web analytics

STRATEGI RADAR GELAP SEORANG LAKSAMANA Oleh : Bert Toar Polii

Turnamen Indonesia Open pengganti Antar Klub sudah mulai dipertandingkan di Kejurnas Bridge 2017 di Sidoardjo, Surabaya. Turnamen ini diadakan agar pada waktu yang akan datang tuan rumah Kejurnas Bridge bisa mengundang penggemar bridge dari manca negara.

Dengan terbangunnya infrastruktur yang merata serta dibenahinya objek-objek wisata di Indonesia, penulis yakin akan banyak pemain bridge dari manca negara akan tertarik bertanding di Indonesia. Apalagi kelas pemain-pemain Indonesia berada di level atas.

Pada turnamen Indonesia Open yang berlangsung di Hotel Grand Inna Padang tahun 2018 yang lalu, muncul papan menarik di session pertama. Papan ini menjadi diskusi yang menarik antara pemain karena berbagai hasil berbeda diperoleh dalam setiap meja yang memainkan papan ini.
Salah satunya adalah di meja TNI AL Padang melawan MBC Jakarta.
Di salah satu meja, penawaran berlangsung sebagai berikut :
Barat Utara Timur Selatan
Pass 1S 4C
4S 5C Pass 6C
Semua pass
Misalkan anda duduk di kursi Barat, kartu apa yang anda lead dengan pegangan ini :
S AK32
H J8
D 97652
C J3
Normal lead sebagian besar pemain akan lead SA.
Berbeda yang terjadi di meja. Laksma TNI Teguh Widodo seorang maniak bridge tapi terpaksa sering meninggalkan hobbynya karena tugas negara memanggil.
Ia yang sudah beberapa bulan aktif berlatih kembali, bahkan beberapa bulan yang lalu sempat bertemu dengan komunitas bridge Batam, seperti yang diceriterakan Ketua Pengprov Gabsi Kepri, Ir. Rusliden Hutagaol.

Selain itu ia juga mulai aktif berlatih seminggu sekali di Mampang Bridge Club yang dipimpin Didi Andries yang menjadi lawannya dan duduk di selatan sebagai declarer.
Ternyata Laksma TNI Teguh Widodo yang matang dengan strategi TNI mengkombinasikan keahliannya dengan teori permainan bridge.
Setelah menganalisa jalannya penawaran, ia mengambil kesimpulan ada yang aneh dengan papan ini. Ketika Didi Andries bid sendiri 6C tentu saja kemungkinan besar ia void spade. Kalau void spade maka kemungkinan pegangan declarer itu dua suit. Nah jika ia pegang suit kedua heart biasanya pemain akan membunyikan suit tersebut pada kesempatan berikut.
Berdasar analisa ini yang tentu saja dengan resiko terkecil ia memilih lead Diamond dan ini satu-satunya lead yang menggugurkan kontrak 6C
Sepertinya terlihat kedua pemain ini menggunakan “radar gelap” sehingga menemukan “killing lead” ini. Padahal ini murni bukan berdasar radar gelap antar partner tapi adalah pengambilan keputusan berdasar hasil analisa antara strategi militer dikombinasikan dengan taktik bridge.
Selengkapnya :
5/U/US
S 10985
H 832
D J1043
C Q5
S AK32 S QJ764
H J3 H KQ10974
D 97652 D Void
C J3 C 62
S Void
H A5
D AKQ8
C AK109842
Barat Utara Timur Selatan
Teguh Widodo Arthur KasendaFarley Sumual Didi Andries
Pass 1S 4C
4S 5C Pass 6C
Semua pass
Dimeja penulis berlangsung penawaran :
Barat Utara Timur Selatan
Pass 1H Dbl
Pass 1S Pass 6C
Dbl Semua pass

Karena lawan lead normal SA maka kontrak bikin bahkan plus 1 karena lawan salah defense.
Kontrak bervariasi di meja-meja lain, ada yang hanya bid 4C, ada 4S atau 5S Dbl dan lain-lain.

About Redaksi 2

Check Also

Fajar/Rian Belum Dikenal Publik Kata Menpora Jadi Viral Apalagi Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Oleh : Bert Toar Polii Sulitlink.com – Tukang bridge tergelitik dengan Video yang memperlihatkan Menteri …