web analytics

PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP-BUDIDAYA SULUT DITARGETKAN TERCAPAI

Manado, Sulutlink.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut) optimistis data  produksi perikanan tangkap dan budidaya tahun 2019  lalu mampu mencapai target. 

“Kami memastikan kinerja perikanan tangkap dan budidaya bahkan ekspor di tahun 2019 ini dipastikan akan melampaui target,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut), Tinneke Adam di Manado, Kamis.

Dia mengatakan total volume produksi perikanan telah mencapai 495.741 ton (catatan semester pertama) dari target 882.150. Dengan rincian perikanan tangkap sebesar 360.197 ton dari target 382.150 (per November 2019). Selanjutnya produksi budidaya sebesar 479.500 ton dari target 500.000 ton.

“Untuk nilai ekspor perikanan hingga November 2019 telah mencapai 75,059 dolar AS,” katanya.

Rata-rata capaian kinerja perikanan kita melampaui target, dan ini menjadi harapan bahwa progress perikanan akan lebih baik lagi ke depan.

Di sisi lain, Adam tak menepis bahwa profil perikanan di Sulut masih banyak menghadapi kendala. Antara lain rendahnya produktivitas dan daya saing usaha perikanan.

“Penyebabnya karena integrasi sistem produksi di hulu dan hilir belum optimal, fasilitas sarana dan prasarana pelabuhan, kualitas kelembagaan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan aksesbilitas terhadap infrastruktur serta informasi belum memadai,” sebutnya.

Fasilitas pendukung berupa prasarana pelabuhan dan balai benih yang masih terbatas juga belum memadai. Ini membuktikan produktivitas nelayan masih tergolong rendah. Dan lagi-lagi yang menjadi penyebabnya adalah armada perikanan yang masih didominasi oleh kapal kecil, yaitu perahu tanpa motor, motor tempel dan kapal motor ukuran kurang dari 5 GT.

“Jadi kelemahan dari nelayan yang hanya mampu melakukan penangkapan ikan one day fishing dan tingginya tingkat kehilangan mutu ikan karena belum menerapkan sistem rantai dingin maupun keterbatasan dalam memanfaatkan dana perbankan, menjadi kendala yang harus disikapi ke depan,” tandasnya.

Di sisi lain, Adam memastikan kesejahteraan nelayan di Sulut sudah pada taraf yang baik. Hal itu dibuktikan dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang berada di level 117.44 persen, dalam artian melampaui standar yang ditetapkan sebesar 100 persen.

Untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dan budidaya di tingkat nelayan, DKP berupaya untuk meningkatkan infrastruktur yakni pembangunan dan rehabilitasi penahan gelombang atau break water di pelabuhan perikanan pantai di Ulu-Siau, Tumumpa dan Dudepo.

Selanjutnya pengembangan dan rehabilitasi turap atau revetmen di pelabuhan Dudepo Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

“DKP juga memberikan bantuan motor tempel sebesar 15 PK sebanyak 9 unit di Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara dan Kepulauan Sangihe. Dan untuk peningkatan produksi DKP juga memberikan bantuan calon induk ikan serta benih ikan,” tukasnya.

Adam menambahkan, untuk jenis ikan yang diekspor dipastikan akan meningkat. Acuannya, untuk tahun 2018 telah mencatatkan capaian sebesar 21.511.125 kilogram dengan nilai 129.044.345 dolar AS.

“Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan DKP di sepanjang tahun 2019, maka produksi perikanan tangkap, budidaya perikanan dan ekspor akan meningkat,” katanya. Manado, 09/1 (ANTARA) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut) optimistis data  produksi perikanan tangkap dan budidaya tahun 2019  lalu mampu mencapai target. 

“Kami memastikan kinerja perikanan tangkap dan budidaya bahkan ekspor di tahun 2019 ini dipastikan akan melampaui target,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut), Tinneke Adam di Manado, Kamis.

Dia mengatakan total volume produksi perikanan telah mencapai 495.741 ton (catatan semester pertama) dari target 882.150. Dengan rincian perikanan tangkap sebesar 360.197 ton dari target 382.150 (per November 2019). Selanjutnya produksi budidaya sebesar 479.500 ton dari target 500.000 ton.

“Untuk nilai ekspor perikanan hingga November 2019 telah mencapai 75,059 dolar AS,” katanya.

Rata-rata capaian kinerja perikanan kita melampaui target, dan ini menjadi harapan bahwa progress perikanan akan lebih baik lagi ke depan.

Di sisi lain, Adam tak menepis bahwa profil perikanan di Sulut masih banyak menghadapi kendala. Antara lain rendahnya produktivitas dan daya saing usaha perikanan.

“Penyebabnya karena integrasi sistem produksi di hulu dan hilir belum optimal, fasilitas sarana dan prasarana pelabuhan, kualitas kelembagaan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan aksesbilitas terhadap infrastruktur serta informasi belum memadai,” sebutnya.

Fasilitas pendukung berupa prasarana pelabuhan dan balai benih yang masih terbatas juga belum memadai. Ini membuktikan produktivitas nelayan masih tergolong rendah. Dan lagi-lagi yang menjadi penyebabnya adalah armada perikanan yang masih didominasi oleh kapal kecil, yaitu perahu tanpa motor, motor tempel dan kapal motor ukuran kurang dari 5 GT.

“Jadi kelemahan dari nelayan yang hanya mampu melakukan penangkapan ikan one day fishing dan tingginya tingkat kehilangan mutu ikan karena belum menerapkan sistem rantai dingin maupun keterbatasan dalam memanfaatkan dana perbankan, menjadi kendala yang harus disikapi ke depan,” tandasnya.

Di sisi lain, Adam memastikan kesejahteraan nelayan di Sulut sudah pada taraf yang baik. Hal itu dibuktikan dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang berada di level 117.44 persen, dalam artian melampaui standar yang ditetapkan sebesar 100 persen.

Untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dan budidaya di tingkat nelayan, DKP berupaya untuk meningkatkan infrastruktur yakni pembangunan dan rehabilitasi penahan gelombang atau break water di pelabuhan perikanan pantai di Ulu-Siau, Tumumpa dan Dudepo.

Selanjutnya pengembangan dan rehabilitasi turap atau revetmen di pelabuhan Dudepo Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

“DKP juga memberikan bantuan motor tempel sebesar 15 PK sebanyak 9 unit di Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara dan Kepulauan Sangihe. Dan untuk peningkatan produksi DKP juga memberikan bantuan calon induk ikan serta benih ikan,” tukasnya.

Adam menambahkan, untuk jenis ikan yang diekspor dipastikan akan meningkat. Acuannya, untuk tahun 2018 telah mencatatkan capaian sebesar 21.511.125 kilogram dengan nilai 129.044.345 dolar AS.

“Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan DKP di sepanjang tahun 2019, maka produksi perikanan tangkap, budidaya perikanan dan ekspor akan meningkat,” katanya.

(ANT/Ryn)

About Redaksi 2

Check Also

Henry Walukouw, Ingatkan Terkait Pembinaan Disiplin ASN di Provinsi Sulut

Manado, Sulutlink.com – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) …