web analytics

Salah Gunakan Wewenang, Oknum BPN Keluarkan Sertifikat Diatas Sertifikat

James Bastian Tuwo SH

Manado-Sulutlink.com-Kuasa Hukum Dekson Rotti, salahsatu korban yang dirugikan atas penyerobotan lahan yang terletak di jalan Ahmad Yani Sario, James Tuwo SH mengatakan, akibat kenakalan oknum BPN sehingga orang lain termasuk Kliennya dirugikan.

Hal ini Ia sampaikan saat ditemui wartawan diruang kerjanya di Jl Samratulangi kompleks Wanea Plaza Manado, Kamis (01/10).

“Memanfaatkan kewenangan, merugikan orang lain,” Tutur James Tuwo pengacara handal yang sering menangani kasus pertanahan,
Ia menjelaskan bahwa oknum BPN yang salah memanfaatkan jabatannya sehingga tanah dari kliennya pak Dekson Rotti alias Ko Beng yang jelas-jelas sudah ada sertifikat bisa terbit lagi sertifikat pada objek yang sama.

Dikatakannya bahwa akibat kenakalan kenakalan dari oknum BPN sehingga banyak masyarakat kecil yang dirugikan, salahsatunya lahan yang berada di jl Ahmad Yani Sario yang sudah memiliki sertifikat No 25 tahun 2001, tiba tiba dikeluarkan lagi sertifikat hak milik, “ini tidak benar sama sekali, itu adalah kecurangan menggunakan wewenang yang salah.” ujarnya.

Diketahui bahwa pada tahun 2001 BPN telah mengeluarkan sertifikat hak guna bangunan nomor 25 tahun 2001. Dengan pemegang hak Cathalina Binui. Sertifikat tersebut diteken kepala BPN Manado waktu itu Ir Ronny M Eman SH tertanggal 11 April 2001. Di bawahnya ada keterangan penunjuk yang menyebutkan, tanah negara bekas HGB nomor 20/Sario. Warkah nomor 1191/II/2001, tiba-tiba BPN diduga kembali menerbitkan sertifikat nomor 448 dari BPN tanggal 22 September 2017 pada objek yang sama.

Dekson Rotti
Memegang Sertifikat Asli Kepemilikan Lahan

Menurutnya, sertifikat nomor 448 tahun 2017 tak kuat alias Palsu. “sesuai keputusan MA sertifikat yang duluan keluar itu yang sah, jadi sertifikat No 448 tahun 2017 adalah palsu” kata James Tuwo SH mantan anggota DPRD Kaltim. Pasalnya sertifikat milik Cathalina Binui sudah duluan diterbitkan BPN, bahkan sudah sejak tahun 2001.

Sementara itu ditempat yang sama, korban penyerobotan tanah yang terletak di jl Ahmad Yani (Corner 52) Bpk Dekson Rotti alias Ko Beng menjelaskan bahwa pihaknya memenangkan kasus ini di Mahkamah Agung setelah sebelumnnya kalah dalam PN Dan PT, ” Karena sudah menang, Saat ini sudah masuk ke tahap pidana karena didalamnya ada pemalsuan dokumen” ujar Ko Beng.

Sebagai Lawyer Pihaknya mengharapkan untuk pihak penegak hukum agar berantas para mafia tanah,” Tolong tindak tegas oknum BPN yang nakal, berantas sampai keakar-akar agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya.” Harapnya. (Prokla)

About Prokla

Check Also

Buron 7 Tahun, Pelaku Pembunuhan Warga Madidir Bitung Berhasil Ditangkap Polisi

Bitung, Sulutlink.com -Polisi menangkap pelaku pembunuhan warga Wangurer Barat, Madidir, Bitung, yang sudah tujuh tahun …