web analytics

Ronny Geruh Terima Keluarga Alm Agita, Minta Perhatian DPRD Sulut

 

Manado, sulutlink.com – Sudah sempat viral di media sosial berita yang dialami salah satu pasien di RSU GMIM Bethesda Tomohon tentang dugaan salah diagnosa.

Kantor DPRD Provinsi Sulut, Kamis 9 Desember 2021 yang lalu terima Ibu korban Selvi Pondaag bersama keluarga menyampaikan aspirasi guna mendapatkan respon DPRD Sulut yang diterima langsung oleh Kepala Bagian Persidangan Ronny Geruh dan jajarannya.

Adapun aspirasi yang dimasukan oleh keluarga korban terkait dugaan malpraktek yang dilakukan RSU GMIM Bethesda Tomohon pada Agustus 2021, akhirnya mengambil sikap “melapor” ke DPRD Sulut.

Ibu korban Selvi Pondaag bersama keluarga memasukkan aspirasi guna mendapatkan perhatian lembaga DPRD Provinsi Sulut.

Berdasarkan laporan tertulis yang dilampirkan keluarga, RSU GMIM Bethesda Tomohon dinilai telah salah mendiagnosa penyakit yang dialami Agita Wayong (27) selaku korban.

Mereka juga keliru mengambil tindakan medis kepada korban, sehingga memperburuk penyakit Agita.

Hingga akhirnya nyawa Agita tidak bisa tertolong lagi karena infeksi hati, ginjal, paru-paru, dan otak. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. R.D. Kandou pada 5 Oktober 2021 pukul 15.00 WITA.

Pihak keluarga tidak terima dengan kejadian ini. Mereka pun memilih menuntaskan masalah tersebut secara musyawarah di DPRD Sulut, ketimbang mengambil langkah frontal dan anarkis. Ini dalam rangka meredam keributan yang mulai terpicu di keluarga mereka.

“Kami datang kesini untuk meminta bantuan dari anggota dewan selaku wakil rakyat. Kami ingin segera menyelesaikan kejadian yang menimpa anak kami dengan rumah sakit,” ujar Selvie Pondaag.

Sebelumnya RSU GMIM Bethesda Tomohon memang secara rutin menghubungi keluarga, usai kejadian tersebut. Ini dalam rangka mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.

Tapi dalam prosesnya keluarga merasa pihak rumah sakit enggan menyanggupi permintaan terakhir keluarga, yakni memberikan santunan kepada empat anak yang ditinggalkan korban. Ini sebagai jaminan hidup anak-anak kedepannya, meningat Agita merupakan tulang punggung kehidupan mereka.

“Sejak kasus ini booming, kami keluarga memilih diam karena menunggu etikad baik dari rumah sakit. Tapi sampai saat ini rumah sakit seolah cuma mempermainkan hasil dari pertemuan-pertemuan kita sebelumnya,” ungkap Selvie.

“Semoga setelah ini pihak rumah sakit bisa menanggapi kejadian yang menimpa anak kami dengan lebih serius. Semoga DPRD Sulut bisa memfasilitasi jaminan hidup anak-anak yang ditinggalkan Agita, lewat pertemuan yang akan diadakanKo nantinya,” harapnya.

Laporan tersebut langsung dilegitimasi oleh Kabag Ronny Geruh untuk diteruskan kepada pimpinan DPRD Sulut dan Komisi yang membidanginya. Ia memastikan aduan itu segera diproses dan direalisasi.

“Jadi setelah ibu masukan laporan ke staf resepsionis, suratnya akan langsung diteruskan kepada Sekretaris DPRD Sulut lalu Ketua DPRD Sulut, untuk selanjutnya didisposisi ke Komisi 4 yang membidangi hal tersebut,” tandas Geruh. **/ Rel. SL.

About DeProS Red

Check Also

Apel Akbar Panji Yosua, James Sumendap SH. MH Sampaikan Olly Dondokambey Sebagai Kaisar Panji Yosua

Mitra – sulutlink.com – Apel Raya Panji Yosua – Panglima Panji Yosua Pria Kaum Bapa …