web analytics

Pertemuan KTT IORA 2017 Hasilkan Draft Jakarta Concord

3 Menlu Perempuan : Menlu Retno Marsudi didampingi Menlu Australia Julie Bishop (kanan), dan Menlu Afsel Maite Nkoana Mashabane (kiri) seusai menjelaskan hasil pertemuan para Menlu IORA, di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (6/3) siang. (Foto: Jay/Humas Setkab)

Sulutlink.com – Jakarta, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) di tahun 2017 ini, menghasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya dihasilkannya dokumen Jakarta Concord, juga Rencana Aksi IORA yang memuat aksi konkret untuk melaksanakan Jakarta Concord, dan Deklarasi IORA untuk Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme.

Pertemuan ini menurut Menlu juga mengadopsi deklarasi IORA pertama untuk Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme dengan Kekerasan.  “Ini adalah komitmen bersama dari anggota IORA untuk melawan ancaman terorisme dan ekstremisme dengan kekerasan melalui kerja sama dan dialog, dan sharing dari expertise, best practice dan lesson learned. Selain juga mendorong pesan moderasi dan toleransi,” ujarnya.

Pertemuan para pejabat setingkat menteri negara-negara anggota  IORA ini, juga menyepakati untuk  mengadopsi rencana aksi IORA yang memuat langkah konkret dan pengukuran, dimana para anggota IORA akan mengimplementasikan komitmen dari Jakarta Concord dalam empat kelompok kerja. Keempat kelompok itu adalah  di  keselamatan dan keamanan maritim, pariwisata dan pertukaran budaya, blue economy, dan pemberdayaan perempuan.

Sebagai bangsa maritim Indonesia memainkan peran penting di samudera Hindia. Sejak 2015, Indonesia telah menguatkan kerja sama keamanan dan stabilitas untuk mengembangkan infrastruktur maritim, mendekatkan negara, memperbaiki manajemen bencana dan menguatkan kebiasaan dialog dan diplomasi di kawasan ini.

Menlu percaya bahwa usaha ini merefleksikan Jakarta Concord dan sejalan dengan tujuan IORA untuk mendorong kesejahteraan ekonomi.

Saat memberikan keterangan pers itu, Menlu Retno Marsudi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Afrika Selatan (Afsel) Maite Nkoana Mashabane, dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.

Dalam kesempatan ini, Retno juga menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan unik dimana 3 perempuan memimpin the council of minister di IORA. Selain itu, isu pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam IORA ini.

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dimaksudkan untuk meningkatkan komitmen negara-negara anggota IORA untuk menciptakan keamanan dan stabilitas kawasan demi kesejahteraan bersama.

Mooment di tahun 2017 ini merupakan pertemuan IORA tingkat Kepala Negara/Pemerintahan yang pertama kali diselenggarakan sejak didirikan 20 tahun lalu dan acara ini dihadiri oleh 21 negara anggota IORA, 7 mitra wicara IORA, dan sejumlah organisasi internasional dan negara tamu yang memiliki ikatan kuat dengan Samudra Hindia. (red.)

About Redaksi 2

Check Also

Pemerintah Desa Suluun Dua Salurkan Bantuan ke Salah Satu PKM Yang Tinggal Sendiri di Perkebunan

Minahasa Selatan, Sulutlink.com – Pemerintah Desa Suluun Dua menyalurkan BLT DD kepada KPM yang tinggal …