web analytics

Punya Andil Berdirinya RI, Kawangkoan Seruhkan NKRI Harga Mati

Peserta Aksi Damai 205 Foto Bersama Di Depan Monumen Pers Mendur
Peserta Aksi Damai 205 Foto Bersama Di Depan Monumen Pers Mendur

Sulutlink.Com, Kawangkoan – Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI adalah harga mati adalah penggalan kalimat – kalimat yang diteriakkan oleh ratusan peserta aksi damai “Tou Kawangkoan untuk NKRI” sabtu (20/5/2017) sore di pusat kota yang terletak tepat ditengah tanah Minahasa itu.

Aksi damai yang digagas oleh kaum muda di Kawangkoan sebagai bentuk keprihatinan akan nasib bangsa, diawali dengan long march dari di Monumen Pers Mendur melewati tugu Kacang ke Monumen Lapian Taulu yang dirangkai peletakan karangan bunga di Monumen pahlawan asal Kawangkoan itu.

Foto Bersama Peserta Aksi Damai 205 di Depan Monumen Lapian Taulu
Foto Bersama Peserta Aksi Damai 205 di Depan Monumen Lapian Taulu

Kegiatan yang kemudian berlanjut di pusat pertokoan tepatnya di “Terung Paliusan” Kawangkoan diisi dengan pidato dan orasi yang pada hakekatnya mau mengajak seluruh masyarakat untuk membuka mata dan andil serta memberikan sumbangsih nyata akan kemajuan bangsa secara khusus ditengah berbagai polemik bangsa yang terjadi akhir – akhir ini.

Tokoh Pemuda sekaligus Penggagas Aksi Damai 205 Tou Kawangkoan Untuk NKRI, Hutri Laloan mengatakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lepas dari peran dan sumbangsih orang Kawangkoan karena itu dengan tegas kita menolak paham – paham yang mau menghancurkan keutuhan bangsa.

“Kita ingat perjuangan Pahlawan Frans Mendur dan Alex Mendur, perjuangan CH. Taulu bahkan BW. Lapian yang adalah putra – putra terbaik Kawangkoan waktu itu. Dengan gigihnya memperjuangkan kemerdekaaan bangsa ini tanpa memikirkan diri mereka. Oleh karena itu pantaslah kalau orang Kawangkoan mengatakan NKRI adalah harga mati yang tak bisa ditawar” tegas Hutri Laloan

Bahkan lanjut Laloan, kita harus tegas jangan biarkan negara kita hancur, kita adalah Indonesia bangsa yang berbudaya yang berketuhanan dalam satu kesatuan Bhineka Tunggal Ika

Ketua KNPI Minahasa Theo Umbas saat berpidato
Ketua KNPI Minahasa Theo Umbas saat berpidato

Ketua Pemuda GMIM Kawangkoan Satu, Edwin Umbas mengutip kalimat Presiden Pertama Republik Indonesia Ir.Soekarno yang mengatakan berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia, mau mengajak peran pemuda sangat strategis, pemuda harus berada digarda terdepan negeri ini dan pemuda harus menjaga keutuhan NKRI. Bahkan lanjut Edwin Umbas, bagi masyarakat yang mendukung intoleransi dan radikalisme dan lainnya dipersilahkan dan harus diusir dari negeri ini.

Sementara itu Ketua KNPI Minahasa Theo Umbas mengatakan, ingatkah kita hari ini hari apa? Hari ini adalah hari kebangkitan nasional tapi sangat memiriskan bahwa bangsa kita saat ini berada dititik kebablasan nasional.

“Ingat bangsa kita dikoyak – koyak, pilar – pilar penegak NKRI kita dikoyak – koyak. Kita harus ingat bahwa Sulawesi Utara mengambil bagian dalam menuju kemerdekaan Indonesia. Tokoh – tokoh kita, orang tua kita berhasil dengan tokoh nasional lainnya Dr.GSSJ Ratulangi, Arnol Mononutu bahkan Tou Kawangkoan orang tua kita BW.Lapian, CH.Taulu, Frans Mendur menjadi bagian sejarah perjuangan bangsa kita” ucap Theo berapi – api.

Aksi damai 205 Tou Kawangkoan untuk NKRI yang diikuti diikuti oleh berbagai elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemuda gereja, pemuda mesjid, lembaga swadaya masyarakat, organisasi partai politik

diikuti pula oleh Camat Kawangkoan Meike Rantung dan Kapolsek Kawangkoan IPTU Dartha Daipaha, unsur tripika dan diakhiri dengan doa perdamaian dan pemasangan lilin oleh seluruh peserta aksi damai (ian)

About Redaksi

Check Also

Pemkab Mitra Bergerak Cepat Dalam Rangka Penyusunan RKPD Thn 2023

Minahasa Tenggara, Sulutlink.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) bergerak cepat, Pemkab Mitra mengelar Konsultasi …