web analytics

Surat Terbuka Brigjen Tumilaar ke Kapolri, Buntut Penangkapan Ari Tahiru Pemilik Tanah di Citraland

Manado, Sulutlink.com – Polresta Manado lakukan penangkapan dan penahanan terhadap Ari Tahiru atas laporan manajemen Citraland, dan tindakan tersebut mendapat perhatian sejumlah kalangan.

Hal itu dinilai sebagai bentuk perampasan hak-hak rakyat, pasalnya, Ari Tahiru adalah notabene pemilik tanah adat (warisan) yang sah berdasarkan sejumlah dokumen asli. Dan pria Lansia 67 tahun yang tak bisa baca tulis ini , masih tetap dibalik-jerujikan, dimasa pandemik COVID-19.

Laporan pihak Citraland terhadap Ari Tahiru, disangka merusak pagar pembatas Citraland. Itupun tembok pembatas yang berdiri di atas tanah warisan ibunda Ari Tahiru. Ia dan kakak-adiknya mendapat warisan tanah seluas 32.482 meter persegi.

Dalam dokumen Register Tanah, Surat Ukur dan Surat Keterangan Saksi, tampak jelas bahwa Citraland justru menyerobot sebagian besar tanah milik orang tua Ari Tahiru. Tanah tercatat dalam Register Desa Pineleng Nomor 302/12/X11/82.

Buntut perlakuan diskriminasi terhadap Ari Tahiru, Brigjen TNI Junior Tumilaar, Inspektur Kodam XIII/Merdeka , menulis surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Surat tulisan tangan itu, Tumilaar keberatan dengan sikap penyidik yang memanggil Babinsa untuk dimintai keterangan. Kemudian Tumilaar mengingatkan Kapolri mengenai status tanah dan keabsahan dokumen Ari Tahiru.

Jenderal bintang satu ini juga menulis bahwa ia sudah pernah mengingatkan Kapolda Sulut bahwa Ari Tahiru adalah pemilik tanah yang sah, jauh jauh sebelum Perum Citraland dibangun.

Adapun tembusan surat terbuka itu ditujukan Panglima TNI, KSAD, Pangdam XIII/Merdeka, anggota DPR RI Hillary Lasut dan pengacara Ari Tahiru, James Bastian Tuwo SH.

“Saya menulis surat terbuka ini karena panggilan hati nurani. Saya Tentara Rakyat. Saya wajib melindungi rakyat yang tertindas,” tegas Brigjen Tumilaar.

 

Berikut isi surat terbuka:

Kepada

Yth Bapak Kapolri

di Jakarta

Salam sinergitas TNI-POLRI dan salam presisi.

Saya bersurat dimotivasi oleh kebenaran berdasarkan KeTuhanan Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih Yang bernama Yehuwa.

Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar (Irdam XIII/Merdeka) memberitahukan dan bermohon agar Babinsa (bintara Pembina Desa) jangan dibuat surat panggilan Polri. Para Babinsa itu bagian dari system pertahanan Negara di darat. Para babinsa diajari untuk tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, bahkan wajib mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Kami beritahukan kepada Bapak Kapolri, bahwa ada rakyat bernama Bapak Ari Tahiru rakyat miskin dan buta huruf berumur 67 tahun ditangkap ditahan karena laporan dari PT Ciputra International/Perumahan Citraland. Bapak Ari Tahiru sampai surat ini dibuat masih ditahan (± 1/2 bulan). Juga Bapak Ari Tahiru ini pemilik tanah waris yang dirampas/diduduki

PT Ciputra International/Perumahan Citraland (memang beberapa penghuni anggota Polri). Bapak Ari Tahiru sebagai rakyat minta perlindungan Babinsa, itu pun Babinsa kami pun dipanggil Polri/Polresta Manado.

Selain itu, pasukan Brimob Polda Sulut bersenjata mendatangi Babinsa kami yang sedang bertugas di tanah Bapak Edwin Lomban yang sudah ada putusan Mahkamah Agung Nomor 3030 K tahun 2016.

Atas laporan PT Ciputra International/Perumahan Citraland, Polresta Manado membuat surat panggilan kepada Babinsa.

Akhir kata Demi Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih, mari kita bela rakyat miskin/kecil dan jangan bela perusahaan yang merampas tanah-tanah rakyat. Terima kasih, semoga diberkati Allah Yehuwa.

Saya Tentara Rakyat

Junior tumilaar

Brigjen TNI

Tembusan :

1. Panglima TNI

2. Kasad

3. Pangdam XIII/Merdeka

4. James Tuwo (Pengacara Ari Tahiru dan Edwin Lomban)

5. Ibu Brigita H Lasut

 

Diketahui, pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu, Ari Tahiru ditangkap karena laporan manajemen Citraland Manado yang menuduhnya merusak tembok pembatas antara wilayah Citraland dan tanah Lintje Monintja kepada anak-anaknya Tahiru bersaudara (suami Lintje Monitja adalah Baco Tahiru). Padahal Ari menurut keluarga, hanya memindahkan secara rapi tiga batang beton agar dapat mengakses masuk kebunnya. Proses pemindahan batangan beton itu disaksikan aparat negara baik Babinsa maupun Lurah setempat. (Serly Tasiam)

About Redaksi 2

Check Also

Polisi, TNI dan Satpol PP Minahasa Bersinergi Tertibkan Pelanggar Prokes

Tondano, Sulutlink.com – Polres Minahasa melalui Satuan Sabhara bersama TNI dan Satpol PP Minahasa menggelar …