web analytics

Psychic Bidding, Apa Itu?

Oleh Bert Toar Polii

Sulutlink.com – Masih banyak pemain yang rancu mengenai psychic bidding apakah diperbolehkan atau dilarang.

Padahal sebenarnya kalau kita membaca international code laws of duplicate bridge sangat jelas tertulis bahwa psychic bidding diperbolehkan.
Pasal 40 A menyatakan sebagai berikut:
Seorang pemain boleh melakukan penawaran atau cara bermain apapun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu (termasuk penawaran yang disengaja menyesatkan – seperti penawaran psychic – atau suatu penawaran atau permainan yang menyimpang artinya daripada konvensi yang lazim ataupun yang telah diberitahukan sebelumnya), selama penawarn atau permainan tersebut tidak didasarkan atas saling pengertian antar pasangan.
Berdasarkan aturan di atas, jelas bahwa psychic bidding adalah bagian daripada permainan bridge. Yang perlu diingat, kebanyakan pemain yang melakukan psychic bidding akan mengalami kerugian jadi jika sekali-sekali diuntungkan ya tidak apa-apa.
Persoalan mendasar berikutnya adalah membedakan antara psychic bidding dengan tactical bid. Contoh “tactical bid”:

1. Partner bid 1S dan anda response 2C dengan pegangan:
S J 8 3
H A J 9
D A Q J 2
C 9 6 2

Jelas ini merupakan tactical bid untuk mencegah lawan lead Club.

2. Partner bid 1D dan anda response 1H dengan pegangan :
S K J 3
H A 7 2
D A 10 5
C K J 10 3

Sama seperti di atas, bid 1H merupakan tactical bid untuk mencegah lawan lead Heart serta memudahkan partner untuk rebid sekaligus menghindari bid 2C dengan 4 kartu
Anda buka 1S dan partner bid 2S kemudian anda rebid 3D dengan pegangan :
S A Q 10 6 5 4
H A K
D 10 5 2
C A K J

Jika tidak ada konvensi khusus maka 3D adalah tactical bid.
Yang menjadi masalah adalah kalau pada contoh 1, partner kemudian bid 2H dan berikutnya pass terhadap bid 3NT dari anda dengan pegangan:

Q 10 7 6 2
K Q 10 5
7
A K J

Partner mengabaikan bid 4C dengan pegangan di atas merupakan suatu pertanda ada yang tidak beres.

Demikian juga dengan contoh 2: Partner raise 2H tetapi pass terhadap rebid 3NT anda dengan pegangan:
S Q 5
H K J 10 3
D A J 9 7 6
C 9 2

Pass pada kedua kasus di atas bisa dianggap merupakan tindakan yang tidak etis.
3 papan dibawah ini merupakan contoh keberhasilan psychic bidding”

1. S J 10
U/— H A Q 5 4
D A 8 2
C 9 8 4 2
S K Q 8 6 5 S A 4 2
H J 10 H K 9 8
D 10 6 4 3 D Q 9
C A Q C K J 10 7 5
S 9 7 3
H 7 6 3 2
D K J 7 5
C 6 3

Barat Utara Timur Selatan
Avarelli Mathe Belladonna Hamman
1H Dbl. 1S
1NT Pass 2C Pass
2D Pass 2NT //

Papan ini adalah salah satu papan Final Bermuda Bowl 1966 antara Italia dan Amerika yang berlangsung di Italia. Akibat dari psychic dari Hamman, pasangan sekaliber Belladonna/Avarelli harus kehilangan game 4S bikin 5. Kontrak 2NT hanya bikin karena setelah Utara lead SJ, declarer menang SA kemudian finesse Spade sehingga Utara menang dengan S10.
Martin Cohen pada Kejuaraan Vanderbilt Team pada tahun 1967 di Seattle, Amerika Serikat, berhasil melakukan psychic opening preemptive pada papan di bawah ini:

9. S 10 8 7 6 4 3
U/EW H A 10 6
D K Q 6
C 7
S A S K Q 2
H K J 9 8 7 5 2 H Q 3
D A J D 10 8 6 5 4 3 2
C A K 4 C 2
S J 9 5
H 4
D 9
C Q J 10 9 8 6 5 3

Barat Utara Timur Selatan
Leventritt MacCracker Schenken Cohen
Pass Pass 3H
//

Barat walaupun tahu Selatan melakukan psychic preemptive bid tidak bisa berbuat apa karena ia tidak bisa melakukan penalty double. Double dari Barat pada sekuense ini berarti take out.
Akibatnya pasangan TB harus menerima nasib membiarkan US memainkan kontrak 3H. Kontrak ini berakhir dengan mati 6. Tetapi masih menang 13 imp karena di meja lain penawaran berlangsung:

Barat Utara Timur Selatan
Pass Pass 5C
5H Dbl. //

Kontrak 5HX+1 = 1050 untuk TB. Kontrak 5H akan gugur jika Utara lead HA dilanjutkan dengan Heart lagi.

