web analytics

Penyaluran KUR KJ Petugas BANK di Duga Bohonggi Masyarakat Minut.

Minut – Sulutlink.com.Bagi masyarakat ketika ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar yang disalurkan melalui Bank Apalagi bagi masyarakat yang awam dan tak paham masalah kredit, harus berhati-hati jangan sampai tertipu oleh oknum yang mengatasnamakan petugas KUR dari Bank.

Seperti yang kita ketahui, dalam program Pemerintahan JOkowi-JK Melalui Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah menetapkan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2016 untuk masyarakat kecil dan menengah bunganya 9% pertahun.
images-3
Untuk mendorong kegiatan penyaluran KUR, pemerintah juga menegaskan, di mana pinjaman KUR untuk masyarakat kecil dan menengah di bawah Rp 25 juta harus disalurkan tanpa menyerahkan agunan.

Rupanya, Kebijakan pemerintah ini menjadi angin segar bagi seluruh masyarakat, tak terkecuali Masyarakat Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Buktinya, beberapa masyarakat Kecamatan Dimembe yang tergiur dengan pinjaman KUR tersebut tanpa tanggung langsung melengkapi berkas dan melunasi administrasi (uang survei) sebesar Rp100.000. Walhasil, KUR yang diimpi-impikan pencairannya melalui BANK Arta Graha, sampai saat ini belum juga diterima.

Kini, masyarakat Desa Matungkas, Laikit dan Dimembe Kecamatan Dimembe, mempertanyakan tentang penyaluran dana KUR tersebut. Pasalnya, KUR yang di janjikan pencairan dari bulan Desember lalu, sampai saat ini tidak diterima sehingga masyarakat menduga bahwa ini adalah modus pungli dan penipuan.

Beberapa masyarakat Desa Matungkas Laikit dan Dimembe yang ikut andil dalam program KUR mengatakan, untuk mengembangkan usaha mereka, sekalipun hanya meminjam uang, mereka tetap berusaha menyetor ke oknum AT dan S warga Desa Dimembe Kecamatan Dimembe Minut sebesar Rp100.000 untuk persyaratan administrasi.

Peipi warga Laikit Kamis (29/06) mengatakan Kami menyetor biaya survei ke AT sebesar Rp100.000. Kata Peipi pencairannya tanggal 15 sampai 24 Desember 2016, tapi sampai akhir bulan Juni 2017 ini, belum dicairkan.” Ungkap Peipi seraya mengatakan apabila ditelpon selalu jawaban AT, “Tunggu Saja”

Jumlah masyarakat Desa Matungkas yang mengikuti KUR tersebut sekitar 200 orang. “Bayangkan saja berapa banyak uang survei yang diterima mereka, itu baru satu desa, dan masih ada desa-desa yang lain.” imbuh warga, berharap agar pihak yang berwajib dapat mengusut dugaan pungli sekaligus dugaan penipuan ini.
Di tempat yang lain Keke warga Matungkas mengatakan Kita ini masyarakat kecil, jadi jangan di dibodohi dan di tipu. Kami minta aparat yang berwajib dapat memberikan sangsi kepada oknum tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.” Keke yang merasa dirugikan oleh oknum tak bertanggung jawab itu.(Herman)

About Redaksi

Check Also

Bupati Respon Pengrusakan Tempat Ibadah di Desa Tumaluntung

Minahasa Selatan, Sulutlink.com – Pengrusakan Atribut di Tempat Ibadah terjadi di Desa Tumaluntung Minggu (24/10/2021) …