro Edukasi Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja
Destinasi wisata sawah di Desa Mulyaharja, Bogor Selatan ini disebut-sebut memiliki suasana mirip Ubud, Bali. Anda dapat menyaksikan aktivitas petani yang sedang merawat padi di lahan seluas 23 hektare.
Area sawah ini difungsikan untuk menanam padi organik, serta dijadikan sarana edukasi bagi siapa pun yang ingin belajar mengenai pertanian organik. Saat berkunjung ke sini, Anda dapat mempelajari cara memilih benih padi yang baik, membajak sawah, menanam padi, bahkan memanen padi.
Bagi Anda yang hobinya foto-foto, tempat ini menyediakan sejumlah spot, selain ada juga saung untuk bersantai sembari menikmati pemandangan. Anda tak perlu khawatir jika merasa lapar atau haus, karena ada kafe tengah sawah yang menyajikan berbagai olahan kopi, teh, dan cokelat.
Anda juga bisa menikmati pisang goreng, ubi goreng, ataupun nasi liwet saat sedang merasa lapar.
Ini contoh dua wisata sawah yang sukses dari sekitar 6-8 lokasi yang sudah tersedia saat ini.
Menurut penulis jika digarap dengan baik, area persawahan di Tondano jauh lebih potensial karena ada di sampaing Danau Tondano dekat dengan Kota Tondano serta mempunyai pemandangan pegunungan yang tak kalah indahnya.
Semoga potensi wisata di Tondano yang sangat banyak dan bervariasi bisa digarap dengan baik karena sector parawisata sebentar lagi akan booming.

About Redaksi 2

Check Also

Polisi, TNI dan Satpol PP Minahasa Bersinergi Tertibkan Pelanggar Prokes

Tondano, Sulutlink.com – Polres Minahasa melalui Satuan Sabhara bersama TNI dan Satpol PP Minahasa menggelar …

Leave a Reply