web analytics

Solidaritas Wartawan Minahasa Gelar Aksi Damai Terkait Pembunuhan Wartawan Di Mamuju Sulbar

MinahasaSulutlink.com–Buntut Pembunuhan terhadap Wartawan yang terjadi Di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat mengundang aksi dari Insan Pers di Indonesia, inipun berlaku bagi insan pers di Minahasa.

Solidaritas wartawan Minahasa menunjukan kepedulian dengan menggelar aksi, mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya salahsatu wartawan daerah Mamuju Sulawesi barat pada Senin (24/08) di Tondano.

Aksi damai dan turun ke jalan yang dilakukan oleh puluhan wartawan Biro Minahasa yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Pers Minahasa (Persmin) dan Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM) meminta pihak Kepolisian dan pemerintah Indonesia memperhatikan soal keselamatan wartawan.

Wartawan adalah warga Indonesia yang memiliki tugas mulia untuk menginformasikan berbagai informasi fakta kepada masyarakat.

“Pemerintah harus bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan wartawan dalam menjalankan tugasnya. Intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan masih saja terjadi,” tegas para wartawan di tugu Monas Tondano yang berlokasi di Pusat Kota Tondano dan di Polres Minahasa.

Dikatakan Oleh Ketua PWI Minahasa Cristian Tangkere yang juga turut dihadiri Ketua Persmin Kelly Korengkeng dan Ketua Awam Jefry Uno, aksi ini sebagai bentuk solidaritas bagi wartawan yang mengalami kekerasan, intimidasi saat menjalankan tugas ini. Ingat !!! peristiwa pembunuhan ini tak akan menyurutkan niat kami untuk memberikan informasi kepada masyarakat ujar Mereka.

“Stop intimidasi dan kekerasan kepada wartawan. Ingat, Kami tak akan tinggal diam,” kecam mereka.

Adapun aksi damai yang dilakukan oleh seluruh Wartawan yang hadir yakni mendesak Polri untuk mengusut tuntas perusakan situs berita tempo.co dan mengusut tuntas pembunuhan Demas Leira, Wartawan di Mamuju, Sulawesi Barat. Kemudian dalam tuntutan tersebut mereka juga Mendesak Polri untuk menjamin keamanan dan ketentraman insan Pers dalam melaksanakan kegiatan Jurnalistik sebagai amanat UU Pers dan sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia.

Mereka juga mendesak DPRD Minahasa untuk mengawal kasus pengrusakan situs berita tempo.co dan pembunuhan Wartawan di Mamuju, Sulawesi Barat demi menjaga jalannya demokrasi dan Kemerdekaan/ Kebebasan Pers di Indonesia.

“Juga mendorong semua media massa untuk bersatu padu mengawal terlaksananya Kemerdekaan/ Kebebasan Pers di Indonesia, agar tidak ada lagi insan Pers atau Perusahaan Pers yang diintimidasi, diserang bahkan di bunuh,” katanya.

Diketahui, Demas dibunuh setelah sebelumnya melakukan peliputan dan hendak pulang ke rumahnya. Diduga hal ini terjadi, akibat salah satu pemberitaan Demas yang sering menyorot proyek yang diduga dilakukan tak becus oleh sejumlah aparat desa, Demas ditemukan dengan jumlah 17 tusukan disekujur tubuhnya akibat senjata tajam. (Prokla)

About Prokla

Check Also

Gubernur Olly Kunker ke Menkop dan UKM RI, Bahas Sulut Jadi “Pilot Project” Koperasi Nelayan

Jakarta – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey melakukan Kunjungan Kerja (kunker) ke Menteri Koperasi …