web analytics

Tak Terbukti Diperkosa 19 Pria, Cewek Manado ini Dicibir

Setelah terus ditekan oleh netizen agar kasus pemerkosaan oleh 19 orang dituntaskan dan telah menjadi issue nasional, Polda Sulut dalam hal ini Penyidik Reskrimum Polda Sulut ikut turun tangan meskipun kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Gorontalo. Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi dalam konferensi persnya yang diliput oleh stasiun TV swasta nasional memberikan keterangan bahwa dalam penyidikan diperoleh 6 orang nama pria yang terkait dalam kasus ini dan bukan 9,15,17 dan19 orang seperti yang disebutkan pada beberapa media local dan nasional.

Penyidik reskrimum Polda Sulut telah memanggil beberapa saksi di antaranya MBK alias Memey, 18 tahun  yang dijemput korban di hotel Swissbell Manado, RL als Octa, 18 tahun, teman kost korban, DM alias Decky, 61 tahun, penjaga tempat kost, YEPM alias Yuyun, 18 tahun, teman yang berangkat bersama korban ke Gorontalo,. STC alias Vani, 19 tahun (korban), RS, orang tua korban (saksi pelapor), Aura, 18 tahun, teman kost korban 8, dan Sarah (mami pub B’one tempat korban bekerja) dan juga telah memanggil Dr Kristina Sanger, saksi ahli yang memeriksa korban.

 

Dari hasil pemeriksaan dokter sebagai saksi ahli diperoleh kesimpulan bahwa ada tanda kekerasan berupa luka memar di tangan kanan dan kiri, siku dan juga ada luka robekan pada kemaluan korban, arah 12, 3, 5, 6,7, 9 (hampir semua arah jarum jam). Luka lama robek pada kelamin korban diperkirakan sudah ada sebelum peristiwa di Gorontalo dan diyakini korban tidak alami perkosaan.
Sesuai informasi para saksi, Memey mengajak korban ke Gorontalo bersama Yuyun untuk bertemu teman teman mereka di sana. Memey, Yuyun dan korban menginap di hotel namun sebelumnya mereka sudah menggunakan narkoba jenis sabu. Setelah bertemu teman-teman pria yang lain, Korban kemudian mendapatkan beberapa butir narkoba jenis inex, memberikan satu butir kepada Yuyun namun tidak diketahui berapa butir yang gunakan korban. Korban diperkirakan over dosis sehingga memberikan reaksi yang membuat teman-temannya kuatir. Korban sempat mau melompat dari kamar hotel namun dihalangi Yuyun dan Memey. Berhubung korban berbuat onar, terjadi pertengkaran di antara ketiganya bahkan sampai ketika dalam perjalanan pulang ke Manado dengan menggunakan mobil rental. Korban yang ketika itu sedng haid tidak mau memakai pakaian dalam dan pembalut sehingga celana putihnya terlihat berdarah sampai pulang ke rumah. Korban ketika pulang ke rumah masih terlihat linglung diyakini karena dalam pengaruh narkoba yang dia gunakan.

 

Hasil konferensi pers dan juga informasi yang diberikan kombespol Pitra Ratulangi di grup Manguni 123 membuat dukungan netizen menjadi terbalik, sebelumnya netizen mencibir kinerja kepolisian dalam hal ini Polda Sulut namun setelah iniformasi ini diterima, netizen berbalik mencibir korban.

13230338_10206325909934534_4199141370192513836_n 13177417_10206325910934559_8085698236113673278_n 13174138_10206325910454547_3481409964224701263_n

About Echel

Check Also

Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut Sosialisasi Perda Provinsi Sulut Tahun 2022

“Agenda sosialisasi perda dari tanggal 23-27 September 2022” Sangihe, Sulutlink.com – dr. Fransiscus Andi Silangen, …