web analytics

Rasakan Sensasinya, Berjalan Melewati ‘Laut Terbelah’ Di Pulau Dodola

Bayangkan jika kita bisa merasakan perjalanan Nabi Musa ketika dikejar olah pasukan Firaun dari Mesir, dengan kuasa Tuhan, lautanpun terbelah dua dengan daratan ditengah-tengahnya. Sungguh tidak dapat dibayangkan sensasinya jika berjalan melewati keadaan alam seperti itu.

Di Indonesia kita dapat menemukan yang mirip seperti itu, terdapat perairan yang nampak dipisahkan oleh garis pantai berpasir putih, sungguh eksotis dan menawan. Di sanalah keajaiban Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil akan menjadi satu daratan ketika laut surut. Tentu saja masih banyak keunikan dan daya tarik lain yang dimiliki oleh wisata andalan di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara tersebut.

Keajaiban Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil akan menjadi ‘Lautan Terbelah’ ketika air laut surut

Sekali ke sana, kenikmatan keindahan yang tiada tara akan langsung melekat kuat dalam ingatanmu. Menjadi spirit yang selalu menyalakan semangatmu untuk mulai berkeliling mengenal lebih banyak lagi surga-surga pariwisata yang ada di Alam Indonesia, yang tersimpan sejuta kekayaannya.  Dua Pulau Dodola pas banget dijadikan tempat memanjakan mata, menyegarkan pikiran dan tempat wisata yang wajib kamu kunjungi.

Satu lagi persembahan Indonesia untuk para traveler, Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil akan menjadi satu daratan ketika laut surut. Penasaran?? .. Berikut ini ulasan selengkapnya.

 

Sensasi Lokal Rasa Maladewa

Pantai yang membujur di sepanjang Pulau Dodola dapat kita bayangkan seakan-akan berada di Negara Maladewa. Tau kan mengenai Negara Maladewa, negara kecil yang paling eksotis, memiliki dengan kumpulan pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna, kawasan wisata didalamnya diidam-idaman olah banyak orang. Mulai dari lautan yang membiru tapi jernih hingga daratan yang kemilau karena terpaan sinar matahari.

Surga Pantai di Sepanjang Pulau Dodola

Terkadang para backpacker hanya bisa gigit jari jika ingin ditantang melancong ke Maladewa ini. Mengingat harus memiliki budget yang cukup lumayan untuk dapat menggapai impian tersebut.

Tenang, Alam wisata di Nusantara itu kaya dan tidak kalah eksotisnya dengan negara lain. Keindahan Maladewa tersemat di beberapa tempat di Indonesia,salah satunya dapat kita temukan di kawasan Pulau Dodola. Ada pantai yang keren dan panjang, pokoknya miriplah dengan Maladewa.

 

Transportasi Menuju Pulau Dodola

Jika kamu sudah merencanakan Travelling ke Pulau Dodola,kamu harus mengerti tentang transportasi menuju ke sana. Dari manapun kamu berada, nantinya akan melalui Ternate dan akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Morotai.

Jika dari Bandara Sultan Babullah-Ternate, bisa menggunakan penerbangan menuju Morotai dengan waktu tempuh sekitar 45 menit, harganya bisa mencapai Rp. 280 ribuan.

Kemudian berangkatlah menuju Pelabuhan untuk menumpang transportasi laut. Ada beberapa pilihan yaitu speedboat atau perahu kecil berjenis Katinting. Harga tentu beda, sediakan uang sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta untuk naik speedboat dengan lama perjalanan sekitar 30 menit. Sedangkan naik katinting cukup dengan biaya Rp. 300 ribu saja.

Pasir Putih lembut yang Berkilauan Sepanjang Pantai Pulau Dodola

Sebagai tambahan, untuk penerbangan ke Ternate ada yang transit terlebih dahulu di Manado, ada juga langsung terbang ke Bandara Sultan Babullah, Ternate.

Waktu terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Sam Ratulangi, Manado memakan waktu hampir empat jam, lalu dilanjutkan perjalanan 40 menit menuju Ternate.

Sebenarnya Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan jalur udara lagi. Tapi hanya Susi Air yang memiliki rute menuju Pulau Morotai. Itu pun hanya dua kali dalam seminggu.

