web analytics

PENTINGNYA DESA WISATA DI BUMI NYIUR MELAMBAI

Karya Tulis: Billy Lintjewas

Perkembangan pariwisata di Sulawesi Utara saat ini ada pada puncaknya. Keberhasilan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw menjadikan ‘Bumi Nyiur Melambai’ sebagai ‘Bali’ kedua di Indonesia dengan membuka penerbangan langsung dari beberapa kota besar di Tiongkok ke Sulawesi Utara melalui lobi Gubernur Olly ke pemerintah pusat dan Tiongkok adalah salah satu kunci dibalik keberhasilan itu.

Terbukti Jumlah Wistawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk Bandara Sam RatulangiApril 2018 sebanyak 10.200 orang atau meningkat sebesar 0,85 persen dibanding Maret 2018 yang berjumlah 10.114 orang.

“Dibandingkan dengan kunjungan Wisman bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat sebesar 71,00 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Moh Edi Mahmud seperti dikutip di Harian KOMENTAR, 7 Juni 2018.

Perkembangan Wisman pada triwulan pertama di Tahun 2018 mencapai 39.613 orang. Angka ini meningkat dibandingkan jumlah wisatawan mancanegara pada triwulan pertama di Tahun 2017, yaitu 23.906 Orang. Wisatawan Mancanegara yang datang didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 8.825 orang (86,52 persen), diikuti oleh Jerman 242 orang (2,37 persen), Amerika 119orang (1,17 persen), Hongkong 83 orang (0,81 persen), Singapura 73 orang (0,72 persen), Belanda 72 orang (0,71 persen).

Selanjutnya Inggris 66 orang (0,65 persen), Perancis 63 orang (0,62 persen), Australia 61 orang (0,60 persen), Jepang 45 orang (0,44 persen).

“Perkembangan wisman kumalatif sampai Mei 2018 mencapai 49.018 orang. Angka ini meningkat dibandingkan jumlah wisman pada kurun waktu yang sama di tahun 2017 yaitu 29.495 Orang. Pemerintah harus terus bersinergi agar kunjungan wisman semakin banyak datang ke Sulut,” kata Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE seperti dikutip dari Harian KOMENTAR pada terbitan 4 Juli 2018.

Belum lagi dengan rencana Pemprov Sulawesi Utara menghadirkan Disneyland di Manado Skyline Tetempangan Hill di desa Koha Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. “Gudang Garam Group sepakat menginvestasikan dananya sekitar Rp 2 Triliun di Sulawesi Utara. Dilokasi itu nantinya akan dibangun fasilitas lengkap seperti Hotel, Restaurant, Wahana bermain serta olahraga Paralayang dan lain-lain. Yang utama dari pembangunan ini, manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Bulan depan sudah mulai berjalan prosesnya,” ujar Gubernur Olly Dondokambey SE seperti dikutip Harian KOMENTAR pada 3 Agustus 2018.

Selain itu, ada Iven tahunan yang digelar di Kota Tomohon yakni, Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang belum lama dilaksanakan. Iven tersebut bahkan menurut Wakil Guberunur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw merupakan salah iven yang mendukung kemajuan pariwisata di Sulawesi Utara.

“Saya tantang kepada kabupaten kota lainnya yang ada di Sulawesi Utara untuk berpacu melaksanakan kegiatan bertaraf internasional seperti yang dilakukan Pemkot Tomohon. Hal ini juga agar setiap daerah di Sulawesi Utara bisa lebih dikenal dan maju di kanca nasional bahkan ¬internasional,” ucap Steven Kandouw seperti dikutip di Harian KOMENTAR, pada terbitan 10 Agustus 2018.

Berdasarkan data Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (Compound Annual Growth Rate), disingkat CAGR, menduduki peringkat pertama di Indonesia, sebesar 66 persen.

Bahkan menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya seperti yang dimuat di Harian KOMENTAR pada tanggal 7 Juli 2018, laju pertumbuhan Sulawesi Utara tersebut tiga kalinya laju pertumbuhan pariwisata Indonesia, yang hanya 22 persen.