Psychic bid yang paling spektakuler terjadi pada Kejuaraan Dunia tahun 1953 pada pertandingan antara Amerika melawan Swedia.

2. S A K 8 6 5 2
T/US H Q 10 9 5 4 2
D K
C —
S J 9 7 4 3 S —
H 6 H 8 7 3
D A 8 3 D J 10 5 2
C A K 4 3 C 10 9 8 6 5 2
S Q 10
H A K J
D Q 9 7 6 4
C Q J 7

Barat Utara Timur Selatan
Schenken Amnef Crawford Liliehook
1C(!) 1H(!)
1S 6H //

Dua orang sekaligus psychic, Timur dengan pegangan 1 point buka 1C kemudian Selatan bid 1H dengan 3 kartu.
Schenken lead CK dan kontrak bikin karena Liliehook bermain cantik. Ia ruff Club ke tangan dengan HK kemudian main CJ. Ketika Barat tidak cover ia discard DK. Selanjutnya main HJ yang diambil alih dengan HQ dilanjutkan dengan S2. Kontrak sudah aman karena jika Timur ruff, tidak ada masalah lagi. Jika Timur tidak ruff, declarer menang dengan SQ, dilanjutkan S10 yang dibiarkan menang untuk Barat dengan SJ. Apapun pengembalian Barat, declarer akan mengumpulkan 12 trik.

Penulis juga punya pengalaman segudang dengan “psychic bid” maupun “tactical bid”, dua papan dibawah ini merupakan pengalaman penulis saat berpasangan dengan Denny Sacul di PABF Champhionships 2001 di Singapura.

Indonesia vs Malaysia (RR1)

2. S 2
H K Q
D K Q 8 6 5 3
C A K J 8
S 8 5 3 S A K Q 10 7 4
H 9 8 7 2 H 6 5 4
D 10 9 7 D J 2
C 4 3 2 C 9 5
S J 9 6
H A J 10 3
D A 4
C Q 10 7 6

Pada session ini, penulis pertama kali berpasangan dengan Denny Sacul yang menggantikan partner tetap penulis, Amiruddin Jusuf. Dengan diskusi seadanya, dimana prinsipnya Denny mengikuti sistim yang penulis gunakan dengan Amir dengan catatan tidak ada “light opening”. Papan kedua kita bermain, aturan “light opening” penulis langgar dengan buka 1S pegangan Timur. Denny dengan pegangan 0 point melihat kesempatan untuk melakukan psychic bid, Ia bid 1NT forcing. Utara dengan pegangan 6-4 lebih memilih overcall 2D ketimbang melakukan take-out double. Penulis yang biasanya rebid 2S tapi karena penulis tahu kebiasaan Denny dimana dengan pegangan minimum harus pass dulu terpaksa pass. Ternyata pilihan itu yang benar karena Selatan ikut pass dan tentu saja diterima dengan senang hati oleh Denny. Kontrak 2D bikin 6 sementara itu di Closed Room, Henky-Eddy bid 5C bikin 6. Psychic bid yang menguntungkan.

Indonesia vs Jepang (RR2)

8. S Q 9 8
B/— H A J 5 2
D A K 6
C 9 5 2
S A J 7 6 4 3 S 10 5 2
H 7 H 9 8 6 4 3
D J 9 4 2 D 10 5 3
C K 3 C 10 6
S K
H K Q 10
D Q 8 7
C A Q J 8 7 4

Kali ini Denny yang buka 2S dan penulis yang pegang 0 point. Setelah Utara pass penulis bid 2NT forcing. Selatan overcall 3C dan Denny bid 3H menunjukan pendek. Utara yang mengira Selatan bid 3C hanya untuk menunjukan “directing lead” mengingat Timur bid 2NT forcing memilih pass. Penulis kemudian sign off 3S dan menjadi kontrak akhir. 3S berakhir mati 2. Denny menghibur lawannya bahwa mereka masih berpeluang menang dari papan ini karena ada kemungkinan Henky-Eddy bid 6C-1. Ternyata perkiraan Denny benar dan kita harus kalah 4 Imp. Psychic bid yang merugikan.

About Redaksi 2

Check Also

Mengenal World Bridge Team Championship (WBTC), Piala Dunianya Bridge

Oleh : Bert Toar Polii Sulutlink.com – Cabang olahraga bridge mempunyai event yang mirip dengan …