Meski begitu, wisatawan masih bisa menggunakan jalur laut jika hendak menuju Morotai. KM Geovani, kapal dari Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate biasanya berangkat sekira pukul 20.00 WITA dan tiba di Pelabuhan Imam Lastori, Morotai Selatan sekira pukul 06.00 WITA.

Ada juga akses kapal laut dari Bitung dan Manado menuju Morotai. Biaya kapal laut dari Ternate menuju Morotai biasanya Rp275 ribu per orang.

Sedangkan untuk jalur darat, dari Ternate Anda bisa menuju Sofifi lalu melanjutkan perjalanan menggunakan mobil ke Tobelo. Baru setelah itu berjalan ke Morotai. Total waktu yang ditempuh biasanya sekira empat jam.

 

Jika ingin Merasakan Sensasi Lautan Terbelah, Datang di Waktu yang Tepat

Keunikan utama terletak pada garis pantai yang memanjang, maka kamu harus datang di saat yang tepat yaitu ketika lautan sedang surut. Memang saat pasang tetap ada keindahan, namun kamu tidak akan bisa melihat laut yang “terbelah”. Selain itu, bawalah perbekalan yang cukup, karena Pulau Dodola adalah daratan tak berpenghuni. Mengarungi lautan yang jernih, tidak akan pernah membuatmu bosan, justru tidak akan terasa lelah, tahu-tahu sudah sampai saja di Pulau Dodola.

Rasakan Sensasinya Berjalan melewati ‘Lautan Terbelah’ di Pulau Dodola

Nikmati pasir pantai yang begitu lembut dan di sisi-sisinya tersuguh sebuah gradasi warna antara putih, hijau, hingga biru.

Dari Pulau Dodola Besar ke Pulau Dodola Kecil bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati pantai selama lima belas menit. Jangan lupa untuk membawa lotion anti nyamuk ya! Karena binatang penghisap darah itu beterbangan. Masyarakat setempat menyebutnya Agas. Jika kamu datang saat akhir pekan, terdapat persewaan jetski. Harga sewanya bisa bikin melongo yaitu sekitar Rp 500 ribu hanya untuk satu jam. Sebagai alternatifnya, cobalah untuk menyelam. Setidaknya ada sekitar 13 titik diving yang bagus-bagus.

 

Terdapat Situs Bersejarah Bekas Perang Dunia ke-II

Ternyata Pulau Morotai, termasuk Pulau Dodola ini dulu menjadi saksi bisu terjadinya pertempuran antara Jepang melawan Sekutu.

Disana terdapat situs bangkai kapal-kapal bekas Perang Dunia II, peninggalan bersejarah ini dapat ditemukan seputaran 13  spot diving.

Situs Bangkai bekas Perang Dunia II di salah satu Spot Diving antara Pulau Morotai dengan Pulau Dodola

Berdekatan dengan Pulau Dodola terdapat Pulau Sumsum, di pulau inilah Jenderal Douglas Mc Arthur yang pemimpin pasukan sekutu untuk kawasan Asia Pasifik pernah tinggal pada masa Perang Dunia II. Goa pusat komando dan tempat pendaratan Amphibi masih terlihat disana.  Untuk mengenang Mc Arthur, maka monumen Mc Arthur berdiri dengan gagah di Pulau Sumsum ini.

Bekas Tempat Pemandian Jenderal McArthur Di Pulau Sumsum

Pulau Dodola sungguh mempesona bukan?, Jika tidak puas hanya sehari saja, maka kamu bisa menyewa cottage. Perlu kamu ketahui, sarana listrik belum tersedia disana. Untuk harga penginapan berkirasr antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Setelah puas jalan-jalan di Didola, jangan langsung pulang. Sempatkan untuk mampir ke Pulau Sumsum di sekitarnya dan Pulau Morotai, di sana kamu bisa menikmati wisata sejarah, berkuliner hingga bersantai di Resort yang tersedia.

About Redaksi 2

Check Also

Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara Gelar Roling pejabat Di Lingkungan Pemkab Mitra.

Mitra – sulutllink. Com – Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH,MH hari ini, …