web analytics

Smart City Forum: Pengembangan Kota Pintar Dapat Menghemat Anggaran

smart city 2Birokrasi yang berbelit-belit bisa meningkatkan biaya operasi. Itu sebabnya perlu didorong pengembangan Kota Pintar untuk efisiensi pemerintahan. Paling tidak, itu yang dikemukakan oleh Ridwan Kamil, Walikota Bandung pada hajatan iven Indonesia Smart City Forum di bandung, (15/8).

Menurut Kawil, transparansi dalam mengelolah pemerintahan dapat menaikan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Rakyat tahu, kita ini bukan pemerintah yang gelap gulita, tidak jelas. Kita dulu hibah bansos jadi perkara, karena tidak jelas. Apakah benar prosedurnya, organisasinya, keuangannya, sekarang kami bikin aplikasi untuk Hibah Bansos. Kepada warga bisa cek, bodong atau tidak. Pemohon bisa cek prosedurnya sudah di tahap mana. Nah ini contoh kecil saja. Carut marutnya selesai.” papar Kamil.

Kamil mencontohkan, di Bandung, “soal perijinan usaha menengah besar sudah online, termasuk pembayarannya. Untuk bisnis di bawah 500 juta sudah kami hilangkan prosedur ijinnya, cukup lapor melalui aplikasi online. Bulan Januari kita layani 30 ribu bisnis hadir. Apa yang terjadi? Banyak yang berterima kasih karena tidak perlu birokrasi berbelit-belit. Kepercayaan naik, pemerintah pro rakyat. Kita sebagai pejabat bisa tidur nyenyak, karena dengan smart city, pertemuan warga dengan pejabat dinolkan. Warga ketemu pejabat kalau emergency sekali.” paparnya.

“Di Singapura, 1600 urusan diurus aplikasi. Di Bandung baru selesai 300 urusan, harapan kami 1000. Warga juga bisa komplein online, dengan sistem lapor dengan sms dan website. Kalau di Jakarta menggunakan qlue. Harapan saya ke kementrian kalau boleh dibuat panduan.” lanjutnya.

Sahabat baik Walikota Manado G.S. Vicky Lumentut ini secara gamblang menjelaskan bahwa Smart City mengakibatkan terjadinya transisi dari gaya hidup manual ke digital, dari yang biasa saja menjadi lebih cepat dan efisien, dari yang serba berat dan gelap menjadi ringan dan terang.

“Tugas saya lebih kepada bagaimana pola pikir ini dipahami oleh semua kepala daerah. Silaturahmi penting, ujung-ujungnya Indonesia maju. Kalau semua kota di Indonesia menggunakan Smart City, maka Indonesia akan hebat. Dengan Smart City, Bandung bisa hemat sampai 1 trilyun rupiah dengan menggunakan aplikasi e-budgeting yang bisa membaca kegiatan yang tidak perlu,” ujar Kamil.

Dr. Gerry Firmansyah, Direktur Eksekutif Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (WanTIKNas) sendiri dalam pemaparannya mengemukakan hasil penelitian tentang sistem Smart City bisa menghemat keuangan negara hingga 14 Trilyun, dengan server terpadu bisa menghemat keuangan daerah hingga 30 persen, sementara dengan cloud government bisa hemat 60 persen. Jika APBD Kota Manado berkisar 1.5 trilyun, sistem ini bisa menghemat 45 milyar dengan server terpadu, atau 75 milyar dengan cloud government.

 

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Koramil 11/Ratahan Menjadi Pusat Kegiatan Serbuan Vaksinasi Tahap ke-II Kodim 1302/Minahasa di Kabupaten Mitra

Minahasa Tenggara, Sulutlink.com – Serbuan Vaksinnasi ke-II Kodim 1302/Minahasa kembali digelar, kali ini pelaksanaannya dipusatkan …