web analytics

Pilbup Minahasa “Rasa” Pilgub Sulut


Catatan : Fernandus Yusi Adam

Pesta demokrasi Pilkada serentak telah memasuki tahapan pemeriksaan mental dan fisik para pasangan calon. Diantara enam daerah yang akan melaksanakan pesta lima tahunan Pilkada, Kabupaten Minahasa yang paling banyak menarik perhatian publik.

Eskalasi politik Kabupaten Minahasa benar-benar menjadi”pemanas”suhu politik di Sulawesi Utara,sehingga tidak berlebihan dikatakan” Pilbup Minahasa Rasa Pilgub Sulut”

Betapa tidak,setelah melalui perjalanan panjang dan alot dengan sistem,mekanisme dan dinamika yang sangat”bernafsu” petinggi dua partai besar di negeri ini yakni PDI Perjuangan dan partai Golkar akhirnya mengusung Roy Roring dan Robby Dondokambey (RO-RD) untuk PDI-P dan partai Golkar menjagokan Ivan Sarundajang dan Careig Naichel Runtuh (Ivansa-CNR).

Tampilnya birokrat Roy Roring”mendepak” posisi Jantje Wowoling Sajow (JWS) pada awalnya sempat membuat para militansi partai berlambang banteng itu pesimis dan menilai langkah DPP partai pimpinan Megawati Soekarno Putri ini tidak mengusung ketua PAC PDI-P Kabupaten Minahasa yang juga adalah petahana merupakan langkah mundur dan keputusan bunuh diri.

Kondisi “Kisruh” para fans berat JWS dan kelompok militansi PDI-P di Minahasa seakan memberikan “jalan tol” bagi Paslon Ivansa-CNR untuk memenangkan pertarungan merebut singgasana “Minahasa SATU dan Minahasa DUA” dimana kondisi “patah hati” para pendukung berat JWS membuat kubu Ivansa-CNR makin percaya diri.

Namun ternyata patut diangkat jempol bagi jiwa sebagai seorang politisi sejati JWS yang dibuktikan dengan kebesaran jiwa JWS turut bersama tim pemenangan mengantar Paslon RO-RD melangkah menuju kantor KPU Kabupaten Minahasa untuk mendaftarkan diri.

Selang beberapa hari kemudian langkah bijak JWS kembali membangunkan sekaligus membingungkan publik dimana JWS dengan tegar, tegas dan jelas menyatakan menerima dengan lapang dada kebijakkan partai atas dirinya serta dukungan penuh kepada paslon RO-RD untuk memenangkan Pilkada Minahasa.”Saya mendukung penuh keputusan DPP dan kebijakkan partai,untuk itu saya berharap agar seluruh kader dan pengurus serta militansi JWS dan PDI-P Minahasa mendukung paslon RO-RD pada pilkada nanti.”ungkap JWS.

Terlepas rentetan kondisi tersebut diatas, apa korelasinya dengan pendapat bahwa “Pilbup Minahasa Rasa Pilgub Sulut”dalam konteks luas?

Jelas ada dan sangat gamblang terlihat” meski tampak tidak tampak secara fulgar “dimana sejak penetapan bakal calon hingga kebijakkan strategis partai lainnya,ada tiga nama” God Father” yang menjadi dalang pada hiruk-Pikuk Pilkada Minahasa ini. Mereka adalah Olly Dondokambey untuk paslon ROR-RD dan duet mantan Gubernur Sulut Sinyo Hary Sarundajang dan Mantan Ketua DPD partai Golkar Sulut dan mantan Bupati Minahasa Stefanus Vreke Runtu (SHS-SVR) untuk kubu Ivansa-CNR.

Saya dan bahkan publik Sulut pasti sudah mengetahui sepak terjang dan tred record politik ” Sang Maestro Politik ” dari Sulut itu.

Dengan campur tangan tiga sosok pemimpin bumi Nyiur Melambai ini diyakini semakin membuat suhu politik di Minahasa semakin panas.

Betapa tidak, sudah pasti OD akan”Tanam Kepala”Memenangkan Pilkada Minahasa selain untuk mengobati kekecewaan sebagian militansi akibat”JWS tereliminasi” dari bursa pencalonan juga notabene Minahasa merupakan salah satu basis militansi setia dan lumbung suara yang sangat strategis bagi kepentingan sukses ajang pemilihan Gubernur Sulut mendatang. Sementara untuk paslon Ivansa -CNR diyakini pula “Dua master balante” putra Minahasa yakni SHS dan SVR ini akan “turun gunung dan lari kencang “untuk memenangkan dua putra Mahkota penerus tahta Sarundajang-Runtu. Fantastis dan Realistis bukan?

Situasi politik, kondisi kepercayaan masyarakat dan ambisi politik yang logis dari tiga sosok akan akan menjadi sutradara bagi pilkada “Pilbup bernuansa Pilgub” ini dengan menurunkan kekuatan penuh baik pengaruh dinasti keluarga serta strategi jitu bahkan bakal menguras kocek “tanpa limit” untuk biaya politik secara maksimal meski dengan berbagai trik dan intrik politik.

Fenomena dan realitas sosial dan politik diataslah yang membuat seluruh tahapan Pilkada oleh KPU Minahasa telah menjadi trend topik seluruh media massa dan perbincangan yang mengglobal tanpa batas, bahkan gaungnya sampai viral di media sosial dengan komentar dan tanggapan serta harapan beragam dari kawanua yang berada di luar Sulut.

“Semoga tiga dedengkot politik yang sama-sama masih ada power dan trust dari masyarakat Minahasa itu dapat berjibaku secara santun, profesional dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan kearifan lokal demi kejayaan serta kemakmuran tanah Toar Lumimuut lima tahun mendatang.” Semoga!!!!.(Red/Rs)

About Redaksi

Check Also

Wagub Steven pantau SKD CPNS Pemprov Sulut.

Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw berharap proses seleksi Calon Pegawai Negeri …