Namun menjaga peningkatan wisatawan agar tidak ‘mubazir’, perlu dilakukan berbagai persiapan khusus, salah satuhnya dengan menyiapkan Desa Wisata di Bumi “Nyiur Melambai”. Keindahan tempat wisata di 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Utara perlu didukung dengan adanya desa wisata. Icon Sulawesi Utara seperti Pulau Bunaken bahwa sampai saat ini belum ada desa wisata. Padahal desa wisata sangat penting dalam menampung lajunya pertumbuhan pariwisata disuatu daerah.

Saat ini banyak warga pedesaan tidak menyadari mereka memiliki berbagai obyek yang bisa membuat desa mereka menjadi desa wisata hebat misalnya wisata alam air terjun, pemandangan alam nan elok atau obyek peninggalan sejarah yang menarik. Padahal kalau dikembangkan dengan serius, obyek-obyek itu bisa membuat desanya menjelma menjadi magnet bagi wisatawan.

Bayangkan saja jika Taman Laut Bunaken (Kota Manado) yang pada tahun 2005, ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia, Kabupaten Minahasa Utara yang terkenal dengan obyek wisata Gunung Klabat dan Kaki Dian, Kota Bitung dengan Taman Marga Satwa Tandurusa dan Suaka Alam Gunung Batu Angus dan Gunung Tangkoko, Kota Tomohon dengan Gunung Lokon dan Danau Linouw, Kabupaten Minahasa dengan Danau Tondano dan Benteng Moraya, Kabupaten Minahasa Selatan dengan Bukit Doa Pinaling dan Batu Dinding Kilo Tiga, Kabupaten Minahasa Tenggara dengan Aer Konde Ratahan dan Pantai Lakban Ratatotok, Kabupaten Bolaang Mongodow dengan Danau Mooat dan Pulau Tiga, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dengan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Taman Laut Bolaang Mangodow Selatan, Kabupaten Bolaang Mangodow Timur dengan Pulau Keramat dan Makam Jere (Makam Raja-raja Kaidipang), Kabupaten Bolaang Mongodow Utara dengan Pulau Keramat dan Tanjung Buaya, Kota Kotamobagu dengan Air Terjun Desa Kobo Kecil dan Situs Budaya Makam Datoe Binangkang, Kabupaten Sangihe dengan Pantai Pananuareng dan Puncak Pusunge, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro / Kabupaten Sitaro dengan Danau Makalehi dan Gunung Api Karangetang serta Kabupaten Kepulauan Talaud dengan Desa Adat Bannada dan Pantai Pesisir Timur Karakelang menggalangkan program desa wisata, maka akan muncul Usaha Kuliner Desa, banyak peluang pendapatan bagi warga desa dan lapangan kerja, Pendapatan bagi kas desa, Transfer Pengetahuan, Promosi Desa, Lingkungan Menjadi Bersih, Indah dan Rapi, Budaya dan Atraksi Seni Menjadi Hidup, Banyak Kegiatan Menyenangkan di Desa, Lingkungan Alam Terperhatikan, serta mendapat dukungan dari pemerintah untuk menyediakan sarana prasarana agar kemudahan seperti jalan, tempat ibadah dan sarana lainnya dapat berkembang di desa itu guna menunjang pariwisata di Sulawesi Utara.

Namun desa wisata harus dikelola secara inovatif. Pengelola desa wisata harus memiliki pemikiran yang cerdas untuk menjadikan potensi wisata yang dimiliki menjadi inovatif agar mampu menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara. Sulawesi Utara memiliki keanekaragaman wisata budaya termasuk desa wisata. Untuk bisa menjadi desa wisata yang memiliki nilai jual kepada wisatawan harus ada inovasi potensi yang dimiliki. Dengan demikian, usaha yang terus dilakukan Pemprov Sulawesi Utara maupun stakeholder pariwisata bisa juga dirasakan masyarakat desa untuk bersama-sama meningkatkan potensi wisata dan budaya lokal agar dapat disajikan secara inovatif, agar wisatawan yang menginap akan betah dan merasa nyaman. Pariwisata Hebat untuk anak dan cucu kita nanti.

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Bertajuk Perlindungan Hukum Bagi KPPS, Manoppo Satu-satunya Pemakalah Sulut Yang Terpilih

Artikel (KPU), Sulutlink.com – Mewakili KPU Sulut pada penyelenggaraan Konfrensi Nasional Tata Kelola Pemilu yang …