web analytics

PB GABSI Merancang Program Fokus Untuk Junior

Oleh : Bert Toar Polii
Indonesia yang pernah Berjaya di kawasan Asia Pasifik dan bahkan pernah tercatat masuk 5 besar dunia dalam olahraga bridge kini prestasinya stagnan.


Bahkan di event terbesar Asian Games 2018 dimana olahraga bridge dipertandingkan pertama kali, sebagai tuan rumah kita ternyata gagal mencapai target dua medali emas yang dicanangkan. Kita hanya mampu meraih 3 medali perunggu.


Selanjutnya tahun ini di World Bridge Team Championship 2019 di Wuhan China ketiga tim yang dikirimkan, open, ladies dan senior bahkan gagal untuk menggapai babak 8 besar.


Melihat situasi ini, PB GABSI dibawah Ibu Miranda S Goeltom mencanangkan program untuk lebih berkonsentrasi menangani pemain junior.


Selain untuk menggapai prestasi juga sebagai upaya untuk mempercepat regenerasi pemain. Karena selain senior yang memang harus diikuti oleh para pemain yang sudah berusia 62 tahun keatas, tim open, ladies dan mixed masih di dominasi pemain-pemain lama. Ini terjadi karena selama ini PB GABSI lebih berkonsentrasi menangani pemasalan bridge melalui program Bridge Masuk Sekolah.


Sekarang saatnya focus dirubah, kuantitas sudah sukses sekarang kita tingkatkan kualitas pemain.


Menurut Ketum PB GABSI, Miranda S Goeltom ada beberapa program yang disusun untuk mensukseskan target agar junior Indonesia bias berkiprah di tingkat dunia mulai tahun 2022.


Beberapa program yang saling terkait itu dimulai dengan menyiapkan para pelatih berkualitas melalui program Training of Trainer atau TOT yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan berbagai cara.
Selanjutnya memanfaatkan Bridge Base Online secara maksimal dengan mengadakan Kejurnas Bridge Online, Seleknas Bridge Online dan Turnamen Bridge Online.


Disamping itu sentra-sentra tempat latihan bridge akan diperbanyak, diusahakan di setiap kota besar ada tempat latihan bridge kalau perlu lebih dari satu tempat latihan bridge.


Di tempat latihan ini juga disediakan kelas buat yang ingin belajar bridge serta sessi untuk meningkat kemampuan para pemain bridge dengan memanggil pakar-pakar bridge untuk membagikan ilmunya sebelum latihan.


Hal lain yang akan dilakukan adalah pendataan anggota dan master point sehingga nantinya akan ada turnamen bridge dengan klasifikasi master dan non master. Tapi tetap saja ada turnamen terbuka yang bias diikuti oleh siapa saja.


Hal ini akan mempermudah nantinya dalam membentuk tim nasional karena hanya pemain dengan master point tertinggi yang akan diundang untuk mengikuti seleksi nasional.


Dengan cara ini maka diharapkan pemain yang ingin menjadi pemain di tim nasional akan giat berlatih dan tidak berganti-ganti pasangan. Hal ini akan menguntungkan PB GABSI karena tidak perlu lagi mengadakan pelatnas jangka panjang karena pemain yang terpilih sudah memiliki modal dasar yang kuat. Paling yang tinggal dilakukan PB GABSI mencarikan mereka sponsor agar bias mendapat jam terbang melawan tim-tim kuat di turnamen bridge berbobot di luar negeri.
Selain itu, PB GABSI juga akan memperbanyak turnamen dengan mengajak Pengprov, Gabungan, Klub serta instansi dan lain-lain megadakan turnamen.


PB GABSI sendiri akan menggelar Liga Bridge Indonesia, Liga Bridge Pelajar & Mahasiswa, Kejurnas Bridge Pelajar & Mahasiswa serta Kejurnas Bridge & Kelompok Umur dan tentu saja Seleksi Nasional.


Selain itu akan mengusahakan agar ada Piala Presiden yang dipertandingkan secara berjenjang di Kabupaten/Kota kemudian Propinsi dan Grand Finalnya di Jakarta memperebutkan Piala Presiden.
Menghadapi tahun 2020, ada beberapa Kejuaraan Internasional yang menjadi kalender PB Gabsi, yaitu :

  1. APBF Open Congress di Perth Australia pada tanggal 15-22 April 2020.
    Menghadapi event ini, PB GABSI akan mengirimkan tim nasional Junior U26 dan Girls U26 sekaligus sebagai persiapan menghadapi World Youth Team Championship 2020 di Salsomagiore.
    Untuk Open, Ladies, Mixed, Youngster U21 dan Kids U16 diserahkan kepada Pengprov, Gabungan dan Klub yang berminat dengan biaya sendiri. PB Gabsi akan membayar uang pendaftaran dan menyediakan seragam tim nasional bagi yang berminat. Khusus untuk senior diserahkan kepada M Bambang Hartono sebagai project officer untuk menentukan.
  2. World Youth Team Championship 2020 di Salsomagiore tanggal 30 Juli – 9 Agustus 2020.
    PB Gabsi akan mengirimkan timnas Junior U26 dan Girls U26 yang lolos babak kualifikasi di Bangkok tahun 2019. Untuk Kids U16 ditawarkan kepada Pengprov Gabsi Sulut yang meloloskan tim Kids U16 di Bangkok untuk mengirimkan tim ke Salsomagiore.
  3. World Bridge Team 2020 di Salsomagiore tanggal 21 Agustus – 3 September 2020.
    Pada event ini PB Gabsi wajib mengirimkan minimal 1 pasangan putra dan 1 pasangan putri agar terjamin haknya untuk mengikuti World Bridge Team Championship 2021 di Moroko.
    Event ini mempertandingkan nomor Open, Ladies, Senior dan Mixed antar Negara baik team maupun pasangan. Belum ada keputusan tentang ini.

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Berty Kapojos Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sulut Tahun 2022

Minut, Sulutlink.com – Anggota DPRD Provinsi Sulut Berty Kapojos, S.Sos, gelar kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper) …