web analytics

Swedia Pertahankan Gelar The Venice Cup

Oleh : Bert Toar Polii


Sulutlink.com
– Swedia berhasil mempertahankan The Venice Cup yang direbutnya di Wuhan tahun 2019 setelah berhasil mengalahkan kuda hitam Turki di final The Venice Cup yang berlangsung di Salsomaggiore Italia.
4 pemain dari tim Wuhan, yaitu Katherine Bertheau/Jessica Larsson dan Sanna Clementsson/Emma Olivius tetap bermain di Salsomaggiore. Sedangkan Louise Hallqvist/Ylva Johansson menggantikan Ida Goronkvist/Cecilia Rimstedt.
Dengan hasil ini Sanna Clemenston pemain putri berusia 21 tahun mencatatkan dirinya sebagai Grandmaster putri termuda.
Walaupun sudah lama mewakili Eropa di The Venice Cup, Swedia baru mulai diperhitungkan tahun 2017 ketika mereka meraih medali perunggu di Lyon Perancis.
Hebatnya lagi pada ketiga kejuaraan ini mereka tampil dengan pemain berbeda yang membuktikan mereka memiliki banyak pemain putri berbakat.
Dari tim 2017 yang bertahan tinggal Kathrine Bertheau dan Emma Ovelius. Ada 4 pemain yang cukup terkenal tidak bermain di Salsomaggiore, yaitu : Pia Andersson Ida Gronkvist, Cecilia Rimstedt dan Sandra Rimstedt.
Memang pembinaan bridge di Swedia saat ini maju pesat terutama dalam pembinaan pemain junior. Presiden European Bridge League saat ini adalah Jan Kamras dari Swedia.
Ia juga diajukan sebagai calon Presiden World Bridge Feration untuk 5 tahun mendatang yang pemilihannya akan diadakan pada bulan Aguatus 2022.
Selain itu mereka rutin menyelenggarakan Swedish Bridge Festival yang diselenggarakan setiap tahun dan diikuti banyak negara. Indonesia sendiri pernah diundang berpartisipasi di event ini.
Swedia yang berhasil meraih peringkat 3 di babak penyisihan The Venice Cup memilih tuan rumah Italia sebagai lawannya di babak 8 besar.
Pilihan itu tepat karena mereka berhasil menang dan harus berhadapan dengan Polandia yang tampil fantastis di babak penyisihan karena menjadi juara setelah meraih 352.04 VP dari 23 session. Ini angka tertinggi yang diraih dari 4 nomor yang dipertandingkan.
Pertarungan yang sangat menentungkan ini berlangsung seru dan menegangkan karena sampai papan terakhir dari 128 papan yang dimainkan pemenangnya tidak bisa ditentukan.
Skor berakhir 215 – 213 imp untuk kemenangan Swedia. Polandia memang bermain agresife di session terakhir karena mereka ketinggalan.
Strategi ini berhasil di 8 besar ketika Polandia mengalahkan Denmark di segmen terakhir dengan menang 61-2 imp dan lolos.
Di semi final juga Polandia sampai tinggal 2 papan terakhir sudah mampu menyusul dan melewati Swedia.
Sayang sekali pemainnya tidak tahu karena pada papan 31 atau board kedua terakhir, pemain Polandia memaksakan bid slam dengan kombinasi seperti ini :
S QJ53 S void
H QJ73 H A10987
D 42 D AJ10973
C AKJ C Q5
Swedia lebih beruntung karena HK tidak kena potong dan menang 13 Imp sehingga unggul 2 imp.
HK pindah ceriteranya menjadi lain.
Di babak final Swedia tanpa kesulitan mengalahkan regu kejutan Turki dan meraih The Venice Cup secara beruntun dua kali. Sebelumnya Swedia juga juara di Wuhan China tahun 2019.
Ini prestasi yang sudah dilakukan saat ini karena semakin banyak tim kuat bermunculan. Tidak ada perebutan medali perunggu karena diputuskan Polandia dan Inggeris berhak atas medali perunggu.
Di d’Orsi Trophy, India gagal membuat kejutan dan harus puas meraih medali perak setelah kalah dari Polandia yang berhak atas d’Orsi Trophy.
Peringkat tiga diraih Denmark dan Perancis.
Pada The Wuhan Cup, Perancis juara disusul USA 1 dan peringkat 3 diraih bersama oleh Jerman dan Italia.

About Redaksi 2

Check Also

Ketua DPRD Fransiscus Silangen, Peringatan HUT ke 58 Provinsi Sulut Refleksi Perjuangan Para Pendahulu

Manado, www.Sulutlink.com – Hari Jumat, 23 September 2022, hari istimewa dan hadiah bagi warga masyarakat …