web analytics

Sejumlah Nama Penerima Suap Tercantum Dalam Surat Dakwaan di Sidang E-KTP

Sidang Kasus Korupsi E-KTP di Pengadilan Tipikor, Kamis 9/3/2017. (Foto: liputan6.com)

Jakarta, Sidang E-KTP digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/3/2017). Dalam kasus ini, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, duduk di kursi terdakwa.

Sesuai dilansir dari halaman kompas.com, Jaksa Penuntut Umum dari KPK membacakan sejumlah Dakwaan di Persidangan Tipikor tadi. Di bulan Juli hingga Agustus 2010, DPR RI mulai melakukan pembahasan RAPBN TA 2011. Salah satunya soal anggaran proyek e-KTP.

Dalam surat dakwaan tertulis, Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku pelaksana proyek beberapa kali melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPR RI.

Kemudian disetujui anggaran senilai Rp 5,9 triliun dengan kompensasi Andi memberi fee kepada beberapa anggota DPR dan pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Akhirnya disepakati 51 persen dari anggaran digunakan untuk proyek, sementara 49 persen untuk dibagi-bagikan ke Kemendagri, anggota DPR RI, dan keuntungan pelaksana pekerjaan atau rekanan.

Dalam kasus ini, Irman didakwa memperkaya diri sebesar Rp 2.371.250.000, 877.700 dollar AS, dan 6.000 dollar Singapura. Sementara itu, Sugiharto mendapatkan uang sejumlah 3.473.830 dollar AS.

Selain memperkaya diri sendiri, para terdakwa juga memperkaya orang lain. Berikut sejumlah nama yang diduga menerima aliran dana E-KTP, berdasarkan dakwaan yang disusun jaksa KPK, antara lain :

  1. Gamawan Fauzi (saat itu Menteri Dalam Negeri) sejumlah 4,5 jutadollar AS dan Rp 50 juta
  2. Diah Anggraini (saat itu Sekretaris Jenderal Kemendagri) sejumlah 2,7 jutadollar AS dan Rp 22,5 juta
  3. Drajat Wisnu Setyawan (Ketua Panitia Pengadaane-KTP) sejumlah 615.000dollar AS dan Rp 25 juta
  4. Enam anggota panitia lelang, masing-masing sejumlah 50.000dollar AS
  5. Husni Fahmi sejumlah 150.000dollar ASdan Rp 30 juta
  6. Anas Urbaningrum sejumlah 5,5 jutadollar AS
  7. Melcias Marchus Mekeng (saat itu Ketua Banggar DPR) sejumlah 1,4 jutadollar AS
  8. Olly Dondokambey sejumlah 1,2 jutadollar AS
  9. Tamsil Lindrung sejumlah 700.000dollar AS
  10. Mirwan Amir sejumlah 1,2 jutadollar AS
  11. Arief Wibowo sejumlah 108.000dollar AS
  12. Chaeruman Harahap sejumlah 584.000dollar AS dan Rp 26 miliar
  13. Ganjar Pranowosejumlah 520.000 dollar AS
  14. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan BadanAnggaran DPR RI sejumlah 1,047 jutadollar AS
  15. Mustoko Weni sejumlah 408.000dollar AS
  16. Ignatius Mulyono sejumlah 258.000 dolla AS
  17. Taufik Effendi sejumlah 103.000dollar AS
  18. Teguh Djuwarno sejumlah 167.000dollar AS
  19. Miryam S. Haryani sejumlah 23.000dollar AS
  20. Rindoko,NU’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR RI masing-masing 37.000 dolla AS
  21. Markus Nari sejumlah Rp 4 miliar dan 13.000dollar AS
  22. Yasona Laoly sejumlah 84.000dollar AS
  23. Khatibul Umam Wiranu sejumlah 400.000dollar AS
  24. M Jafar Hapsah sejumlah 100.000 doar AS
  25. Ade Komarudinsejumlah 100.000 doar AS
  26. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing mendapatkan sejumlah Rp 1 miliar
  27. Wahyudin Bagenda selaku Direktur UtamaPT LENIndustri sejumlah Rp 2 miliar
  28. Marzuki Ali sejumlah Rp 20 miliar
  29. Johanes Marliem sejumlah 14.880.000dollar AS dan Rp 25.242.546.892
  30. Sebanyak 37 anggota Komisi II yang seluruhnya berjumlah 556.000dollar AS. Masing-masing mendapat uang berkisar antara 13.000 hingga 18.000 dollar AS
  31. Beberapa anggota tim Fatmawati, yakni JimmyIskandarTedjasusila Als Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, WahyuSetyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing sejumlah Rp 60 juta
  32. Manajemen bersama konsorsium PNRI sejumlah Rp137.989.835.260
  33. Perum PNRI sejumlah Rp 107.710.849.102
  34. PT Sandipala Artha Putra sejumlah Rp 145.851.156.022
  35. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT. Sandipala Artha Putra sejumlah Rp. 148.863.947.122
  36. PT LENIndustri sejumlah Rp 20.925.163.862
  37. PT Sucofindo sejumlah Rp 8.231.289.362
  38. PT Quadra Solution sejumlah Rp 127.320.213.798,36

About Redaksi 2

Check Also

Andrei Angouw Walikota Manado Genjot Vaksinasi Dosis Ke-2

Sulutlink – Wali Kota Andrei Angouw mengatakan, percepatan vaksinasi Covid-19 harus terus digalakkan apalagi Kota …